Rahim Rebutan

Rahim Rebutan
Sah


__ADS_3

Uwak daman sangat kesal pada Arta, "Diam kamu Ta! Kamu harus membayar lebih Ueak malam ini! Mana belummakan. Belum ganti pakaian! Uwak Rita kamu sampai keheranan melihat Uwak yang pergi lagi dengan seragam Dinas KUA begini!" ketusnya lagi.


"Sabar Wak. Inikan mau Nikah? Ayo ah Kita mulai! Uwak akan Arta bayar lebih! Makan dan minum, baju ganti serta tempat yang nyaman untuk tidur, Arta sediakan! Setelah ini kitamakan malam bersama!" ucapnya yang membuat UWak Daman menghela nafas panjang dan mendengus.


Arta tertawa lagi. Ia sangat senag melihat Uwaknya ini kesusahan karenanya. "Kenapa sih, harus menikah lagi? Istri cantik kamu itu kemana? Sudah habis kamau makan? Iya?" ketusnya lagi


Lagi dan lagi membuat Arta tertawa. "Nanti kita bahas itu. Nikahkan Arta segera malam ini." tegasnya yang membuat Uwak Daman kembali serius.


"Baik, tuliskan nama calon mempelai wanitanya lengkap dengan bin nya!" kata Uwak Daman segera menyodorkan selembar kertas putih dihadapan Pak Roni yang kini semakin gemetar melihat wajah Serius Arta yang menurutnya sangat menyeramkan.


Padahal tidak. Arta pemuda ramah sebenarnya. Ia terpaksa menunjukkan sisi lainnya pada lawannya yang seperti Pak Roni ini.


Segera Pak Roni tuliskan nama lengkap Risma dan nama ayahnya. Kemudian ia berikan secrik kertas itu kepada Arta dengan tangan gemetar.


Annisa memicingkan matanya melihat lelaki paruh baya itu. Ia yakin, Arta pasti punya tujuan. Kalau tidak, mana mungkin ia ingin menikah di waktu malam-malam begini.


Ia terus memperhatikan ayah mempelai wanita itu.


Arta melafalkan nama dan juga mahar yang akan ia berikan untuk Risma. Saat tadi melihat Risma dijalanan saat ia ditarik, Arta sudah memikirkan mahar untuknya yang ternyata bersambut.


Arta sangat serius menghafal kalimat ijab itu. Cukup sepuluh menit, ia sudah selesai menghafal.

__ADS_1


"Baiklah, Kita mulai!"


Arta mengangguk dan segera berjabat tangan dengan Pak Roni yang kini semakin dingin tangannya.


"Jangan takut dan jangan gugup!"


Deg!


Pak Roni mengangguk. "Ba-baik!" jawabnya tergagap.


Arta menatap serius padanya yang membuat lelaki paruh baya itu mau tidak mau tidak boleh takut pada tatapan mata tajam Arta yang seakan merobeknya.


"Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, Sadara Artafaris Abbas Syahputra!"


"Saya Nikahkan dan saya kawinkan Engkau dengan keponakan saya RIsma Handayani binti Rosman dengan maskawin satu buah mushaf AlQur'an perhiasan emas seberat sepuluh gram dan satu buah Artafariz hotel yang berada dijalan Kenanga nomor dua dibayar tunai!"


Pak Roni memucat melihat mahar yang Arta berikan untuk keponakannya.


"Saya terima Nikah dan kawinnya Risma Handayani Binti Rosman untuk saya, dengan maskawin satu buah mushaf AlQur'an perhisaan emas seberat sepuluh geram dan satu buah Artafariz hotel yang berada di jalan Kenanga nomor dua dibayar tunai!"


"Bagaimana saksi? Sah?"

__ADS_1


"Sah!"


"Sah!"


"Uhuuk.. Uhukk.. Uhuuukk.." Risma terbatuk-batuk saat meminum minuman yang diberikan oleh Bu Halimah padanya.


Saat ini ia sedang menikmati makan malam bersama sesui dengan perintah Arta tadi kepada Haris.


Kembali ke Ballroom.


"Alhamdulillah.. Barakallahu 'alaikuma wabaraka 'alaikuma fi khair.." Uwak Daman membacakan doa untuk kelancaran pernikahan Arta.


"Bawa kesini mempelai wanitanya!" titah Uwak daman pada Pak Roni.


Beliau bingung dan melihat Arta. Arta tersenyum melihat Uwak Daman yang masih sibuk menandatangi berkas yang akan ia ajukan besok pagi di KUA.


"Mempelai wanitanya udah Arta kurung dikamar! Kalau Uwak ingin melihatnya, besok saja. Karena besok. Arta akan membawa pulang Risma kerumah Kita untuk sementara sebelum Abang mendapatkan rumah sendiri. Dan juga semua pertanyaan kalian akan terjawab besok pagi. Untuk malam ini, kalian istirahatlah dulu. Mak?" ucap Arta pada semua orang dan beralih pada Bunda Zizi yang kini menatap datar padanya.


Arta tau itu.


Tetapi ia tdak bisa menceritakan hal itu sekarang. Mereka semua pun mengangguk. Tak terkecuali Pak Daman yang bertindak sebagai penghulu yang menikahkan mereka berdua.

__ADS_1


Semuanya di tuntun ke kamar masing-masing. Karena besok pagi, semua itu akan dibahas.


__ADS_2