RAHIM PELUNAS HUTANG

RAHIM PELUNAS HUTANG
BAB 68 : TEMAN KECIL


__ADS_3

Cantik, tinggi, anggun hah… persis seorang model. Begitulah bentuk tubuh wanita yang baru datang menghampiri Yuniar, lalu memeluk tubuh wanita paruh baya itu dengan mesra.


“Romeo … apa kabar?" lanjut wanita itu beralih, kemudian melakukan hal yang sama pada Romeo. Berpelukan kemudian mencium pipi kiri dan kanan Romeo tanpa perduli ada sepasang mata yang langkahnya terhenti saat keluar dari ruang ganti. Dan langsung di perhadapkan dengan sebuah tontonan yang tidak sedap di pandang mata.


“Gisel … sini sayang. Kenalkan, ini lho owner butik ini, Namanya Indah. Teman kecil Romeo dulu.” Yuniar yang sadar jika GIsel bisa saja terluka melihat suaminya berpelukan dengan wanita lain di hadapannya.


“Siapa dia, tante?” wanita yang bernama Indah itu berjalan mendekati Gisel, berusaha melakukan hal yang sama pada Yuniar dan Romeo. Walau sedikit kesulitan karena tubuhnya yang tinggi dari Gisel. Sedikit berjongkok adalah posisi yang harus ia lakukan demi dapat menyentuh pipi Gisel.


“Itu istri Romeo …?” Jawab Yuniar bangga.


“Hah … Manda kamu kemana in, Rom?” Indah segera berpaling menoleh ke arah Romeo dengan wajah penasaran.


“Udah ku ganti dong.” Kekeh Romeo tersenyum sambil meraih pinggang Gisel agar dekat dengannya.


“Sejak kapan seleramu ganti dengan yang minimalis?” Indah terkekeh tanpa bermaksud menghina atau merendahkan Gisel. Sebab ia sangat tau betul, bagaimana wanita yang menjadi selera Romeo.


Dulu, Indah tidak secantik sekarang jika bukan karena sempat terobsesi dengan Romeo. Ia pernah memiliki rasa yang berlebihan untuk seorang Romeo. Bukan hanya sekedar teman kecil yang kerap di ajak bermain sejak masa sekolah dasar hingga kuliah di semester tiga. Selama itu ia memendam rasa, dan selalu berusaha menjadi wanita yang persis seperti di impikan oleh Romeo. Dari selera makan hingga bentuk tubuh.


Indah mundur saat Manda yang menjadi wanita pilihan Romeo saat kuliah. Indah adalah tempat curhat utama Romeo saat jatuh cinta pada Manda. Saat itu Manda lah yang terbaik di mata Romeo. Hingga tak bisa melihat kesempurnaan Indah sebagai wanita yang memiliki budi pekerti yang jauh lebih baik dari Manda. Dapat di bayangkan, bagaimana hancurnya hati Indah, setiap Romeo pulang selalu Manda dan Manda saja yang ia ceritakan pada Indah. Hingga kesan pertama Romeo mencium Manda pun, ia ceritakan pada Indah.

__ADS_1


Sejak itu, Indah memilih mundur untuk terus menunggu Romeo sadar akan perasaannya. Bagi Indah, titik terdalam mencintai seseorang adalah saat ia rela melepas orang itu untuk berbahagia dengan pilihannya. Walau ia tak pernah memiliki kesempatan untuk jujur betapa ia pun punya hati yang lebih luas dalam hal mencintai Romeo.


“Ha … ha … Aku baru tau. Kalo yang mungil lebih gemes untuk di peluk, Ndah.” Kekeh Romeo sambil mencium kening Gisel tanpa malu.


“Stt … ga usah heran. Itu orang sudah bucin sama Gisel. Tau kan bucin, ga ada obatnya.” Kekeh Yuniar senang melihat kemesraan anaknya.


“Ya … gitu deh. Seriusan, Manda kemana? Kok bisa ga sama dia lagi?” Indah masih penasaran. Bahkan tidak peduli akan perasaan Gisel yang berstatus istri Romeo. Tapi selalu di cecar tentang mantan istrinya.


“Sudah kandas Ndah. Titik. Kamu sedang berencana merusak mood istriku?” Romeo paham, mungkin malam nanti ia kan di cuekin oleh Gisel. Akibat pertanyaan Indah tentang Manda.


