RAHIM PELUNAS HUTANG

RAHIM PELUNAS HUTANG
BAB 33 : OBAT PELANGSING


__ADS_3

Pakaian Romeo memang tersusun rapi pada sisi kiri, tapi entah mengapa tangannya justru mengapai dan mencari cari di sisi kanan. Padahal jelas, itu adalah deretan pakaian Manda. Romeo terkejut dengan benda yang terpental jatuh mencuat dari dalam tumpukan baju tersebut. Awalnya ia hanya memungut botol itu dengan maksud akan mengembalikan ketempat semula. Tapi netranya penasaran untuk ingin tau apakah gerangan isi dari botol tersebut.


Botol itu berisi beberapa pil obat kecil. Saat membaca labelnya, ia tak tau itu obat apa. Romeo mengambil ponselnya, melakukan pengambilan gambar. Lalu melakukan penelusuran teks pada gawai pintarnya.


Mata Romeo hampir keluar, mendapati terjemahan yang terpindai oleh ponsel pintarnya tadi. Bahwa itu adalah obat pengering rahim, alias obat penunda kehamilan.


“Apa ini yang di sebut PIL KB …?” tanya Romeo pada dirinya sendiri.


“Bukankah hanya di dua tahun pernikahan kami saja, ia mengakui mengkonsumsi obat ini?” lanjutnya lagi. Kemudian memicingkan mata untuk memastikan tanggal berlaku obat tersebut. Hah … ini bahkan masih berlaku. Dan tampak baru.


“Sialaaan.” Ternyata Manda tidak benar mandul. Jika ia terus mengkonsumsi ini, berarti memang terstruktur ia tidak ingin memiliki anak sampai kapanpun. Marahnya mulai keluar.


Romeo tidak serta merta mengamuk. Tapi justru kembali mengeledah isi lemari istrinya. Bahkan laci-laci terkecil sekalipun dalam kamar mereka. Tidak ada botol lainnya. Tetapi ia justru menemukan beberapa map dan amplop bersegel. Di dalam laci tersebut.


Satu persatu ia buka dengan hati-hati. Rupanya itu adalah surat menyuratberisi dokumen investasi bernama Manda Juana. Beberapa sertifikat tanah dan rumah. Juga sebuah akta jual beli apartement.


Lagi … Romeo mengerahkan kemampuan indra pengelihatannya pada dokumen tersebut. Mengapa alamatnya sama persis dengan apartemen yang biasa Manda datangi, yang ia sebut milik Memey temannya. Romeo curiga, namun tetap berpikiran positif, mungkin saja Manda berinvestasi pada sebuah apartement yang mungkin kini ia sewakan pada temanya sendiri.


“Hey … mengapa ada sertifikat atas nama Roy Pahlepi juga ada dengan Manda …?” tanyanya sendiri. Mencari apa korelasi antara Manda dan Roy.


Pikirannya sedikit mengembara ke masa lalu. Romeo mengakui, ia memang telah merebut Manda dari Roy saat mereka berkuliah di kampus yang sama. Tetapi, bukankah ia adalah pemenangnya. Bukankah Manda sendiri yang dengan nyata mengatakan jika ia memilih Romeo. Sejak itulah, Romeo berjanji tidak akan menyia-nyiakan Manda. Sebab perjuangannya berdarah-darah dalam hal mendapatkan Manda dari Roy.


Romeo ingin segera terbang menemui Manda di dalam sel Tahanan, kantor polisi. Tak sabar rasanya untuk minta klarifikasi dari wanita yang masih berstatus istrinya tersebut. Nafasnya memburu menahan rasa marah, kecewa dan penasaran menjadi satu. Dan dalam satu sisi hatinya, tetap berharap jika itu hanyalah kebohongan belaka.


“Waktu anda hanya 10 menit.” Ijin penjaga pada Romeo yang sudah meminta ijin pada petugas setempat.


“Ya… siap.” Jawab Romeo yang tidak bergitu berharap di beri banyak waktu untuk bertemu dengan Manda.

__ADS_1


“Sayaaaaang …” Manda menghambur memeluk tubuh Romeo, sudah lengkap dengan tangisannya yang bagai sudah terlatih untuk jatuh dan berderai kapan saja.


“Apa ini …?” tanya Romeo dingin. Dengan tatapan tajam menujukkan botol berisi obat pengering rahin itu.


“Oh … itu eh. Dari mana kamu mendapatkannya?” Manda balik bertanya.


“Aku tanya … ini obat apa ?” suara Romeo mengeras.


