Rahim Rebutan

Rahim Rebutan
Nikah dadakan


__ADS_3

"Ayo, Bu. Siapkan Risma!" katanya pad asang istri dengan lirikan matanya


Bu Halimah mengangguk, "Ba-baik Pak. Em.."


Arta yang paham segera mengeluarkna kartu namanya. "Pergilah ke hotel Az yang tak jauh dari sini. Persiapkan Risma disana. Berikan kartu nama itu pada pihak hotel. Mereka akan memberikan kamar salah satu hotel untuk kmi berdua malam ini. Tapi ingat! Jangan berani macam-macam!" tegasnya penuh penekanan hingga membuat wanita paruh baya itu mengangguk cepat dengan wajah memucat.


Wanita tua itu mengambil kartu dari tangan Arta dan segera beranjak darisana menuju hotel yang sudah di janjikan.


Sedang Arta segera menghubungi kedua kakak dan Abangnya. Annisa , Ira, Lana dan Syakir sangat shock mendengar semua itu.


"Tapi kamu udah punya istri, Dek!" seru Lana merasa gusar dibalik sambungan video call nya.


Arta terkekeh, "Pokoknya kakak sama Abang kesini. Daripada Arta melakukan zina yang berujung dosa, 'kan lebih baik Abang nikahi?? Udah, kakak sama Abang cepetan kemari. Mempelai wanitanya sedang menunggu kita dihotel Az. Kakak dan Abang langung saja kesana ya? Jangan lupa segala persiapannya!"


"Artaaaaaa!!! Ini udah malam woy! Mana ada lagi yang kayak begitu! Nikah aja dulu. Besoknya baru kami sediakan!" jawab Annisa sedikit geram dengan adik lelakinya ini.


Syakir sangat shock saat ini. Ia tidak bisa berbicara apapun. "Bawa Mak kita ke hotel ya Bang. Kita akan menikah disana."


"Hah, dasar kamu Dek. Baiklah, iya! Abang sama Mak kesana!" ketus Syakir di ujung kalimatnya.

__ADS_1


Arta tergelak.


Pak Roni menciut melihat itu. Entah seperti apa penglihatannya saat ini untuk Arta. Yang jelas sosok seperti Arta ini mematahkan semangatnya untuk menjai penipu ulung lagi sekarang batal karena sudah ketahuan Arta.


"Ikuti saya!" tegasnya penuh penekanan dengan aura yang begitu menyeramkan terlihat di mata Pak Roni.


Sementara di hotel Az, Bu Halimah segera memeberikan kartu tanda itu kepada pihak resepsionis.


Mereka segera menghubungi manager hotel. Cukup menunggu lima belas menit aja, kini keduanya sudah berada di kamar salah satu hotel.


Kamar 303.


Kamar Khusus pemilik hotel. Bu Halimah sempat ingin kabur setelha mengantar Risma kesana, tetapi gagal karena pihak hotel sudah menunggunya di depan pintu,


"Bi, kenapa Bibi bawa aku kesini? Kita ingin ketemu siapa sih?" tanya Risma semakin merasa gelisah


Begitu pun dengan wanita paruh baya itu. Ia tidak menjawab pertanyaan Risma. Dering ponselnya terus berbunyi. Pertanda ada panggilan masuk dari dua nomor berbeda.


Tetapi ia tidak mengangkatnya. Ia yang tidak betah di dalam hotel itu segera keluar dan berbicara kepada penjaga pintu hotel mereka itu.

__ADS_1


Ia membisikkan satu kata yang membuat penjaga itu membulatkan matanya. Segera ia patuhi dan akan mengabarkannya kepada Arta.


Petugas itu berlarian masuk ke lift untuk menuju ballroom ruangan dimana seluruh keluarga sudah berkumpul disana dengan wajah kesal dan harap-harap cemas.


"Permisi Tuan Arta, bisa kita bicara sebentar? Penting!" katanya sambil mengedipkan matanya cepat pada Arta.


Arta yang paham segera bangkit. Masih dengan menggenakan pakaian saat tugas nya sebagai dokter tadi, Arta mengikuti petugas hotel iu.


"Ada apa Ris?" tanya Arta pada Haris salah satu orang kepercayaan Arta dihotelnya sendiri.


Haris berbisisk di telinga Arta membuat Arta melototkan matanya. Ia pun mengangguk. "Berikan saja apa yang wanita itu inginkan. Lagi pun Risma. Gadis yang bersamanya itu merupakan calon istri saya!"


"Baik Tuan, saya permisi!"


"Hem," jawab Arta dengan segera kembali duduk dimana keluarganya berkumpul.


Sedang dirinya duduk dihadapan Pak Penghulu yang sedikit masam wajahnya karena Arta mengganggu nya.


"Jangan marah ah! Uwak jelek kalau marah!" celutuk Arta membuat Uwak Daman mendengus tak suka mendengar ucapan Arta.

__ADS_1


"Diam kau keponakan sialan! Uwak itu baru saja pulang. Kau sudah menyuruh Uwak kesini. Mana belum makan lagi! Lapar Uwak, Arta!" ketusnya semakin tak suka kepada keponakannya itu.


Arta tertawa.


__ADS_2