
"Tidak ada yang salah, Nak. Hanya saja kenapa sampai Risma dalam pengaruh Obat? Bukankah ia sudah kamu letakkan di kamar pribadimu bersama bibi- hah?" Bunda Zizi menganga melihat Risma yang mengangguk dengan air mata beruraian.
"Benar seperti yang Mak pikirkan. JIka Risma diberikan obat itu oleh BIbi nya sendiri yang entah untuk apa. Abang pun bingung. Ia tahu jika Risma sudah menjadi istri Abang, tetapi tetap memberikan Risma obat itu. Maksud hati setelah berbicara sebentar dengan kalian kemarin malam, Abang ingin ngomong dulu sama Risma sebelum kami memulai rumah tangga ini. Tetapi ya.." Arta tidak melanjuti ucapannya karena Risma memegang kedua tangannya dan menggeleng.
Arta menghela nafasnya. "Biarkan saja mereka tahu. Selama ini, mereka sangat percaya kepada kedua orang tuanya hingga mereka lalai mengawasi mu. Sampai-sampai kamu tidaklah bersekolah melainkan bekerja di supermarket milik kita!" imbuhnya yang membuat Risma mendongak melihatnya dengan wajah basah air mata.
Arta mengusap air mata itu dengan lembut yang membuat Risma semakin tersedu. Arta segera memeluknya. Bunda Zizi menghela nafasnya.
__ADS_1
"Terus, apa keputusan mu selanjutnya? Apa yang harus kamu lakukan dengan istri pertama mu? Apakah kamu akan menerimanya? Atau kamu akan mengembalikannya kepada kedua orang tua nya?" tanya Syakir yang mengerti dengan tatapan semua orang padanya saat ini.
Arta melepaskan pelukannya dari tubuh Risma. "Ya, Abang akan melepaskan Dilla. Dan hanya akan memiliki satu istri saja. Yaitu Risma Handayani. Istri sah secara hukum dan agama. Surat nya sudah lengkap dan sedang di proses di KUA oleh Uwak Daman. Jadi, kalaupun ada yang bertanya, Risma lah yang menjadi istri sah ku. Bukan Dilla. Dilla menolaknya dulu dan sekarang aku yang menolaknya karena suatu hal. Kalaupun ia berubah dan tetap ingin bertahan denganku, aku tetap tidak akan mau. Jika dia menuduh Risma yang telah merebutku. Itu salah. Semua ini karena kelakuannya. Dan murni keinginanku. Lagipun salinan perjanjian itu masih ada kok padaku? Sekuat apapun ia mencoba untuk memisahkan kami nantinya, aku tidak akan pernah mengizinkannya. Sekali Artafariz mengatakan tidak, maka selamanya akan tidak! Walau ia berubah menjadi baik sekalipun! Bagiku hanya Risma. Tiada yang lain!" tegasnya dengan mata menatap lembut pada sang istri yang kini menggeleng padanya.
"Nggak bisa Bang. Bagaimana pun aku tetap istri kedua. Kak Dilla yang pertama. Jika Abang bisa bersikap adil, itu lebih baik. Berdosa bagi seorang suami yang hanya condong pada satu istri sementara dirinya memiliki istri yang lain.. Aku tidak mau dianggap pelakor dan juga durhaka karena tidak mengingatkan mu. Kamu tetap harus menerimanya walau ia baik dan buruk. Bukan perceraian jalan keluarnya Bang. Berusahalah dulu untuk membawanya ke jalan yang benar. Jika sudah tetapi tidak juga, maka serahkan semua itu sama Allah. Ingat Bang Arta. Allah sangat membenci perceraian. Dan aku tidak ingin dianggap perusak rumah tangga mu dengan istrimu yang lain.." lirih Risma yang membuat semua orang tertegun dengan ucapannya.
Arta menatap lekat pada sang istri yang kini berusaha tersenyum walau sebenarnya bibir itu sangat sulit tertarik karena fakta yang baru saja ia dapatkan.
__ADS_1
Istri pertama yang Risma tidak tahu dan baru saja ia tahu malam ini dirumah baru suaminya yang sengaja ia beli untuk Risma demi menjalani pernikahan itu dengan semestinya.
Inilah resikonya menikah dengan suami orang dan menjadi yang kedua. Walaupun sah secara hukum, tetap saja jadi yang kedua.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Gimana? mau lanjut? Like dan komen! Mampir juga di karya-karya othor yang lainnya ye?
__ADS_1
Klik aja akun menulis othor, disana bisa memilih yang mana mau kalian baca.
Othor harap pun semuanya! 😂