Rama Dan Seni Beladiri Yang Hilang

Rama Dan Seni Beladiri Yang Hilang
Pengorbanan Rama Dengan Sumpah Jiwa!


__ADS_3

Sudut pandang orang pertama, Rama.


"Kita sedang Dia secara bersamaan!" Ucapku.


"Ya!" Balas Renia dan Isabella.


Melesat, Kami bertiga menyerang Draven secara bersama-sama.


Aku melesatkan tebasan pedang ke arah kepalanya secara vertikal!


Renia menggunakan tendangan kakinya untuk mengincar pinggang Draven!


Sementara Isabella menyerang pinggang Draven yang lain menggunakan kakinya juga!


Tapi, serangan kami berhasil dipatahkan begitu mudah olehnya!


Draven hanya bertahan dari serangan tebasan pedangku! Dia seolah tidak memperdulikan serangan Renia dan Isabella!


"Dia .. Sangat kuat!" Ucapku dalam hati.


"Lemah!" Ujarnya meremehkan kami.


Draven kemudian mengeluarkan energi Mana-nya ke tahap maksimum, Kami yang berada dalam jangkauannya tentu terhempas!


"Aaa!!" Teriak kami bertiga.


Beruntung, itu bukanlah serangan yang mematikan. Draven dengan santai mengatakan bahwa Dia tidak akan serius untuk melawan kami!


"Tenang saja, Aku sama sekali tidak akan serius melawan kalian." Ujarnya.


Tapi, Dia mengatakan bahwa akan serius jika aku mau mengelus energi Mana milikku.


" ... Namun, sepertinya aku akan mulai serius jika kamu mengeluarkan kekuatan sihirmu!" Lanjut perkataanya sambil menunjuk Diriku.


Aku bingung dalam keraguanku sendiri, Draven begitu kuat yang padahal dia sama sekali tidak serius!


Jika aku serius, maka dia juga akan serius dengan mengeluarkan seluruh kemampuannya!


Keduanya sama-sama pilihan yang buruk bagiku!


" ... Apa yang harus kulakukan untuk keluar dari situasi ini?" Ucapku dalam hati.


"Chc, yang ku takutkan bukanlah Dia! Melainkan Alter Rama yang pasti akan mengambil alih tubuhku jika aku berlebihan menggunakan kekuatan sihir!" Lanjut perkataanku.


"Tidak ada pilihan lain! Meskipun beresiko, aku harus menggunakan sihir dalam tahap wajar dan seminim-minimnya!"


Setelah melalukan berbagai pertimbangan, aku kembali mengaktifkan kekuatan sihirku!


Membanjiri tubuh terutama senjataku dengan energi mana!


"Ketika ada celah, kami harus segera melarikan diri ke kota!" Lanjut perkataanku dalam hati.


Draven sangat antusias ketika Dia merasakan bahwa aku kembali menggunakan energi mana.


"Hahahahahaha ... Inilah yang kutunggu-tinggu daritadi, bocah!" Ucapnya dengan begitu senang.


"Maka aku akan ... "


Belum menyelesaikan perkataannya, segera aku berlari dan menghantam wajahnya menggunakan tendangan kakiku!


*Dushhhhhhh


Dia kemudian terhempas dan menabrak dinding goa dengan begitu kerasnya!


*Bledakkkkkkk


"Tidak!!! Ini masih belum!!!"


"Serangan fisik seperti ini belum cukup untuk memberinya luka yang fatal!!!" Tegas ucapku dalam hati.


Dengan segera, Aku kembali menyerangnya menggunakan sihir bola api jingga!


" ... sihir api : Bola api jingga!" Teriakku yang kemudian menyerangnya.


Merasa belum puas, Aku kembali menyerangnya secara bertubi-tubi!


" ... tidak!!! masih belum!!! Bola api jingga : bertubi-tubi!!!"


*Dashhhhhh


*Darrrrrrrr


*Blakkkkkkkk


Akibat serangan bola api jingga milikku, goa yang menjadi tempat bertarung terasa bergetar begitu hebat!


Melihat kesempatan, Aku menyuruh Renia dan Isabella untuk segera lari!


"Ini kesempatan kita, ayo lari dari sini!" Teriakku kepada mereka.

__ADS_1


Kami dengan segera berlari keluar dari goa, meninggalkan Draven yang masih belum sadarkan diri akibat dari seranganku barusan!


...****************...


Beralih sudut pandang orang pertama, Draven Darkheart.


