Rama Dan Seni Beladiri Yang Hilang

Rama Dan Seni Beladiri Yang Hilang
Misi Baru : Mengambil Batu Sihir!


__ADS_3

Sudut pandang orang pertama, Rama.


"Apa-apaan kamu ini, Rama?!"


"Kenapa malah membawa anak ini?!" Teriak Renia padaku.


Tentu saja Aku memaklumi mengapa Dia begitu mata serta kesal padaku.


"Hora .. hora .. Jangan marah begitu, hehe." Jawabku dengan nada ciut.


"Jujur .. Aku teringat pada Anna setelah melihat bocah ini." Ujarku sambil tersenyum tipis.


Renia kemudian melihat ke arah bocah ini, Dia sepertinya merasakan hal yang sama denganku.


"Ya, kamu benar." Kata Renia yang kemudian mendekati dan mengelus-ngelus bocah tersebut.


"Tapi tetap saja, jatah makanmu dikurangi, ya!" Lanjut perkataanya.


Aku hanya bisa tersenyum dan sudah menebak pasti Dia akan mengatakan hal ini.


"Mau bagaimana lagi." Balasku.


Isabella dan Nyx kemudian pulang dari pasar. Berbeda dari Renia, reaksi pertama mereka justru merasa senang dan menyambut kehadiran dari bocah ini.


"Wah kita ada tamu!"


"Manisnya!" Ucap mereka berdua.


Aku senang sekali dengan pemandangan seperti ini, rasanya ini merupakan hal yang ingin sekali ku rasakan. Mengingat di duniaku dulu, Aku tidak pernah dan tidak akan merasakannya.


Isabella kemudian menyadari sesuatu yang aneh pada bocah ini. Dia mengatakan, bahwa sedari tadi Dia tidak berbicara.


"Ini aneh, kenapa sedari tadi Dia tidak mengatakan sepatah kata apapun?" Tanya Dia sambil memandangku.


"Kamu benar, Isabella. Saat pertama kali kemari pun, Dia tidak berkata apa-apa!" Balas Renia membenarkan perkataan Isabella.


Nyx kemudian membuka perban yang ada di leher bocah tersebut.


Kaget bukan main, Kami semua melihat terdapat luka goresan yang cukup dalam dilehernya!


"Jahat sekali!"


"Pasti ulah orang itu!"


"Kamu bersabar, ya!" Ucap Nyx, Aku dan Renia.


Isabella dengan segera merapalkan sihir penyembuh padanya. Namun, semua itu sudah terlambat mengingat luka yang terdapat pada lehernya terlalu dalam dan juga sudah dibiarkan terlalu lama.


"Maaf, Aku tidak bisa menolong .. " Ujar Isabella dengan raut wajah sedih.


Tanpa diduga, bocah ini malah tersenyum dan kemudian memeluk Isabella.


Sontak, hal tersebut membuatnya menangis dengan sangat kencang.


"Maafkan Aku .. sungguh maafkan aku .." Ucap Isabella dengan tangis yang tersedu-sedu.


Nyx dan Renia kemudian ikut menangis, mereka sama-sama merasakan apa yang dirasakan oleh Isabella. Diriku? Aku hanya bisa memandang dengan perasaan kesal pada orang yang telah berbuat hal ini.


Singkat cerita, situasi sudah mulai mereda. Nyx tampak bermain-main dengannya. Isabella kemudian mengusulkan untuk memberikan nama pada bocah ini, mengingat akan sulit jika dirinya tidak memiliki nama.


"Oh iya, bagaimana jika kita memberinya nama?" Ujar Isabella.

__ADS_1


"Benar, sulit jika dalam suatu situasi kita tidak bisa memanggilnya dengan nama." Balasku membenarkan perkataan Isabella.


"Apa nama yang bagus, ya?" Ucap Renia.


"Biasanya kamu paling pintar dalam menentukan nama, Rama!" Kata Nyx.


"April ... " Ucapku.


Anak ini tampak senang dengan nama yang ku sebut barusan.


"Kamu suka?" Tanyaku padanya.


Dia kemudian menganggukkan kepalanya, tanda bahwa menyukai nama pemberian dariku.


"Sekarang .. nama kamu April yah." Ujarku.


"Nama yang bagus!"


"April .. boleh juga!"


"Adik April!" Balas Renia, Isabella dan Nyx yang ikut setuju dengan nama tersebut.


Kami kemudian merayakan atas kehadiran dari adik April dengan meriah!


......................


Singkat cerita, keesokan harinya kami membawa April untuk ikut bersama dalam menjalankan misi!


Meski tahu resikonya, Kamu tentu tidak bisa meninggalkan April begitu saja di penginapan. Mengingat, Kami masih belum tahu betul dengan kondisi sosial masyarakat di benua langit ini.


Misi kami kali ini adalah untuk mengumpulkan batu sihir yang terletak di sebuah tambang, yang sekarang malah dikuasai oleh orang-orang tidak bertanggungjawab.


Kami diminta untuk menangkap dan mengumpulkan beberapa batu sihir yang nantinya akan berguna dalam membuat senjata maupun alat-alat sihir.


