Rahim Rebutan

Rahim Rebutan
Kedatangan Dilla


__ADS_3

Tiga hari berlalu.


Pagi ini Dilla sudah bersiap danakan pergi kerumah suami statusnya itu. "Cih! Anak kecil masih bau kencur ternyata yang kamu nikahi Dokter Arta? Apakah tidakada yang lebih kecil dari ini lagi??" ejeknya pada ponsel yang saat ini terlihat kebersamaan Arta dan Risma saat berbelanja di supermarketnya sendiri.


"Cih!" umpatnya semakin tak suka pada sikap Risma yang menurutnya sok baik.


Terlihat jelas dari rekaman yang dikirimkan oleh orang suruhannya itu jika Risma sedang berbicara kepada seluruh pegawai dengan Arta berdiri disampingnya dengan wajah datar.


"Cih! Sok alim! Oke! Kita temui dirinya sekarang. Apa yang akan terjadi saat ia tahu jika Arta juga sudah memiliki istri lain selain darinya? Heh! Aku yakin jika dokter sialan ini tidak mengatakan yang sebenarnya pada wanita kampungan itu!" ketusnya semakin kesal melihat kemesraan Risma dan Arta di dalam ponselnya itu.


"Kita berangkat sekarang!" imbuhnya pada sang supir yang kini kebingungan melihatnya membawa koper dengan senyum seringai di bibirnya.


"Baik, Nyonya!" sahut sang supir dengan wajah bingungnya.


Walaupun bingung ia tetap mengikuti sang Majikan yang kini sudah duduk manis didalam sana dengan angkuhnya.


Mobil itu pun melaju menuju kediaman sang suami Statusnya yang kini sudah menikah lagi.


Sedangkan Risma yang baru saja selesai mengantarkan Arta berangkat bekerja di kejutkan dengan bunyi bel saat ia baru saja ia ingin membuka pintu kamarnya.

__ADS_1


Ting Nong!


Risma berhenti memegang gagang pintu kamarnya. "Siapa yang bertamu di pagi-pagi begini? Masih jam sembilan pagi loh.." ucapnya sambil melangkahkan kakinya untuk turun ke bawah ingin bertemu dengan tamu nya itu.


Sang asisten rumah tangga yang ditugaskan Arta untuk membantu Risma kini sudah berdiri di depan pintu. Ia memegang gagang pintu itu dan membukanya.


Ceklek.


"Lama banget sih buka pintunya?! Nggak tahu apa orang pegal begini berdiri dengan heels tinggi???" semburnya pada sang asisten rumah tangga Risma yang kini terkejut melihat kedatangannya.


Risma yang baru saja tiba di ujung tangga terkejut mendengar semburan tamunya yang ia duga jika itu adalah seorang wanita.


"Minggir kamu! Halangin jalan saja!" ketusnya sambil mendorong sang asisten rumah tangga hingga jatuh terhuyung ke samping dan hampir saja menabrak Risma yang kini sudah berada tepat dibelakangnya.


Asisten itu membulatkan matanya. "Istri pertama Tuan kesini? Mau apa dia? Mau cari gara-gara? Biar ku lihat, seberani apa dia sama Nyonya muda!" Batinnya tersenyum smirk melihat Dilla yang kini masuk kerumah Risma tanpa membuka sepatu hak tingginya.


Risma hanya menggelengkan kepalanya melihat itu. Sedangkan Dilla terus melangkah masuk tanpa melihat jika Risma masih mengekori dirinya.


Tiba di meja makan, Dilla melihat masih ada makanan tersaji disana. Ia segera duduk dan mulai makan sarapan pagi Risma dan Arta tadi.

__ADS_1


Risma terkekeh melihat Dilla yang seperti orang kemaruk makan makanan buatannya itu.


"Nggak takut gemuk kamu Mbak makan makanan saya, Mbak Dilla?" tanya Risma yang membuat Dilla menyemburkan makanan itu keluar dari mulutnya hingga ia tersedak.


Risma terkekeh melihat itu. Ia segera menuangkan minum dan diberikan kepada Dilla yang kini sedang keselek gegara makan tanpa baca Bismillah.


Ck.


Dilla segera menenggak minuman yang Risma berikan. Setelahnya ia melirik kesal pada Risma yang kini masih terkekeh melihat madunya itu.


"Kamu bisa diam nggak sih wanita sialaannn??" pekik Dilla saking marahnya.


Sang Asisten yang bernama Yanti itu melototkan matanya saat mendengar istri pertama majikannya itu mengatakan Nyonya muda rumah itu dengan sialan.


"Apa anda bilang? Nyonya muda saya sialan?? Heh! Anda itu yang sialan!!! Datang kerumah orang tanpa permisi! Baru datang udah di sembur sama jigong basi! Lah sekarang? Ingin makan makanan buatan majikan sialan saya iya? Enak sekali anda! Yang ada itu ya. Bukan Nyonya muda saya yang sialan! Tetapi anda yang wanita siaalaaaaannn!!" pekik Yanti menggebu-gebu dengan nafas naik turun saat melihat Dilla.


Risma melongo melihat Yanti mengamuk seperti itu. Sementara Dilla semakin kesal kepada pembantu Risma itu.


"Kau...!!!"

__ADS_1


"Apa?! Nyonya sialaaaannn!!!"


Hahhahahaha....


__ADS_2