RAHIM PELUNAS HUTANG

RAHIM PELUNAS HUTANG
BAB 56 : STATUS GISEL


__ADS_3

Euforia kelahiran putra pertama Romeo yang ia berinama Oniel Romero ini masih sangat terasa walau kini Baby O itu sudah berusia tiga bulan. Tumbuh kembang bayi itu tentu tak kekurangan gizi apalagi kasih sayang.


Gisel sangat merasakan perbedaan yang sangat signifikan pasca melahirkan Gavy dan Oniel. Gisel hampir tak punya alasan untuk bersedih. Apalagi senan tiasa menggaungkan kenangan pahitnya bersama Dandy, mantan suami tanpa surat itu.


Hidup Gisel bagai sihir yang menakjubkan. Apalah ia di masa lalu saat menjadi istri Dandy. Tak lain hanyalah seorang ibu rumah tangga yang wajib menghemat secara luar biasa demi keberlangsungannya kehidupan mereka. Gisel yang harus selalu melayani kebutuhan lahir dan bathin suaminya dengan uang belanja pas-pasan.


Berbeda dengan sekarang, yang walaupun statusnya kini masih sebagai ibu rumah tangga, namun Romeo sudah mempekerjakan satu baby sitter untuk menjaga stamina Gisel. Sungguh jauh di luar perkiraan Gisel. Ia yang awalnya hanya ingin menjual rahimnya untuk membayar hutang suaminya, justru bertemu dengan tambang emas.


Namun, hal itu tak membuat Gisel berubah. Isi tabungannya sudah seperti mimpi. Saat ia melihat nominalnya. Tapi lagi-lagi itu tak membuatnya berunah dari segi akhlak dan prilaku. Gisel tetap saja seorang wanita yang lemah lembut dank e ibuan.


“Sayang … kamu tau aku sudah merogoh kocek untuk mengasuh Oniel. Lalu mengapa saat berada di kamar kita, aku masih melihatmu dengan pakaian lusuh dan kadang masih beraroma susu …?” sungut Romeo sepulang bekerja dan langsung merebahkan kepalanya di atas paha Gisel yang memang baru saja berhasil meluruskan tulang belakangnya, setelaj keluar dari kamar Baby O.


“Dia anakku … wajarlah ia lebih menginginkan aku dari pada Bi Asih untuk menidurkannya.” Gisel membelai rambut Romeo pelan penuh kasih sayang.


“Iya … aku tau itu. Tapi baby sitter itu akan menjadi kurang kerjaan jika lebih banyak kamu yang mengasuh Oniel.” Perkataan itu lebih mirip sebagai wujud protes Romeo pada Gisel.


“Sudah lah … aku mau tidur. Aku tidak mau membahas hal yang tidak penting.” Gisel mencoba mengangkat kepala Romeo agar benar bisa merebahkan tubuhnya yang juga merasa lelah.


“Yang perlu kamu tidak hanya Oniel, Mom. Aku juga ingin kamu sayang, kamu nina bobokan.” Kepala Romeo kini menyeruduk di bawah lengan Gisel ingin tidur berbantalkan lengan wanita yang sudah menguasai hati dan pikirannya tersebut.


“Ayah kok. Malah lebih manja dari anaknya sih.” Gisel mengecup kening Romeo sebentar memberi pengertian pasa suaminya, bahwa iapun sesungguhnya ingin menunjukkan sisi keperhatiannannya pada ayah dari anaknya kini.


“Yank …” desis Romeo pelan saat mata mereka sudah akan mulai terkatup.

__ADS_1


“Heeem ….” Dehem Gisel sayup, sebab ia sungguh sudah akan membaurkan sukmanya pada alam bawah sadarnya.


“Kita honeymoon yuk. Aku ingin hanya berdua denganmu saja, tanpa gangguan suara tangis bayi dan segala hiruk pikuk urusan kantor.” Ajaknya dengan mata yang juga sudha terpejam.


“Kubur saja semua keinginanmu tentang rencana liburan atau semacamnya denganku. Aku tidak akan pernah mau pergi denganmu.” Jawab Gisel tegas.


“Kamu belum bisa mencintaiku, Sel?” tanya Romeo memicingkan matanya kea rah Gisel yang menjawab dengan suara lantang tadi.