“Jawab…!!!” bentaknya pada Manda. Yang terlihat bingung. Apakah karena sikap suaminya yang berubah kasar padanya, atau memang sedang memikirkan jawaban apa yang pantas untuk ia jawab, agar terdengar masuk akal.


“Itu obat pelangsing.” Jawabnya.


“Untuk apa kamu langsing … Bahkan tubuhmu tak lebih besar dari boneka Barbie.” Hardik Romeo masih terdengar marah.


“Untuk menjaga bentuk tubuhku, agar selalu menarik dihadapanmu.” Jawabnya mulai tegas dan menemukan jawaban andalannya.


“Aku cinta kamu apa adanya, Manda. Bahkan jika kamu sebesar gentong pun, aku tetap sayang kamu.” Jawab Romeo meyakinkan.


“Ok. Good Looking. Tapi mengapa saat aku cari arti di penelusuran, Jika ini adalah obat penghambat untuk mendapatkan keturunan.” Suara Romeo berubah sendu. Tak sanggup hatinya mendengar pengakuan Manda nantinya.


“Ya … aku memang selalu mengkonsumsi itu. Kamu tau … aku adalah anak yang selalu di salahkan oleh suami ibuku, karena gara-gara kelahiranku, dia kehilangan istri. Dan aku tak beribu. Kamu tau … itu trauma terbesarku, sayang.” Manda berubah manis dan sungguh minta di kasihani akan alasannya.


“Tidak semua wanita melahirkan bernasib sama dengan ibumu, Manda …” putus asa sangat jelas terdengar dari kata-kata yang Romeo sampaikan.


Manda terduduk, memilih telapak kaki Romeo tempatnya menghadap kini. Tak peduli dengan tatapan aneh para penjaga yang terus mengawasi mereka. Ia tetap melakonkan perannya dengan baik. Ia ingin meluluhkan hati suaminya.


“Maaf … aku tidak tau harus berbagi trauma ini pada siapa? Aku ingin kamu satu-satunya pria yang mengerti kegetiranku, ketakutanku pada kegagalan melahirkan. Aku hanya ingin hidup lama bersama denganmu, lelaki yang amat ku cinta.” Romoe merasakan basah di area kakinya. Siapakah Manda …? Wanita kesayangan Romoe bukan ? Siapa Romeo …? Lelaki bucin akut kan. Masa iya, dia tahan melihat wanita itu, bersimpuh di kakinya.

__ADS_1


“Maaaf …” ulang manda terdengar penuh penyesalan.


“Semua bisa kita bicarakan, Manda. Bukan memutuskan semuanya sendiri.” Romeo sudah membantu Manda untuk bangkit dari posisi bersimpuhnya tadi, lalu membenamkan kepala Manda pada dada bidangnya.


“Apakah … kamu juga telah berbicara sebelumn ya. Saat memutuskan Gisel menjadi ibu dari anakmu. Padaku …?” Balik Manda menyerang Romeo dengan sasaran tepat.


“Maaf. Kita sama-sama bersalah.” Simpul Romeo, semudah itu luluh dengan acting Manda.


“Kamu tau, aku anak tunggal. Pernikahan kita bahkan sudah menginjak tahun ke lima. Usiaku juga tidak muda. Apakah aku salah menginginkan seorang anak?” Romeo membelai lembut pucuk kepala Manda dengan lembut. Meminta untuk di mengerti.


“Aku mengerti. Tapi, setidaknya berikan aku waktu untuk mempersiapkan diri untuk menjadi seorang ibu.”Jawab Manda bagai kucing manja yang sedang merayu majikanny agar di beri makan.


“Bahkan lima tahun adalah waktu yang lama untukku menungggumu mempersiapkan diri.” Jawab Romeo datar.


“Aku minta maaf. Dan aku siap memperbaiki diri. Aku akan melakukan terapi hormone, bayi tabung atau apalah. Untuk memperbaiki kesehatan rahimku. Yang terpenting sekarang. Pliiis. Keluarkan aku dari sini.” Pinta Manda dengan tegas.


“Untuk hal itu … jujur aku tidak berani jaminkan untukmu.” Jawab Romeo singkat.


“Suami macam apa kamu …? Seolah senang aku mendekam di dalam sini.” Hardik Manda.


“Kesalahanmu itu terbukti, Manda.” Sergah Romeo cepat.


“Oke … tapi video itu di dapatkan dari hasil curian. Itu Ilegal.” Manda sangat pandai dalam hal beralibi.


Bersambung ….


Maaf lama Upnya.

__ADS_1


Sedang sibuk di RL.


Makasih🙏


__ADS_2