Rahim Rebutan

Rahim Rebutan
Tes DNA


__ADS_3

Kedua orang itu masih tertegun dan mematung disana. Sementara kedua istri mereka sedang berjuang saat ini.


Keduanya mendadak linglung menjadi seperti orang bingung. Keduanya jatuh terduduk di kursi tunggu ruang bersalin itu.


Dimana telinga keduanya sangat jelas mendengar jika kedua istri mereka saat ini sedang berjuang melahirkan penerus mereka.


Keduanya dilanda bingung dan tidak tahu berbuat apa. Dalam sekejab, dunia mereka merasa terbalik saat mendengar ucapan Risma tadi.


Apa benar malam itu adalah Risma?


Bukankah keduanya malam itu melihat wanita berhijab dan wajah itu sama persis seperti Risma?


Keduanya menggeleng bersamaan. Lagi, keduanya dilanda bingung. Mereka tetap menunggu kelahiran anak kedua istrinya itu yang sangat diragukan oleh keduanya.


Setengah jam menunggu, akhirnya kedua istri pemuda itu melahirkan. Sang mama yang begitu bahagia menangis haru. Mereka berpelukan bersamaan saat mengetahui jika cucu keduanya laki-laki.


Deg!


Deg!


Jantung keduanya berdegup kencang kala sang Mama mengatakan,

__ADS_1


"Ya Allah Mbak! Mirip sekali sama Bagas!"


"Benar Wi! Mirip Andi! Persis seperti Andi saat baru dilahirkan dulu! Sangat tampan!"


"Hooh Mbak! Bibit unggul ini!" Keduanya tertawa bersama yang membuat dua pemuda di luar ruang bersalin itu menggigil seketika saat kedua mama yang merupakan saudara sepupu itu mengatakan jika bayi yang baru dilahirkan oleh keduanya itu sangat mirip dengan mereka.


"Nggak! Mama pasti salah! iya kan Ndi?" tanya Bagas pada Andi yang kini juga tertegun dan terkejut mendengar ucapan kedua orang tua itu.


"Tapi.. Mama pasti tidak salah Gas! Keduanya yang melahirkan kita. Keduanya sangat hafal bagaimana saat kita lahir dulu." Jawabnya masih dengan tatapan kosongnya.


Bagas terdiam mendengar ucapan sepupunya itu.


Sementara di ruang rawat inap dimana Arta dan Risma berada saat ini sudah di penuhi dengan keluarga Arta.


Kak Ira memegang yang satunya. Annisa sedang berbicara penting dengan Arta. Ada Bang Tama dan Bang Raga disana.


"Terus? Apa yang harus kita lakukan saat ini? Jika mereka nekad bagaimana?" tanya Annisa pada Arta setelah mendengar seluruh cerita Arta tentang dua pemuda yang ingin mengambil kedua anknya dan Risma.


Risma memilih diam. Ia tidak ingin berbicara apapun saat ini. Biarlah Arta saja yang membahasnya.


Membahas kedua lelaki itu membuat Risma menjadi kesal dan mood nya itu sangat buruk terhadap lelaki itu.

__ADS_1


Arta menghela nafasnya. "Seperti yang sudah kami sepakati, bahwa kita harus melakukan tes DNA dengan mereka berdua. Setelah terbukti kedua putriku bukan anak mereka berdua, maka aku akan menuntut keduanya di pengadilan!" tegas Arta yang diangguki oleh Tama dan Bang Raga.


"Betul itu. Kamu memang harus bersikap tegas kepada mereka. Mereka sudah melakukan pencemaran nama baik Risma dengan mengatakan jika Risma seorang wanita yang tidak baik. Padahal kita tahu, jika Risma tidaklah seperti itu." timpal Bang Tama yang diangguki Bang Raga.


"Maka dari itu aku sudah menyuruh Farhan untuk mengambil sampel DNA keduanya untuk dilakukan tes DNA hari ini juga. Aku menyerahkan tugas itu kepada Farhan. Kamu tak apa kan Yanti?" tanya Arta pada Yanti yang di pinta Arta untuk satu ruangan dengan Risma.


"Tenang tuan. Saya mah santai aja kali. Lakukan saja apa yang menurut tuan perlu dilakukan untuk kedua orang itu! Saya sudah sangat kesal terhadap keduanya yang selalu mengakui jika kedua anak tuan dan Nyonya Risma itu anak mereka!" Ketus Yanti menggebu-gebu.


Risma terkekeh, "Sabar Mbak. Ingat, kamu itu baru saja melahirkan loh.." peringat Risma masih dengan terkekeh.


Yanti menghela nafas panjang. Masih sangat kesal dirinya mengingat kelakuan kedua orang itu.


Semua keluarag pun merasa kesal kepada kedua lelaki yang mengakui kedua anak Arta itu anak mereka berdua.


Entah darimana asalnya pemikiran itu. Yang jelas, karena mereka mengira jika yang melayani mereka malam itu adalah Risma, maka anak yang ada di dalam kandungan Risma pun jadi anak mereka berdua.


Sementara Farhan bergerak cepat mengurus tes DNA itu yang ditangani langsung oleh rekan Arta. Ia sudah mengambil sampel kedua lelaki itu dan juga milik Arta serta kedua bayinya. Hasil tesnya akan keluar tiga hari lagi.


Kedua lelaki itu kini sedang di sidang oleh kedua orang tuanya.


Mereka sedang diceramahi dan dimarahi habis habisan. Mereka berdua tidak bisa berkutik saat ini.

__ADS_1


Bukti nyata terlihat jelas. Benar, jika kedua bayi itu sangat mirip dengan mereka berdua. Keduanya tidak bisa mengelak lagi saat ini.


Tinggal menunggu hasilnya saja yang pasti. Mereka berdua duduk tepekur dihadapan kedua bayi dan juga istrinya saat ini yang memandang mereka berdua dengan kecewa.


__ADS_2