
Sudut pandang orang pertama, Rama.
"Tidak, meskipun begitu … sebaiknya Aku tidak mengatakannya."
"Bisa gawat jika Lisa tahu, bahwa Diriku mengetahui masa lalunya."
Ucapku dalam hati.
"Rama, bagaimana kondisimu sekarang?"
Tanya Lisa.
"Seperti yang Kamu lihat, Aku baik."
Jawabku.
Ditengah obrolan Kami, tiba-tiba terdengar suara yang meminta tolong dari dalam reruntuhan istana.
"To … long … "
"Tolong …. "
Aku bersama yang lain kemudian menyadari hal tersebut, dan karenanya saling menatap satu sama lain.
"Teman-teman, Apa kalian mendengarnya juga?!"
Ucap tanya Isabella dengan nada panik.
Kami semua kemudian menganggukkan kepala tanda iya, dan Renia bertanya apakah ada seseorang yang lain didalam reruntuhan istana Volcanofall.
"Selain kita, apa ada orang lain juga di sini?!"
Ucap tanya Renia dengan wajah ketakutan.
"Tidak!"
"Aku sudah mengecek tiap sudut reruntuhan istana ini, namun tidak ada siapapun!"
Jawab Lisa dengan nada tegas.
Nyx dengan tiba-tiba melompat ke arahku, Dia terlihat sangat ketakutan karenanya.
"Apa yang Kau lakukan?!"
"Kau berat sekali, Nyx, turun!"
Ucapku.
__ADS_1
Wajar saja, dengan kondisi reruntuhan istana yang sebegitu adanya, ditambah tidak ada pencahayaan sedikitpun kecuali masuknya cahaya bulan, menambah suasana menakutkan di tempat ini.
"Tunggu, ada yang mendekat!"
Lanjut perkataan Lisa.
Kami kemudian melihat ke sebuah lorong yang begitu gelap, langkah kaki terdengar semakin mendekat.
Lisa, Isabella dan Renia terlihat bersiap akan menyerang sesuatu yang akan muncul dari balik kegelapan tersebut.
"Tak … tak … tak …. "
Suara langkah kaki tersebut semakin mendekat. Sambil menggendong Nyx dipunggungku, Aku kemudian menyalakan api dan mengarahkannya pada sumber suara langkah kaki tersebut.
Kami semua kaget bukan main, ketika melihat adanya seorang kakek-kakek yang memakai pakaian bangsawan.
Dia berjalan ke arah Kami dengan susah payah.
Renia terlihat bergerak dan seperti akan menyerang Kakek tersebut.
"Renia, tunggu!"
Teriakku padanya untuk menahan Diri.
Renia kemudian berhenti dan tidak jadi menyerang.
"Ada apa, Kakek?"
Tanyaku padanya.
Seketika, cahaya muncul dari kedua matanya dan membuatku merasakan pusing yang begitu luar biasa. Beruntung, Nyx berhasil menahan tubuhku sehingga tidak jatuh.
"Rama, Apa yang terjadi?!"
Ucap Nyx sambil menahan badanku.
Bersamaan dengan munculnya cahaya tersebut, seperti ada ingatan yang masuk ke kepalaku.
Sadar dengan apa yang sebenarnya terjadi, Aku kemudian melirik ke arah Kakek tersebut. Terlihat, Dia meneteskan air mata dan kemudian mengucapkan permintaan tolong Padaku.
"Tolong Saya …. "
Ucapnya.
Setelah itu, badannya berubah menjadi abu dan terbang entah kemana.
"Siapa Dia?"
__ADS_1
Ucap tanya Lisa.
"Agria, Raja ke 4 Kerajaan Volcanofall!"
Jawabku.
"Mustahil!"
Balas Lisa
"Dia merupakan Raja Volcanofall, kan?"
"Bagaimana caranya Dia masih hidup?!"
Lanjut tanya Lisa padaku.
"Tidak!"
"Agria memang sudah mati. Namun, Dia melakukan sumpah jiwa kepada dirinya sendiri untuk bisa bertemu dengan seseorang yang bagi dirinya tepat!"
Jawabku dengan nada yakin.
"Apa maksudmu, Rama?"
Tanya Lisa kembali.
Aku yang akan menjawabnya merasa ragu. Karena mungkin, mereka tidak akan mempercayai perkataanku sama sekali.
"Untuk sementara waktu, Aku akan merahasiakannya."
Ucapku dalam hati.
"Kemungkinan, arwahnya tidak tenang, hehe."
Ucap dalihku.
Aku kemudian berjalan pergi, untuk membuktikan ingatan yang ada di kepalaku. Sontak, hal tersebut memantik rasa penasaran dari Lisa dan yang lainnya.
"Kamu mau kemana, Rama?"
Ucap tanya Lisa.
"Aku ingin memeriksa sebuah tempat."
"Bisa dibilang, untuk memastikan sesuatu."
Jawabku sambil berjalan pergi.
__ADS_1
_Bersambung