"Bocah itu cerdik juga ternyata ... "


"Dia memanfaatkan ocehan dariku untuk menyerangku secara tiba-tiba ... "


"Aku tidak menyangka, bahwa serangan fisiknya akan berpengaruh padaku ... Terlebih sihir bola api jingganya itu ... "


"Ya ... Dia memang berpotensi dan belum matang ... "


"Dia mirip sekali seperti obor, namun masih memiliki api yang begitu kecil ... "


"Hahahahahaha!"


...****************...


Beralih kembali pada sudut pandang orang pertama, Rama.


Akhirnya, Kami semua berhasil keluar dari goa. Nampak Nyx sedang menunggu kami dari luar pintu goa.


"Kalian semua, syukurlah ... " Ujarnya menyambut kedatangan kami.


"Tadi Aku merasakan aura Mana milikmu, Rama!"


" ... dan setelahnya, goa ini terasa bergetar begitu hebat!" Lanjut perkataanya.


"Ya, kali ini Rama adalah penyelamat kami!" Balas Renia.


"Kenapa disaat sekarang kamu menggunakan sihir mu kembali, Rama? Lanjut perkataanya bertanya padaku.


Mendapat pertanyaan tersebut darinya, Aku merasa ragu untuk memberitahukan semuanya. Namun, Isabella menyela dan menengahi kami.


"Sudah, yang terpenting adalah kita semuanya selamat!" Ucapnya.


"Ya kamu benar." Balas Renia membenarkan perkataan Isabella.


Ditengah kegembiraan yang kami rasakan. Tiba-tiba goa terasa bergetar kembali!


"A-apa yang sebenarnya terjadi, teman-teman?!" Tanya Nyx dengan begitu panik.


Tiba-tiba sambil terbang, Draven melesat datang dan seketika membawa April bersamanya melayang di udara!


"Draven, turunkan Dia!!!" Teriakku.


"Waahhhhh ... Lihatlah bocah menggemparkan ini!"


" ... Apa yang sebaiknya kulakukan padanya, ya?" Lanjut perkataanya sambil mengancam akan melukai April.


Bukan main, Aku yang melihat hal tersebut tentu merasa panik, melihat nyawa April kini sudah berada ditangan Draven.


"Apa yang sebenarnya Kau inginkan, hah?!" Tanyaku sembari berteriak padanya.


"Nyawamu." Jawabnya.


"Apa ... Maksudmu?" Ujarku mempertanyakan kembali ucapannya.


"Ya! Nyawamu! Nyawamu yang ku inginkan!"


"Jika ingin melihat bocah ini selamat ... Gunakan pedangmu untuk mencabut nyawamu sendiri!" Jawabnya dengan tegas.


"Jangan bercanda!!!"


"Benar, jangan kira kami akan menyerah begitu saja!" Balas Renia dan Isabella.


"Apa yang harus kulakukan?!" Ucap bingungku dalam hati.


Ya, Aku sudah menggunakan kekuatan sihirku tadi di dalam goa. Jika memaksakan untuk kembali menggunakannya, tentu Alter Rama akan mengambil alih tubuhku ini!


Meskipun Dia menang dari Draven setelahnya, Tidak ada jaminan bahwa Dirinya tidak akan menyakiti teman-temanku!


Itu sama saja dengan aku membunuh Isabella, Renia, Nyx dan April.


"Sepertinya .. Aku harus berkorban .. " Ucapku.


Sontak, yang lainnya tentu dengan tegas menolak ucapan dariku tersebut.


"Dasar bodoh!"


" ... Apa yang sebenarnya Kau pikirkan?!" Tanya Dia dengan nada marah.


"Benar apa yang dikatakan oleh Renia, Rama!!! Meskipun Kau bunuh diri disini, tidak ada jaminan bahwa Dia akan melepaskan April dan juga kami!" Balas Isabella membenarkan perkataan Renia.


"Kita gunakan 'sumpah jiwa' bagaimana?" Tanya Draven.


"Meskipun kalian berpikir demikian, dengan dilakukannya 'sumpah jiwa'' Aku tidak akan berani melanggarnya ... " Lanjut perkataanya.

__ADS_1


"Baiklah, Aku terima tawaran darimu!" Jawabku.


Renia serta Isabella terlihat tidak setuju sama sekali. Mereka justru mengungkapkan nyawa mereka saja yang menjadi taruhan!


"Tidak!!! Aku tidak setuju!!!"


" ... Biarkan Aku saja yang menggantikan Dirimu!" Balas Renia.


"Tidak Kak!!! Biar Aku saja!!! Kalian berdua sama-sama memiliki mimpi ... Kak Renia akan menjadi ratu penerus dari kerajaan Verdifield sementara Rama harus bertemu kembali dengan Ibunya!" Tegas jawab Isabella.


