
Otak mana yang mampu menerima begitu saja akan sebuah kenyataan yang datang bertubi-tubi. Pun tentang seseorang yang sangat amat kita cintai. Namun, apalah arti sebuah rasa jika semua bukti konkrit telah berbicara dengan nyata.
Sekuat hati Romeo mencinta, bahkan dengan sekuat tenaga untuk bertahan untuk terus berjuang membela wanita yang ia puja. Akhirnya luruh juga pada semua fakta yang berhasil anak buah yang lebih ia percaya itu dapatkan.
Tidakkah kiranya Romeo hampir gila memikirkan itu semua. Ia bagai di tampar habis-habisan hari itu, dengan semua perbuatan buruk Manda di belakangnya. Hancur, luka dan sederet derita lainnya kini menghinggapi jiwanya. Romeo anak tunggal, tentu saja ia sangat manja dan rapuh. Ia butuh tempat untuk berbagi juga bersandar. Dua kakinya sendiri bahkan seolah tak mampu menyandang raganya untuk terus melanjutkan hidup.
Tetapi saat matanya mengarah pada sebuah kamar yang di tempati oleh Gisel. Matanya berbinar, seketika gundahnnya sirna. Sebab di dalam sana, masih ada secercah harapan. Ada wanita yang sudah berstatus sebagai istrinya. walau hanya ia nikahi secara siri. Terlebih di tubuh itu, sudah tumbuh benihnya. Sudah ada jiwa yang harus menjadi tujuannya hidup di masa yang akan datang. Masih ada orang yang harus ia jaga dan lindungi.
Gisel adalah perantara. Sebab buah hatinya masih melekat pada wanita yang secara tidak sengaja ia temui. Sehingga wajarlah baginya untuk mentransferkan kasih sayang pda buah hatinya melalui wanita tersebut. Singkat pintanya. Agar Gisel bersedia menjadi istri yang sesungguhnya, sebab ia telah menjadi duda dari istri pertamanya.
“Jangan berharap banyak. Bagaimanapun, aku masih istri orang.” Gisel senang, saat berhasil meresahkan pikiran Romeo.
“Apa kamu masih menganggap lelaki itu suamimu …? Setelah ia membawa kabur anak kalian dan membuat kamu bertanggung jawab atas hutangnya?” tanya Romeo memandang lekat pada manik mata yang tak pernah terlihat ingin melawannya tersebut.
“Bagaimanapun … aku tak pernah di jatuhkan talak oleh Dandy. Walaupun secara agama, tidak mendapatkan nafkah lebih dari 3 bulanpun sudah berarti, talak sudah jatuh. Tetapi, kita hidup di Negara hukum. Maka, selama ketuk palu belum berbunyi. Aku masih istri orang lain.” Jawab Gisel tegas. Sembari melepas tangan yang sejak tadi melingkar di pinggangnya.
__ADS_1
“Masih banyak pasangan selingkuh lainnya, yang tidak perduli dengan peraturan itu. Bahkan kita sah secara agama. Lalu menurutmu, apa tidak sebaiknya kita menjalankan rumah tangga layaknya suami istri sah pada umumnya.” Romeo mencari alasan agar Gisel dapat menerimanya.
“Kita menikah siri, hanya agar anak ini seolah memiliki ayah …? Atau hanya ingin mensahkan hubungan badan kita kemarin dan selanjutnya …?” tanya Gisel denganp teliti.
“Keduanya …” Jawab Romeo.
“Setauku. Setiap pasangan yang hanya nikah siri, tidak akan berhak mendapat akte lahir seorang anak. Itu bisa di proses bagi pasangan yang menikah secara hukum dan agama. Dan kamu tidak akan pernah bisa menjadi suamiku secara hukum, selama aku belum mendapat surat cerai dari suamiku sebelumnya. Kemudian, jika menikah siri hanya demi mensahkan hubungan badan kita, ku rasa kita hanya sedang memanjakan syah wat saja. Demi menghindar sebutan baruku, yang setingkat dengan ja lang.” Ungkap Gisel.
