Rahim Rebutan

Rahim Rebutan
Rumah baru


__ADS_3

Pukul dua siang, Arta sudah selesai dari aktivitasnya. Sedang Risma masih bergelung dalam selimut.


Arta terkekeh saat tadi Risma begitu bersemangat saat ia mengatakan jika mereka akan pulang kerumah sendiri dan tidak lagi tinggal dirumah kedua orang tua mereka.


Risma sempat mengatakan jika ia tidak ingin tinggal bersama bibi nya karena sang Bibi dan Pamannya sering bersikap semena-mena padanya.


Kedua orang itu akan baik jika kedua saudara sepupunya itu ada dirumah. Risma menangis saat menceritakan hal itu.


Yang anehnya, Risma tidak ingin membuka matanya. Katanya, semua ini akan berlalu jika ia membuka matanya.


Padahal Arta sudah mengatakan jika itu nyata. Arta duduk disisi Risma yang kini masih terpejam. Ia mengusap kepala itu dengan lembut dan penuh kasih sayang.


Perasaan cinta itu sudah hadir saat pertama kali melihatnya. "Abang akan membebaskan mu dari kedua orang itu. Kita akan pulang kerumah baru kita hari ini juga. Sejauh apa mereka menyiksamu, hingga kamu menangis saat menceritakannya padaku? Tetapi sekarang tidak lagi. Abang akan menjamin keselamatan mu dari mereka. Karena sekarang, kamu adalah istriku. Istri sah secara hukum dan agama. Untuk Dilla, aku akan segera melepaskannya."


Arta menghela nafasnya. "Abang pulang dulu kerumah Dilla. Ingin mengambil semua pakaian Abang disana. Setelah kamu bangun, jangan lupa makan ya? Semua perlengkapan kamu sudah Abang sediakan disini. Abang pergi dulu. Nanti akan ada yang menunggu mu diluar kamar hotel ini. Cup."


Arta mengecup kening dan bibir Risma sekilas sebelum ia pergi meninggalkan Risma yang dalam keadaan tersenyum manis padanya.

__ADS_1


Tetapi Arta tidak bisa melihatnya karena ia sudah pergi dan keluar dari kamar pribadinya itu.


Jika Risma kembali tidur dan ia berpikir jika itu hanya mimpi, lain dengan Dilla yang saat ini sedang bersenang-senang di kamarnya dengan pemuda lain.


Arta yang baru saja tiba setelah satu jam berkendara, merasa jengah dengan istri pertamanya yang hanya status saja itu.


Arta segera masuk ke kamar sebelah dan mulai mengemasi seluruh barang-barangnya. Tak tersisa satu pun. Butuh waktu satu jam untuk Arta menyiapkan semua barang-barangnya itu.


Ia sudah menghubungi mobil Pick up untuk membawa semua barang miliknya. Semua pelayan dirumah itu hanya menatapnya saja. Tidak berani berkomentar.


Saat Arta turun dari lantai dua menuju ruang tamu, disana sudah terlihat jika Dilla sedang bermesraan dengan lelaki yang lain lagi.


Arta sangat jijik melihat itu. Tanpa menyapa keduanya ia segera berlalu meninggalkan kedua orang itu yang terkejut melihatnya.


Dilla berlari mengejar Arta. Tetapi terlambat. Suami statusnya itu sudah pergi meninggalkan rumah itu tanpa melihatnya sama sekali.


Ada rasa kehilangan di hati Dilla. Namun, ia tepis. Karena saat ini ia sedang bersenang-senang dengan berondong muda incarannya.

__ADS_1


Yang menurutnya sangat hot di ranjang. Dilla tidak tahu saja, jika berondong itu sengaja memoroti hartanya. Setelah puas, ia akan membuang wanita ja lang itu.


Arta yang sudah tiba di komplek perumahan yang tidak jauh dari rumah Annisa, segera turun dan melihat rumah yang akan ia beli itu.


Rumah itu baru saja ditempati selama lima tahun. Tetapi karena sang pemilik ingin pindah ke Jakarta, ia terpaksa menjualnya.


Dan Arta lah pembelinya. Semua perabotannya masih lengkap. Begitu pun dengan perabotan di dalam kamar yang ada di dalam rumah berlantai dua itu.


Arta tersenyum puas saat melihat kamar utamanya yang sama persis dengan ruang Pribadinya yang ada hotel miliknya.


"Kita akan segera pindah kesini. Semoga kamu sudah bangun sayang.." lirihnya dengan mata terpejam.


Karena tubuhnya merasa sangat lelah. Lelah karena kurang tidur akibat aktivitas panasnya. Dan juga lelah karena mengurus segala sesuatunya tentang Risma sebelum ia membeli rumah itu.


Dan sekarang, ia sudah menjadi pemilik sah dari rumah itu. Tinggal menunggu kehadiran Risma saja disana.


Seluruh pegawai yang ia bawa segera mengurus barang-barangnya yang ia bawa dari rumah Dilla tadi.

__ADS_1


__ADS_2