Rahim Rebutan

Rahim Rebutan
Tidak tahu malu!


__ADS_3

Tatapan sinis Dilla tujukan pada Risma yang kini menatapnya dengan senyuman teduhnya. "Siapa juga yang ingin menjadi kakak mu. Sampai kapan pun aku tidak sudi menerima kamu menjadi adikku. Aku tidak mau kamu menjadi maduku! Aku hanya ingin Arta, bukan kamu!"


Dddduuuaaarrr!!


Risma terkesiap medengarnya. Begitu pun dengan Arta, Farhan dan Yanti. "Benarkah?" tanya Risma masih dengan senyum teduhnya.


Arta melirik Risma yang masih memaksakan senyum walau sebenarnya ia tahu jika ucapan Dilla baru saja menyentak hati dan pikirannya.


Ata menatap Risma dengan tatapan sendu dna menggeleng padanya. Dilla tersenyum sinis melihat itu.


"Ya, yang aku inginkan hanya Arta! Tidak dengan kamu! Sampai kapan pun, aku tidak sudi menerima kamu menjadi maduku! Enak saja kamu menikahi suami saya seenak jidatmu! Kamu itu pelakor! Perebut laki orang! Paham kamu?"


Ddduuuaaarrrr!!


Lagi, Risma terkesiap mendengar ucapan Dilla yang benar-benar menyakiti hatinya. Risma menunduk, tetapi bibir itu masih mengukir senyum.

__ADS_1


Senyum yang terlihat menyakitkan. Itulah yang terlihat di mata Arta. Arta yang geram mendengar ucapan Dilla, mendorong kepala Dilla hingga terhuyung ke samping.


Plak.


Plak.


Arta menggeplak kepala Dilla yang membuat mata wanita itu berkaca-kaca melihat Arta. Risma, Yanti dan Farhan terkejut melihat perbuatan Arta yang spontan itu. Dilla mentapanya dengan nanar.


"Bicara apa kamu, huh?! Kamu ingin saya? Kamu mau saya tetapi tidak menerima istri saya menjadi madu kamu?? Heh? Siapa kamu? Sampai kamu menolak istri saya? Berani-beraninya kamu menolak istri saya! Saya yang tidak akan pernah menerima kamu untuk menjadi sitri saya! Kamu dengar?! SAYA TIDAK MENERIMA KAMU NONA FARADILLA HERMAWAN UNTUK MENJADI ISTRI SAYA! SAMPAI KAPANPUN, HANYA RISMA YANG BERHAK MENJADI ISTRI SAYA! KAMU MENYEBUTNYA PELAKOR?? HEH?! HAHAHAHA... GILA KAMU! TIDAK WARAS KAMU! DASAR TIDAK TAHU MALU! SUDAH SYUKUR ISTRI SAYA MENERIMA KAMU DAN MEMBUJUK SAYA UNTUK BERLAKU ADIL PADAMU? TAPI APA BALASAN MU?! KAMU INGIN SAYA?? HUH?! MIMPI KAMU!!!"


Dddddduuuaaaarrrr!!!


Risma menitikkan air matanya. Arta yang melihat itu segera bangkit dan memeluk Risma dengan erat. Ia menatap nyalang pada Dilla yang kini juga menteskan air matanya sambil melihat Arta memeluk Risma.


"Seharusnya kamu malu Nona Dilla. Jika bukan karena ketulusan istri saya, maka saya tidak akan pernah menerima kamu dirumah kami. Kenapa baru sekarang kamu menginginkan saya? Kemana kamu selama satu tahun ini? Apakah kamu cemburu melihat kebersamaan kami berdua? Ingat tentang perjanjian yang kamu buat Nona Faradilla! Kamu selalu sibuk dengan urusan mu! Tidak pernah peduli dengan saya. Bahkan saking tidak inginnya kamu, kamu sengaja membuat perjanjian konyol mu itu pada saya. Kamu pikir saya sudi untuk menyentuh tubuh suci mu itu?? Heh?!"

__ADS_1


Ddduuuaaarrr!!!


Lagi, Dilla tersentak.


"Sampai mati pun, saya tidak akan pernah menyentuh tubuh mu yang sudah lebih dulu di sentuh oleh lelaki lain! Kamu ingin memberikan tubuh bekas mu kepada ku??"


Dddduuuaaarrrr!!


"Mimpi kamu! Jijik saya melihat kamu! Seharusnya kamu tahu diri dan punya urat malu saat berkata seperti itu kepada istri sah ku! Kamu itu hanya orang lain dan orang asing di dalam rumah ini. Sudah syukur istriku menerima kamu, tetapi kamu dengan tidak tahu malunya malah menginginkan ku tanpa Risma bersama kita?? Hehh! Itu tidak akan pernah terjadi! jangan pernah bermimpi kamu Faradilla Hermawan!"


Lagi dan lagi tubuh itu semakin bergetar hebat saat mendengar ucapan Arta yang semakin menyudutkan dirinya dan merendahkan Harga dirinya.


"Kamu lihat sekarang, Risma? Wanita apa yang kamu bela saat ini?? Kamu membelanya mati-matian. Tetapi dia dengan sengaja menusuk kamu di depan kamu! Wanita ini, dengan tidak tahu malunya menginginkan suami mu. Dia tidak mau berbagi dengan mu. Dia ingin memilikinya sendiri! Sudah tahu kenapa Abang selalu menolaknya?" ucap Arta pada Risma yang kini sudah berhenti menangis dan melihatnya.


"Karena itulah Abang tidak ingin menerimanya. Karena dia wanita egois! Wanita yang hanya ingin menguasai diriku seorang diri. Inikah yang ingin kamu bela Risma?? Wanita ini yang ingin kamu Bela? Wanita yang tidak punya urat malu?? Cih! Sampai kapan pun aku tidak akan mau menerimanya untuk menjadi istriku! Kamu satu-satunya istriku. Sekarang dan selamanya!"

__ADS_1


Deg!


Deg!


__ADS_2