Rama Dan Seni Beladiri Yang Hilang

Rama Dan Seni Beladiri Yang Hilang
Perpisahan


__ADS_3

Sudut pandang orang pertama, Rama.


"Selamat pagi!" Ucapku sambil bangun dari posisi tidur.


Aku lalu melihat sekitar, dan menyadari bahwa Anna saat ini tidak ada di sampingku.


Karena panik, Aku kemudian mencarinya kesemua tempat dan menemukannya di tenda bersama Isabella dan Renia.


Yah, benar sekali, mereka bertiga sedang berganti pakaian.


"Aaaa!" Isabella dan Renia berteriak.


Anna dengan polosnya malah meminta Diriku untuk masuk kedalam tenda.


"Sedang apa Onii-chan diluar, ayo masuklah!" Ucapnya.


"Rama!!!!" Renia berteriak dan setelah itu memukul Diriku.


...----------------...


Kami kemudian melanjutkan perjalanan kembali. Nyx terlihat sudah bisa berjalan sendiri walaupun Dia berkata masih sedikit merasakan pusing. Renia tampak masih marah dengan kejadian tadi, dan Isabella kebalikannya, Dia malah terlihat malu-malu.


Kami berencana mencari rute baru untuk menemukan tanaman herbal. Karena, disana terdapat jasad yang diyakini Ibunya Anna. Ditambah lagi, terdapat banyak hewan mitologi yang cukup berbahaya.


"Apa tempatnya disini, Anna?" Tanyaku


"Ya. Kalau tidak salah ... " Jawab Anna.


Anna kemudian berhenti, Dia dan menunjuk sebuah goa yang diyakininya terdapat tanaman herbal.


"Disana!" Ucapnya.


"Bagaimana kamu bisa seyakin itu, Anna?" Tanyaku.


"Tidak, yang dikatakan oleh Anna itu benar. Aku bisa mencium aroma tanaman herbal berada di dalam sana!" Ucap Nyx membenarkan.


"Tunggu dulu, Anna."


"Apakah sebelumnya Anna pernah kemari untuk mengambil beberapa tanaman herbal?" Tanyaku.


Anna nampak bingung karena Dia sendiri tidak tahu bagaimana cara dirinya bisa mengetahui keberadaan tanaman herbal tersebut.


Kami kemudian memutuskan untuk masuk dan bersiap dengan segala hal yang akan terjadi. Renia dan Diriku yang pertama masuk, disusul dengan Anna, Nyx dan terakhir Isabella.


Masuk lebih dalam, Kami menemukan banyak sekali tanaman herbal yang nantinya akan Kami olah menjadi obat.


"Aku tidak melihatnya sebagai tanaman biasa, melainkan sebagai pundi-pundi uang!" Ucap Nyx.


Saat akan mendekati tanaman herbal itu. Tiba-tiba, Kami merasakan sebuah energi Mana yang cukup kuat.


"Anna, Renia, Isabella, Nyx!" Teriakku pada mereka.


Kami semua kemudian mengambil posisi, Nyx membawa Anna kebelakang untuk Kami lindungi. Sementara Aku bersama Renia berada diposisi depan, bertugas bertarung. Isabella berada dibelakang kami bertugas sebagai menganalisa musuh dan tentunya sebagai support.


"Dia datang!" Gumamku dengan tegas.


Munculah makhluk bertubuh manusia namun memiliki kepala layaknya kerbau.


"Minotaur?!" Ucapku dalam hati.

__ADS_1


Dia terlihat memakai senjata berupa kapak yang begitu besar. Dan dengan segera melemparkannya ke arahku, namun dengan sigap aku berhasil menghindari lemparan kapak miliknya.


Lemparan kapak miliknya begitu kuat, terbukti sampai menancap pada dinding goa dengan sangat kuatnya.


"Akan fatal jika Aku terkena serangannya itu!" Ucapku dalam hati.


Lengah, sosok minotaur itu kini sudah berada didepanku. Dia kemudian mengambil ancang-ancang untuk segera memukulku, Renia dan yang lainnya terdengar berteriak ke arahku.


Namun, sesaat sebelum Dirinya melayangkan serangan pukulan padaku. Isabella dengan cepat membuat sihir pelindung, agar serangannya terhenti dan tidak mengenaiku sama sekali.


"Sihir angin : Protection!"


"Terimakasih, Isabella!" Ucapku.


Aku dengan segera melayangkan tinju ke perutnya menggunakan sihir api jingga milikku.


"Sihir api : Red ardor fire strike!" Teriakku.


Pukulanku telak mengenai perutnya dan setelah itu Dia terhempas menabrak dinding goa dengan begitu kerasnya.


"Apa seranganku berhasil?" Ucapku.


Minotaur itu kemudian berdiri kembali seolah tidak terjadi apa-apa, luka-luka yang ada pada dirinya juga dengan seketika sembuh.


"Jadi begitu, Dia memiliki kemampuan regenerasi!" Ucapku.