"Ya! Tidak salah lagi!" Jawab Renia yang juga ikut berbisik.


Kami semua bersembunyi di balik semak dan mengintai goa, tempat pertambangan batu sihir.


"Nyx, duluan!" Ujarku berbisik padanya.


Dia kemudian memberikan gestur "oke" dan secara perlahan maju bersembunyi ke atas pohon.


Secara hati-hati, Nyx melemparkan sebuah jarum dan mengenai salah satu orang yang menjaga pintu goa!


"Bagus, Nyx!" Ucapku dalam hati.


Terlihat salah satu temannya kemudian datang, Dia berencana untuk masuk kembali ke dalam untuk memberitahukan temannya yang lain!


Dengan segera, Nyx kembali melemparkan jarum dan membuatnya pingsan!


Merasa situasi aman, Kami semua berjalan mendekati Nyx yang kini telah melumpuhkan dua orang!


"Kerja bagus, Nyx!" Ucapku memujinya.


Renia dan Isabella lalu menyembunyikan dua orang yang telah pingsan tersebut ke sebuah tempat.


"Beres, Ayo kita masuk!" Ujar Renia.


"Ayo!" Balasku.


Masuk lebih dalam, terasa sangat pengap dan juga panas. Kami kemudian berhenti dan beristirahat serta menanyakan kondisi April saat ini, namun Dia memberikan gestur "oke" pada kami.

__ADS_1


"Goa ini begitu dalam." Ujarku.


"Ya, kamu benar. Tapi kita beruntung mengingat goa biasanya memiliki jalan berliku, namun daritadi malah lurus." Balas Renia.


"Memang ada goa yang memiliki jalan lurus?" Ucapku dalam hati meragukan pernyataan Renia.


Tidak terasa sudah cukup lama kami semua menyusuri goa ini. Namun, sama sekali tidak menemukan apa-apa.


"Aku .. aku lelah ... " Ucap Nyx sambil ngos-ngosan.


"Ini aneh .. Kita belum menemukan apapun daritadi ... " Ujar Renia.


"Teman-teman ... Lihat!" Teriak Isabella.


"Bukankah ini tempat kita istirahat tadi?!" Lanjut perkataanya dengan nada panik.


Terlihat memang apa yang dikatakannya itu benar, terdapat bekas hamparan tikar disana.


"Gawat, sedari tadi kita hanya berputar-putar saja di tempat yang sama!" Kataku dengan kesal.


Renia kemudian menyadari bahwa sedari tadi kita terkena ilusi. Dia mengatakan bahwa bisa merasakan sedikitnya energi mana dari suatu tempat.


" ... , Tapi sayangnya, Aku tidak tahu bagaimana cara mematahkan ilusi ini." Ucapnya.


"Sekarang kita benar-benar dalam bahaya, ya." Balasku.


Tiba-tiba April memberi sinyal seperti ingin mengatakan sesuatu. Dia sedari tadi menunjuk-nunjuk hewan berupa kelelawar yang sedang menggantung diatas kami.


"Ada apa, Dik April?" Tanya Isabella.


"Hmmppphhh ... Hmmphhhh!!" Balas April sambil menunjuk kelelawar.


"Oh itu .. itu namanya kelelawar .." Jawab Isabella yang tidak mengerti dengan maksud dari April.


Sejenak, Aku melihat ke arah kelelawar tersebut. Dari segi fisik memang bahwa dia seperti kelelawar pada umumnya, namun jika dilihat secara seksama kelelawar itu memiliki sebuah tanda khusus berupa lingkaran sihir aneh pada sayapnya.


"Tunggu semuanya!" Ujarku.


"Ada apa, Rama?" Tanya Isabella.


Dengan cepat, Aku melemparkan pedangku dan berhasil membelah kelelawar itu menjadi dua bagian!


"Berhasil!" Teriakku.


"Apa yang sebenarnya Kau lakukan, Rama?" Balas Renia bertanya.


Tiba-tiba, ilusi yang terjadi di dalam goa ini kemudian patah!


Goa kemudian kembaranku pada bentuk aslinya!


"Hebat, bagaimana kamu bisa menyadarinya, Rama?" Ujar Renia kembali bertanya padaku.


"Entahlah, tapi Aku mendapatkan sedikit petunjuk dari April. Berkat Dia, Aku bisa menyadari bahwa kelelawar itu merupakan pemantik dari sihir ilusi yang membuat kita sedari tadi berputar-putar di tempat yang sama." Jawabku.


Melihat ke sekitar, Kami mendapati banyaknya tulang belulang manusia!


Terlihat dari pakaian dan beberapa senjata yang masih utuh, kami sadar bahwa mereka adalah para petualang seperti kami!


"Mereka .. para petualang seperti kita?" Ucap Nyx.


"Ya .. mereka sepertinya terjebak sangat lama disini, yang mengakibatkan perbekalan mereka habis dan setelahnya tiada karena kelaparan." Balasku.

__ADS_1


"Beruntung sekali karena kita bisa mematahkan ilusi di goa ini!" Lanjut perkataanku dengan tegas.


_Bersambung.


__ADS_2