“Katakan saja jika kamu tidak bersedia menjadi istriku yang sesungguhnya. Sebab kamu masih sangat cinta pada keluargamu, pada suamimu juga anakmu yang hilang itu.” Romeo ingin mengorek isi hati Gisel.
“Jika yang kamu tanyakan tentang cintaku pada Dandy. Tolong jangan tanyakan lagi, bagiku ia sudah mati dan tak layak untuk di kenang. Tak ada secuilpun lagi rasa yang tertinggal untuknya, kecuali luka. Pilu, derita dan kecewa. Mengingatnya hanya membuatku terseret dalam rasa marah yang mungkin akan berakhir dendam. Karena dia, aku terperosok dalam lembah dosa, karena dia aku bertemu kamu. Karena dia, aku menyandang hutang. Karena dia pula, sekarang aku harus bertanggung jawab melahirkan anak in untukmu.” Papar Gisel panjang.
“Jika kamu tak mencintainya, apakah sulit bagimu untuk membuka hati untukku …?” mungkin Romeo terlalu tertekan malam itu, hingga begitu memaksa untuk Gisel bisa menerimanya.
“Ini bukan tentang membuka hati atau tidak. Tugas kita hanya menyelesaikan misi, hingga anakmu lahir. Aku ngantuk, silahkan keluar.” Gisel secara terang-terangan mengusir ayah dari anak yang ia kandung itu.
__ADS_1
Romeo melangkah gontai meninggalkan kamar Gisel. Awalnya Romeo kira, ia bisa saja merebahkan tubuh lelahnya di samping wanita yang sedang hamil anaknya itu, juga sudah berstatus halal. Jika kemarin, mereka melakukannya dengan iringan dosa. Romeo kira kini mereka bisa berhubungan dengan iringan doa. Ternyata ia salah.
Hari baru telah tiba. Talak yang Romeo jatuhkan, sudah sangat sah di akui para saksi. Gugatat cerai pun segera Romeo urus dengan segera. Proses kasus penganiyaan terhadap Giselpun di lanjutkan sesuai prosedur.
Romeo bagai manusia baru, menjadi lelaki dingin yang lebih fokus dalam hal bekerja. Tugas yang ayahnya berikan juga segera ia laksanakan. Masih dalam pikiran yang terkontaminasi kebencian tiba-tiba pada mantan istrinya Manda.
Mudah baginya mencari segala yang ingin ia ketahui, saat wanita itu tidak sedang berada di rumah dan kamar mereka. Sebuah bukti print out pengeluaran Manda untuk Roy semua tersimpan rapi dalam kamar mereka. Yang selama ini di rawat baik oleh Manda, dan tidak pernah di gubris oleh Romeo.
Keynan benar, ia bahkan sudah mengalami kerugian Milyaradran oleh istrinya tersebut. Tentu saja surat kepemilikan rumah Roy di tangan Manda, sebab memang Manda yang membelikan rumah itu untuk Roy. Dan itu adalah jaminan, agar Roy tidak bisa pergi dari Manda.
Di tempat lain, Keynan telah melakukan transferan keliling bagi orang-orang yang sudah bekerja untuk Romeo dalam hal mencari bukti perselingkuhan Manda dan Roy. Tentu mereka banyak di bantu oleh pria tua itu. Ia sungguh telah membuat sandiwara di kantor polisi itu terlihat alami dan sempurna.
Tetapi keputusan Romeo menjatuhkan talak pada Manda, itu sungguh di luar dugaannya. Maka, itulah alasannya berbahagia hingga memberi bonus tambahan pada anak buah yang telah bekerja atas perintah Romeo itu.
“Kemana saja Pak Romeo selama ini …? Sampai tidak mencium semua kelakuan busuk istri anda dan suami saya …?” tanya seorang wanita pada Romeo.
__ADS_1
Bersambung ...