“Ups … maaf. Sumpah aku ga update tentang rumah tanggamu.” Akhirnya Indah mengalah untuk tidak kepo dengan rumah tangga Romeo.


“Oh Tuhan … mengapa aku terlalu rese dengan kisah cinta Romeo yang kandas. Okeh … udah fix pilih yang mana?” Indah kembali pada tujuan kedatangan Yuniar ke Butiknya.


“Iya … sudah. Semuanya sudah tante sampaikan pada Nira. Badan Gisel juga sudah di ukur. Dan jangan lupa, jangan ketat. Sebab acaranya masih bulan depan. Dan sekarang Gisel sedang hamil.” Haduuh, kenapa keterangan Yuniar justru membuat Indah makin kepo lagi tentang Gisel. Sumpah ia penasaran dengan Gisel. Kulitnya tidak putih apalagi glowing, tubuhnya tidak langsing, sedang hamil pula. Wajahnya biasa saja, tidak cantik banget. Fix, ini tuh jauh dari sosok wanita impian Romeo sejak dulu. Romeo penggila wanita sejenis boneka barbie. Dan semua itu ada di Manda juga dia sekarang. Apa kabar usahanya selama ini mempertahankan pola makan, body goal, tetapi lelaki yang pernah menjadi targetnya justru beralih selera. Indah merasa di rugikan dalam hal mempertahankan dirinya.


“Ku hamil duluan… sudah tiga bulan.” Untuk menutupi keterkejutannya, Indah hanya berdendang, dengan syair lagu yang Bunda Korla viralkan beberapa waktu ini.


“Heey … untuk informasi. Ini bahkan kehamilannya yang kedua.” Yuniar terkekeh senang dan bangga dengan prestasi menantunya itu.

__ADS_1


“Whatt …?”


“Ya … itu kehamilan Gisel yang kedua. Anak mereka Oniel sudah hampir setahun di rumah.” Jelas Yuniar tanpa di minta.


Indah hanya menganguk-angguk. Sambil menelan salivanya. Otak miringnya berkelana, fix. Ini wanita bukan sembarang wanita. Ia pasti punya ilmu tinggi sejenis jampi-jampi ampuh yang dapat mendapatka Romeo bahkan hingga bucin. Sumpah demi apa, fisikly Gisel tu bukan speek idaman Romeo.


“Romeo terlampau sibuk, sampai ga sempat buat acara resepsi mereka. Padahal mereka sudah lama menikah, bahkan sebelum bercerai dengan Manda.” Yuniar menyampaikan itu, saat Romeo sudah membawa Gisel duduk agak jauh dari mereka. Romeo tau, mamanya pasti gatal untuk bergosip dengan Indah, yang sejak dulu memang selalu cocok dalam halbertukar informasi.


“Oh yess… I now. Fix nih, Gisel pelakor. Olala … dudududu. Ga ngira, kalo kebucinan Romeo pada Manda bisa lenyap hanya oleh seorang wanita mungil ini. Ambil kajian di mana, sampe bisa ngerusak hubungan cinta yang begitu kuat.” Batin Indah merasa jika Gisel bukan orang biasa.


“Manda sekarang apa kabar, Tan?” Lagi. Bukan Indah namanya kalau tidak gigih menggali informasi pada Yuniar.


“Hemm …” Yuniar tampak berpikir sejenak. Ia memang membenci Manda bahkan sejak pertama kenal. Yuniar juga tau, jika lawan bicaranya sekarang sangat mencintai putranya. Tapi bukan berarti ia punya hak untuk menjelek-jelekan Manda mantan menantunya bukan.


“Maaf Ndah. Tante juga tidak tau kabarnya sekarang. Sejak mereka resmi bercerai, kami putus hubungan. Tante tidak pernah mau menanyakan kabar Manda pada Romeo. Selain itu sudah jadi masa lalu mereka, tante juga harus menjaga perasaan Gisel, memantu tante sekarang.” Jawab Yuniar bijak sana.


“Hi … hii. Maaf ya Tante. Sebab, Indah ga nyangka saja mereka bisa sampai pisah.?” Jawab Indah memandang lekat pasangan yang terlihat mesra dari kejauhan tatapan matanya.


“Kamu apa kabar? Apa sudah move on dari cinta pertamamu?”

__ADS_1


Bersambung …


__ADS_2