Dia kemudian meraung dengan suara khas banteng. Raungannya terasa begitu dalam dan juga kuat, yang sampai-sampai membuat pekak gendang telingaku.


"Raungannya ... kuat sekali ... " Ucapku sambil menutup telinga.


Minotaur tersebut kemudian datang dengan kecepatan yang begitu tinggi, Dia menggunakan tanduknya untuk menanduk Diriku.


Berhasil menahan serta menggenggam kedua tanduknya, Dengan sekuat tenaga Aku mencoba bertahan dari dorongan tandukannya. Minotaur ini tampak begitu marah, karena sedari tadi serangannya dapat berkali-kali kumentahkan.


Aku kemudian mendorong balik minotaur tersebut, saat ini Kami berdua sama-sama beradu kekuatan. Menyadari Renia bersiap dengan pedangnya, Aku kemudian mengangkat minotaur ke atas.


"Sekarang, Renia!" Teriakku sambil mengangkat minotaur tersebut.


Renia melapisi pedangnya dengan energi sihir dan terciptalah pedang petir darinya. Dengan cepat, Dia melancarkan serangan dengan menusukkan pedang miliknya ke tubuh minotaur tersebut. Tentu saja, Aku yang masih memegangi minotaur ini juga ikut terkena efek serangan petir miliknya.


......................


"Onii-chan sampai gosong begitu ... " Ucap Anna sambil menahan senyum.


"Mau bagaimana lagi, ini satu-satunya cara ... "Balasku.


Nyx tampak mengumpulkan batu sihir, sedari tadi Dia memang kuberi tugas untuk mengumpulkan batu sihir dari makhluk-makhluk sihir yang berhasil Kami kalahkan.


"Cuan! cuan!" Ucap Nyx dengan mata duitan.


"Lalu, sekarang kita tinggal mengumpulkan tanaman ini, kan?" Tanyaku kepada Anna.


Anna sama sekali tidak menjawab pertanyaan Dariku dan malah tersenyum terus kepadaku.


"Ada apa, Anna?" Tanyaku padanya.


"Terimakasih untuk semuanya, Onii-chan!" Ucap Anna yang sama sekali tidak menjawab pertanyaan dariku.


"Apa yang Kamu katakan?" Tanyaku kembali sambil memegangi kedua pundaknya.

__ADS_1


Tiba-tiba, tubuh Anna bercahaya. Dan seketika setelah itu tanganku sama sekali tidak bisa memegangi tubuhnya.


"Anna, apa yang sebenarnya terjadi?!" Tanyaku padanya dengan nada panik.


"Anna sudah Mengingat semuanya, Onii-chan."


"Anna sebenarnya adalah roh yang masih terikat pada dunia ini ... "


"Anna sudah tewas, semenjak berpisah dari Ibu ... "


"Onii-chan masih ingat dengan gundukan tanah yang berada dibelakang rumah Anna, kan?"


"Sebenarnya, Itu kuburannya Anna." Ucap penjelasan Anna.


"Maaf jika Anna lupa ... " Lanjut perkataanya.


"Tidak .. tidak .. Anna pasti bohong, kan?" Tanyaku.


"Inilah kenyataannya, Onii-chan."


"Sebagai upah karena telah membantu Anna, ambilah semua tanaman herbal ini."


"Anna sudah tahu semuanya, karena Kak Isabella sudah menceritakan semuanya." Jawab Anna.


"Terlebih lagi, Kak Isabella sudah bisa mengolah tanaman herbal ini menjadi obat, kan?" Tanya Anna pada Isabella.


Terlihat, Isabella hanya bisa menangis dan mengangguk mengiyakan perkataan Anna.


"Syukurlah!" Ucap Anna sambil tersenyum ke arah Isabella.


"Untuk Onii-chan sendiri, Anna punya hadiah." Lanjut perkataan Anna.


Anna kemudian melepaskan kalung miliknya, dan memberikannya ke genggaman tanganku.


"Anna tidak tahu berapa harga kalung ini, namun Anna yakin harganya lebih dari 5 koin emas ... "


"Tidak! Aku tidak menginginkan ini!" Teriakku mencoba menolak pemberian Anna.


"Jika onii-chan menolaknya, Anna akan sedih, loh." Ucap Anna.


"Terima, yah ..." Lanjut perkataan Anna.


Aku kemudian menengadahkan tanganku dan menerima kalung pemberian Anna.


"Sekarang, Anna sudah memenuhi janji."


"Dan kini waktunya Anna pamit ... " Ucap Anna.


Perlahan, Anna melayang lebih tinggi menuju langit-langit goa. Dia kemudian tersenyum dan mengucapkan selamat tinggal.


"Selamat tinggal, Onii-chan ... "


Aku kemudian berdiri dan mencoba mengejar Anna, namun keberadaannya lebih dulu menghilang sebelum bisa kupeluk kembali.


"Anna ... Anna ... "


"Anna!!!!" Teriakku.


_Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2