“Ini bukan tentang sudah cinta atau belum. Ini hanya soal aku yang tidak bisa jauh dari Oniel.” Jawab Gisel masih dengan mata yang tertutup, akan tidur.


“Kalau soal itu, aku juga selalu rindu Oniel. Tapi aku ingin terus meningkatkan rasa di anatar kita sayang, Dengan menciptakan beberapa momen hanya bersamamu.” Jawab Romeo jujur.


“Aku tidak bersedia pergi bersamamu, selama masih berstatus istri siri.” Tegas Gisel yang kemudian memberi punggungnya, membelakangi Romeo. Pertanda ia sungguh tegas menolak permintaan suaminya.


“Gisel … ikutlah bersama mama. Sudah waktunya orang mengenal kamu sebagai istri Romeo sekarang.” Ajak Yuniar yang pagi itu sudah berada di kediaman anaknya, untuk menjenguk cucunya juga mengajak Gisel untuk pergi ke kegiatan amal yang selama ini ia tekuni.


“Lain kali saja ma, aku masih merasa berat untuk meninggalkan Oniel dengan bi Asih.” Tolak Gisel cepat.


“Bukan meninggalkan Oniel. Hanya sesekali kamu juga perlu keluar untuk melepas kelelahan bathinmu.”


“Tapi aku bahagia bersama Oniel.” Jawab Gisel memeluk bayinya yang baru selesai ia beri ASI.


“Mama tidak memaksamu pergi ke acara amal hari ini. Tapi mama tidak mau mendapat penolakan dari mu untuk mama bawa ke salon besok.” Simpul Yuniar tak terbantah.

__ADS_1


“Mama …”


“Gisel … menjadi seorang ibu yang dengan sempurna mengasuh, merawat dan mendidik anak itu memang utama. Tapi, menjadi istri yang tetap menjaga penampilan untuk diri sendir dan suami juga tak kalah lebih penting.” Tegur Yuniar menyelipkan anak rambut di sisi telinga Gisel yang sempat turun tak karuan.


“Suami mu sekarang bukan orang biasa. Dia adalah seorang pemimpin di sebuah perusahaan. Setidaknya bantulah menjaga kehormatannya dengan penampilan yang baik, yang tidak membuatnya malu jika sewaktu-waktu ia akan membawamu ke tengah orang banyak, saat berjumpa dengan kliennya.” Lanjut Yuniar pada menantunya tersebut.


“Apakah saat itu pernah tiba, Ma?”tanya Gisel konyol.


“Apa kamu masih menganggap dirimu adalah wanita yang hanya di pakai rahimnya untuk memberi seorang anak?” Yuniar balik bertanya.


Gisel hanya terdiam. Ya seharusnya sekarang ia sudah bebas di luar sana, dengan mengantongi uang 1M, tanpa anak. Dan tak bersuami lagi. Tapi, semunya sudah tidak sesuai perjanjian konyol mereka.


Semua kesepakatan itu sudah rusak, sudah sama-sama mereka langgar. Tidak berlaku, bahkan uang yang Gisel dapatkan tidak hanya 1 M saja. Melaikan ia telah mendapatkan sumbernya dengan paketan lengkap. Tetap bisa merawat anaknya, mendapat perhatian dan kasih sayang dari mertuanya, juga mendapatkan cinta dari Romeo, pria yang secara tak sengaja ia temui di malam itu.


“Aku wanita murahan, Ma. Bahkan tak layak di anggap sebagai menantu. Aku wanita matrealistis.” Gisel menilai dirinya sendiri pada ibu mertuanya.


“Apapun alasanmu menjual dirimu di masa lalu. Mama tidak pernah mempermasalahkannya. Sekarang bukan hanya orang suruhan Romeo yang bergerak mencari mantan suamimu. Tapi detektif suruhan papa Keynan juga sudah mulai beraksi. Tujuan kami adalah, sungguh ingin kamu mengakhiri hubungan mu dengan mantan suamimu, secara sah. Mama tau, kamu masih tidak percaya diri dengan status pernikahan siri kalia, bukan?” tebak Yuniarf pada Gisel yang memang hanya banyak murung memikirkan rumah tangga dadakannya ini.


Bersambung …


Maaf sempat hilang ya readers


Kegiatan sedang banjiir… doakan saja selalu punya waktu untuk nulis.

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2