
"Hahahhahaha..."Dilla dan Yanti tertawa saat mendengar ucapan Risma. Sedang kedua orang itu segera menangkup burungnya.
Arta terkekeh-kekeh melihat itu. Farhan berdehem untuk mengurangi rasa geli dihatinya saat melihat kedua orang itu sedang menangkup burungnya dengan wajah ketakutan.
"Apalagi yang kalian tunggu?? Pulang sana!" teriak Risma lagi.
Kedua orang itu segera bangkit dan berdiri menjulang dihadapan Arta dan Risma.
"Kami tetap akan kembali lagi kesini untuk mengambil apa yang menjadi hak kami!" tegasnya lagi masih juga keras kepala.
__ADS_1
Arta mengangguk setuju, "Baik. Keputusan nya akan diambil setelah bayi di dalam kandungan istri saya lahir ke dunia. Kita akan melakukan tes DNA. Jika anak yang di dalam kandungan istri saya terbukti anak saya, maka kalian berdua harus siap masuk ke dalam penjara beserta orang yang sudah berani ingin menjual rahim istri saya demi uang. Untuk saat ini, kalian pulanglah!" tegas Arta yang diangguki oleh keduanya.
Kedua lelaki yang ternyata teman sekelas Arta saat di kampus dulu dan juga teman ranjang Diila itu pergi, Dilla yang sudah tidak tahan dengan apa yang ia lihat dan ia dengar tertawa terbahak.
"Hahahahaha... Hahahahah... Kasihan.. Hahahha.. Baru pertama kali hamil tapi sudah menjadi rebutan! Hahahaha..." Dilla tergelak kuat hingga Yanti pun ikut-ikutan karena apa yang Dilla katakan itu memang benar adanya.
Risma dan Arta mendengus mendengar Dilla dan Yanti menertawakannya. "Dengar ya Mbak! Anak yang ada di dalam kandungan ku ini bukanlah anak mereka. Ini anak bang Arta. Benar jika malam itu aku melihat mereka masuk kekamar itu tetapi saat aku sudah dalam gedongan Bang Arta. Walau waktu itu aku dalam pengaruh obat aku tetap bisa melihat dengan jelas. Jadi.. Jangan katakan jika anak yang ada di rahim ku ini jadi rebutan! Ini anak kami berdua!" sewot Risma dengan segera berlalu meninggalkan Dilla yang masih saja tertawa saat ini.
Tapi tuan, bukankah saat ini pun bisa kita melakukan tes DNA itu?" tanya Farhan yang diangguki oleh Arta.
__ADS_1
"Bisa. Tapi aku takut rahim Risma yang bermasalah. Untuk itu aku mengambil keputusan ini Han. Tunggu sampai kedua anak ku lahir dan kita lakukan tes DNA ini. Untuk sementara biar mereka berpikir jika yang ada di rahim Risma itu anak mereka berdua. Ck. Ada saja masalahnya! Dulu dengan tua bangka kurang ajar itu! Dan sekarang? Rahim istriku pula yang jadi rebutan? Bagaiman ceritanya Risma bisa bersama mereka dalam waktu satu malam. Sedang Risma dari malam sampai siang harinya aku saja yang menggarapnya! Ck." Decak Arta sembari berlalu meninggalkan Dilla yang terus tertawa terbahak mendengar ucapan Arta baru saja.
Ia tidak menyangka jika kehidupan madu dan suami statusnya itu begitu rumit. Dimulai dari pertemuan keduanya hingga saat hamil pun Risma masih saja belum tenang.
"Hahaha... Ada-ada saja ulah keduanya. Rahim Risma yang menjadi rebutan. Apa iya Risma bisa berbagi lesung nya dengan orang lain?? Jika itu aku..." lirih Dilla dengan wajah mendadak sendu mengingat kelakuannya yang berada di luar batas bahkan ketika sudah menikah dengan Arta sekalipun.
Maaf ye, sering lama update nya?
Maklum aja. Othorlagi garap sembilan novel ongoing sekaligus.
__ADS_1
Hehehe.. Jangan marah...Sebentar lagi tamat kok.😁🙏