Rama Dan Seni Beladiri Yang Hilang

Rama Dan Seni Beladiri Yang Hilang
Menolong Manusia Setengah Binatang


__ADS_3

Sudut pandang orang pertama : Rama.


Singkat cerita, Aku bersama Renia pergi mencari Isabella untuk meluruskan kesalahpahaman diantara kami.


Kami berdua akhirnya berpencar, agar dapat menemukannya lebih cepat.


Saat dalam perjalanan, secara tidak sengaja Aku menguping pembicaraan dua orang yang sedang mengobrol tentang sesuatu.


"Harganya 10 koin emas."


Ucap salah seorang diantara mereka.


Mereka berdua seperti tengah melakukan transaksi ilegal, didukung dengan tempat berkumpul mereka di sudut bangunan.


Aku berencana untuk meninggalkan mereka dan tidak ingin berurusan dengan siapapun kali ini. Dikarenakan, saat ini Aku sedang mencari keberadaan Putri Isabella.


Namun, saat akan pergi, terdengar sebuah rintihan kesakitan dari seseorang. Saat melihat ke arah orang-orang tadi, terlihat ada seseorang yang sedang disekap oleh mereka. Aku tidak bisa melihat wajah korban dengan jelas, dikarenakan Dia di tutupi dengan kain warna hitam di seluruh kepalanya.


"Aku ingin melihat wajahnya, tunjukanlah padaku!"


Ucap salah seorang yang lain.


Kemudian, orang salah seorang dari mereka membukakan penutup kepalanya. Ternyata, orang yang hendak mereka jual tersebut adalah seorang wanita.


"Manusia-binatang?!"


Ucap kaget orang yang sepertinya akan membeli.


Wanita tersebut merupakan Ras Beast, alias manusia setengah binatang.


"Dilihat dari telinganya, Dia setengah Kucing!"


Ucapku dengan yakin dalam hati.


"Bagaimana, Apa Kau akan membelinya?"


Ucap seorang dari mereka yang merupakan penjual.


"Sulit untuk mendapatkannya ... "


Ucap kembali orang tersebut sambil tersenyum jahat.


Terdapat dua tipe Ras beast. Pertama, adalah mereka yang memiliki ciri fisik dominan hewan, namun dapat berjalan maupun berbicara layaknya manusia. Kedua adalah mereka yang memiliki ciri fisik dominan manusia, namun masih terdapat satu, dua, maupun tiga ciri fisik hewannya, entah itu ekor, gigi maupun telinga.


"Baiklah, aku akan membelinya!"


"Sulit untuk mendapatkan Ras Beast yang memiliki ciri fisik dominan manusianya!"


Ucap seseorang yang sepertinya merupakan pembeli.


Dia kemudian memberikan sejumlah koin emas dalam kantong dan mengakhiri negoisasi. Aku melihat semua kejadian tersebut dengan kedua mata kepalaku sendiri.


"Apa yang harus kulakukan?!"


Gumam kesalku.


"Mulai sekarang, Akulah Tuanmu!"


Ucap si pembeli tersebut.


Terlihat, Dia meronta-ronta seolah tidak ingin pergi. Namun, usahanya sia-sia dikarenakan tangan beserta kakinya diikat oleh tali. Kulit wanita itu terlihat memerah akibat ikatan tali yang sangat kuat. Badannya penuh luka dan begitu kurus akibat kekurangan makan, bajunya terlihat lusuh dan juga robek-robek.


"Tenang, jika Dia tidak menurut, Anda bisa melakukan ini!"


Ucap si penjual ilegal.

__ADS_1


Dia kemudian mengeluarkan sesuatu dari saku celananya, terlihat Dia memegang sebuah peluit dan langsung meniupnya.


Setelah peluitnya ditiup, tiba-tiba kalung yang terdapat pada leher wanita tersebut mengeluarkan listrik. Alhasil, Dia kesakitan karena arus listrik dari kalung tersebut.


Namun, Wanita setengah binatang itu sepertinya tidak putus asa. Dia kemudian bangkit dan mencoba untuk menyerang si penjual. Dengan cepat, si Penjual tersebut menghindar, bersamaan dengan itu, Dia mengeluarkan sebuah katana dan lalu memukulnya tepat pada punggung wanita tersebut menggunakan gagang pedang katana miliknya.


"Inilah akibatnya jika melawan!"


Ucap Si penjual tersebut, sembari menendang wajah wanita setengah binatang tersebut.


"Maaf, aku terbawa suasana."


Lanjut perkataanya.


Akibat dari perlakuannya itu, mata Wanita tersebut terlihat bengkak, hidungnya mengeluarkan darah dan juga satu giginya copot. Dalam keadaan terbaring lemas, Dia sesekali batuk mengeluarkan darah yang cukup banyak.


Melihat semua kejadian tersebut, membuat hatiku menjadi mendidih. Dengan perasaan kesal dan juga marah yang begitu besar, Aku langsung menerjang ke arah mereka.