"Dasar adikku yang bodoh! Apa yang sebenarnya Kau bicarakan?! Aku tentu tidak akan pernah menyetujuinya!" Jawab Renia tidak setuju dengan tawaran adiknya.


"Kau lah Kakak yang bodoh!" Balas Isabella.


Mereka berdua tampak bertengkar, untuk menggantikan posisiku. Mengambil kesempatan, Aku menggunakan sihir pelindung untuk memerangkap mereka bertiga!


"Rama, keluarkan Kami!"


"Jangan lakukan itu, Rama!" Ujar kesal mereka berdua karena ku perangkap.


...****************...


Beralih sudut pandang orang pertama, Isabella.


Aku, Kak Renia beserta Nyx terjebak di dalam sihir protection milik Rama.


Berbagai upaya sudah kami lakukan untuk bisa keluar dari sini. Namun kami tidak bisa menghancurkannya dengan mudah!


"Maafkan aku, semua ... " Ujar Rama sambil tersenyum ke arah kami.


Dia kemudian berjalan, mendekat ke arah Draven yang kini sudah turun kembali ke atas tanah.


Mereka kemudian menjalin kontrak "Sumpah jiwa!"


"Rama, jangan lakukan itu!" Teriakku.


Namun, Rama sekali tidak mendengar teriakkan dariku dan terus melanjutkan kontrak sumpah jiwa dengannya!


"Manipulasi energi sihir : Kontrak!" Ucap mereka berdua secara bersamaan.


Lalu, terciptalah sebuah lingkaran sihir diantara keduanya!


"Namaku Rama ... dengan ini bersumpah padamu akan mencabut nyawaku sendiri!" Ujar sumpah jiwa Rama.


"Namaku Draven ... dengan ini bersumpah padamu ... sesaat setelah dirimu mati, maka aku tidak akan membunuh teman-temanmu yang ada disini!" Balas sumpah jiwa Draven


"Dengan ini ... kami berdua melakukan kontrak sihir berupa sumpah jiwa!"


" ... siapapun yang melanggarnya, akan mendapatkan konsekuensinya!" Ucap mereka berdua secara bersamaan.


Dan kemudian, selesai lah kontrak diantara mereka berdua!


Rama dengan segera mencabut pedang dari sarungnya dan setelah itu menusuk dirinya sendiri.


Aku yang melihat kengerian tersebut tentu merasa tidak berdaya.


Apa yang bisa kulakukan sekarang? Mengingat sudah tidak bisa lagi menyelamatkannya.


Tiba-tiba, sihir protection milik Rama menghilang!


Dengan cepat, Aku dan Kak Renia berlari ke arah Rama yang kini sudah terbaring kaku bersimbah darah!


Kami berusaha untuk menyembuhkan dirinya, mengingat sihir penyembuh pasti berhasil!


"Percuma, Dia tidak akan selamat!" Ujar Draven.


Benar saja, sihir penyembuh yang kami miliki sama sekali tidak bisa berkata apa-apa!


Merasa frustasi dan gelap mata, Aku menyerang Draven!


"Kau harus membayar semua ini!" Teriakku padanya.


Dia kemudian membalas dengan memberikan pukulan ke arah perut dan wajahku!


Aku seketika terjatuh setelah terkena serangan telak darinya!


Merasa aneh, Aku kemudian bertanya kenapa Dia tidak menerima konsekuensi dari kontrak sumpah jiwa yang dia buat bersama Rama.


"Kenapa Kau, tidak menerima konsekuensi atas sumpah jiwamu, hah?!" Tanyaku dengan kesal.


Dia kemudian tertawa dan menjelaskan bahwa Rama lengah dengan sumpah jiwanya.


"Anak itu terlalu polos serta bodoh ... Aku mengatakan bahwa 'Aku tidak akan membunuh kalian.' Yang berarti aku bisa menyakiti kalian!" Jawabnya.


" ... Selanjutnya 'Aku tidak akan membunuh kalian sesaat setelah dirinya mati.' Yang berarti aku bisa menghabisi kalian, ketika waktu cukup lama berlalu!"


" ... Terakhir, 'Aku tidak akan membunuh teman-temannya yang ada disini.' Yang berarti aku bisa membunuh teman-temannya yang ada di luaran sana!" Jawabnya dengan tegas.


"Gawat!!! Rama fatal karena tidak terlalu memperhatikan perkataan Draven!" Ucapku dalam hati.

__ADS_1


_Bersambung.


__ADS_2