Rahim Rebutan

Rahim Rebutan
Keributan Dilla dan Yanti


__ADS_3

Arta mengurus Risma dengan baik. Baru saja ia pulang dan belum lagi mandi ataupun makan, ia sudah mendapatkan istrinya itu jatuh terkapar di lantai.


Saat ini Arta baru saja selesai mandi setelah tadi mengurus Risma terlebih dahulu. Ia mendekati Risma dan menyentuh dahinya.


"Alhamdulillah sudah agak mendingan. Kalau saja Bi Iyem dan Yanti tidak pergi, tentu Risma tidak akan seperti ini. Huft.." Arta menghela nafasnya.


Ia keluar setelah memastikan Risma sudah agak mendingan.


Ia turun ke bawah bertepatan dengan Bik Iyem dan Yanti baru saja masuk dengan membawa kantung belanjaan yang lumayan banyak. Arta mengerut kan alisnya melihat Dilla mengekori mereka berdua.


"Bawa naik semua barang belanjaan saya! Letakkan di ranjang, setelah itu masak makan malam untuk saya dan Arta. Ck. Istri sialan Arta itu satu harian tidak keluar-keluar dari kamar! Entah apa yang dia perbuat sampai-sampai tidak keluar. Dan saya jadi kelaparan hari ini. Dan sebagai hukumannya karena dia tidak memasak untuk saya dan kalian juga. Kalian bertiga tidak boleh makan kecuali saya dan Arta!"


Deg!


Arta mengeraskan rahangnya. Ia turun dengan langkah yang cepat. Tetapi baru tiga undakan tangga yang ia lewati sudah terlihat sikap Yanti berubah total.


Bruuk!


Dilla terkejut, ia melotot melihat Yanti yang kini sednag menantangnya dengan cara papaer bag itu ia lemparkan ke lantai dan juga wajah Dilla.


"Kau...!!"


"Apa! Ingin menampar saya? Iya? Yang ada saya yang akan menghajar kamu! Jika bukan saya menghormati kamu di depan tetangga dengan mengatakan jika kamus saudara Risma, maka sedari tadi saya sudah menyumpal mulut kamu dengan semua belanjaan kamu itu! Heh! kamu pikir saya sudi membawa semua barang belanjaan kamu?? Cuih! Saya tidak sudi! Jika bukan karena Risma, saya sudah menendang kamu dari rumah ini sedari kamu menginjakkan kaki dirumah ini!" ketus Yanti pada Dilla yang membuat Istri Arta itu sangat geram dengan pembantu dirumah Arta itu.

__ADS_1


Dilla merasa sangat geram dengan Yanti. "Dasar pembokat sialan!! Pembokat Nggak ada akhlak! Memang ya, kalau orang rendahan sikap dan kelakuannya juga rendahan! Cuih!" hina Dilla dengan menatap sinis pada Yanti yang kini sedang melihatnya dengan tatapan mengejek.


"Kamu pikir kamu sangat mulia begitu?! Hingga saya harus tunduk dan patuh padamu?! Ingat siapa kamu Nona Dilla! Kamu itu perempuan liar! Mu ra han!"


Dddduuuaaarrr!


Tersentak Dilla mendengarnya. Ia maju selangkah dan melayangkan tangannya ke pipi Yanti.


Plak!


Plak!


Plak!


Yanti jatuh terduduk dengan bibir robek sedikit akibat tamparan keras dari Dilla.


Arta melangkah turun dengan cepat. Tetapi baru tiga langkah undakan tangga itu, lagi dan lagi istri Farhan itu bisa mengatasi dan menangani Dilla.


Ia tertawa sinis saat Dilla menamparnya hingga ujung bibirnya robek dan mengeluarkan darah segar.


"Ck! Bisa terlihat jelas saat ini siapa yang sebenarnya kamu Faradilla Hermawan! Wanita luar suka sekali membuka pahanya untuk pria mana saja! Dan ya, kamu itu Mu ra han!!!" Hina Yanti lagi.


Arta terkekeh mendengar Yanti menghina Dilla yang memang benar adanya.

__ADS_1


"Bang sat! Sialaann!! Breng sek! Berani kamu menghina saya huh?!! Siapa kamu yang bernai menghina saya! Kamu hanya seorang pembantu disini!" pekiknya dengan kencang hingga membangunkan Risma yang sedang terlelap.


"Ssstt.. Bang Arta.. Aduhh.." lirihnya masih merasa pusing di kepalanya.


"Hahahaha.. Saya memang pembatu, Tetapi pembantu terhormat! Saya tidak membuka paha saya seperti yang kamu lakukan diluar sana pada lelaki yang bukan mahram kamu! saya pembatu, tetapi saya tidak mu ra han seperti kamu!!" hina Yanti yang membuat Dilla semakin mengetatkan rahangnya.


Dilla semakin marah mendengar ucapan Yanti yang memang sengaja menghina dirinya.


"Aaaarrrggtt.. Sialaaann!! Kau dan orang dirumah ini tidak suci! Kalian sama saja dengan saya! Brengsek!! Sialalaaannn!!" umpat Dilla yang membuat darah Arta mendidih yang menyamakan semua orang dirumah ini seperti dia.


"Diam kamu Dilla!! Baru dua hari kamu tinggal disini, kamu sudah membuat keributan!"


Deg!


Deg!


Dilla mematung saat mendengar suara Arta dari atas tangga sana.


...****************...


...Marhaban Ya Ramadhan.....


...selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankannya. Tetap jaga kesehatan agar puasa kita lancah dan mendapat pahala yang melimpah ruah. 🤲🙏🙏...

__ADS_1


__ADS_2