Namun, serangan tiba-tiba yang ku lancarkan tidaklah begitu efektif. Karena, Si penjual berhasil menghentikan tebasan pedangku menggunakan bilah katana miliknya.


"Untuk anak seusiamu, Kau cukup hebat!"


Ucapnya sembari menahan seranganku.


Dengan tangan kiri, aku segera membuat sihir api dan melancarkan serangan jarak dekat padanya. Terlihat, Apiku tersebut meledak dan membuatnya terpental begitu jauh sampai menabrak beberapa bangunan.


Aku kemudian melirik ke arah si Pembeli, Dia terlihat begitu ketakutan ketika melihatku.


"To-tolong ... Ja-jangan sakiti Diriku .... "


Ucapnya dengan kaki gemetar ketakutan.


"Pergilah ...!"


Balasku.


Aku kemudian melirik ke arah wanita tadi. Dia juga terlihat ketakutan ketika melihat Diriku.


Dengan Kaki, tangannya yang masih diikat oleh tali Dia berusaha untuk menjauh dari Diriku dengan cara menyeret tubuhnya.


"Tenanglah, Aku tidak akan melukaimu."


Ucapku meyakinkannya.


Aku kemudian merapalkan mantra heal padanya, dan setelah itu melepaskan ikatan tali pada Dirinya.


"Kau tidak apa-apa, Apa masih ada yang terluka?"


Tanyaku pada wanita tersebut.


Dia kemudian menggelengkan kepala tanda sudah tidak merasakan sakit lagi.


"Siapa namamu, dan dimana Kamu tinggal?"


Kembali tanyaku padanya.


"Nyx ... Furrington."


Jawabnya.


"Baiklah, sekarang ... "


Belum menyelesaikan perkataanku, tiba-tiba nyx memperingatkan diriku dengan berkata.


"Hati-hati, di belakangmu!

__ADS_1


Saat melihat kebelakang, Si penjual tersebut dengan cepat mengayunkan pedang katana nya ke arah leher kananku. Dengan cepat, Aku berhasil menangkapnya menggunakan tangan kiriku.


Beruntung, karena Aku sempat melapisi tangan kiriku menggunakan energi Mana. Sehingga telapak tanganku tidak terpotong olehnya. Walaupun begitu, darah mengalir cukup banyak dari tanganku.


"Kenapa Kau ikut campur, dasar Anak kecil!"


Ucapnya dengan nada kesal.


"Jangan panggil Aku anak kecil, Paman!"


Balasku.


Dengan segera, Aku kembali menggunakan sihir elemen Api di tangan kiriku, membuat pedang katana miliknya menjadi meleleh.


"Mu-mustahil!"


Ucapnya dengan panik setelah melihat katana miliknya meleleh.


Berbalik badan, Aku dengan cepat meninju dagunya dengan tangan kanan, alhasil Dia terlempar ke atas sekitar dua meter.


Saat jatuh kembali ke tanah Dia terlihat kesakitan akibat tinjuanku tersebut, beberapa giginya terlihat patah dan lidahnya juga terpotong akibat tergigit giginya sendiri. Mulutnya begitu mengeluarkan banyak darah akibat hal tersebut.


Aku kemudian mendekati dirinya yang terlihat sudah tidak berdaya, bertanya tentang hal apa saja yang sudah Dia lakukan selama hidupnya.


"Sekarang, sudah berapa banyak Ras manusia setengah binatang yang Dirimu siksa dan jual selama hidupmu?!"


Tanyaku sembari mendekat ke arahnya.


Dia tidak menjawab pertanyaan dariku dan hanya berusaha pergi dengan menyeret tubuhnya.


"Saking banyaknya ... bahkan Kau tidak bisa menjawab."


Ucapku.


Aku kemudian merapalkan sihir api dan seketika itu membakar dirinya di tempat. Terlihat, Dia begitu kesakitan akibat hal tersebut.


"Pergilah ke Neraka!"


Ucapku setelah dirinya hangus terbakar.


Aku kemudian berbalik badan, nyx terlihat menatap ke arah diriku.


"Sekarang Kau bebas, nyx."


Ucapku padanya.


Nyx kemudian berjalan mendekat ke arah diriku. Setelahnya, Dia memegangi tanganku yang terluka akibat tebasan pedang katana tadi.


"Ada apa, nyx?"


Tanyaku padanya.


Dia kemudian menjilat tanganku yang terluka tadi. Kaget dengan hal yang dilakukan olehnya, aku dengan segera menarik tanganku kembali.


"A- apa yang Kau lakukan?!"


Ucapku.


Dia kemudian memiringkan kepalanya seperti memberitahukan sesuatu kepadaku. Tidak lama kemudian, Aku melihat tanganku yang tadi dijilat olehnya.


Aku seketika takjub dengan pemandangan yang terjadi, tangan kiriku yang tadinya terdapat luka gores yang cukup dalam, kini sembuh dengan sangat cepat.


"Hebat!"


Ucap kagumku.

__ADS_1


_Bersambung.


__ADS_2