Rama Dan Seni Beladiri Yang Hilang

Rama Dan Seni Beladiri Yang Hilang
Berkemah Di Hutan Merah


__ADS_3

Sudut pandang orang pertama, Rama.


"Apa yang harus kita perbuat, Rama?" Tanya Isabella padaku.


Aku kemudian berpikir sejenak dan melihat ke sekeliling. Berjalan mendekati salah satu jasad goblin itu, Aku lalu mengambil senjatanya.


Sadar bahwa ada sesuatu padanya, Aku lalu memberitahukan hal tersebut pada Isabella dan Renia.


"Lihatlah, Isabella! Renia!" Teriakku.


"Senjata ini seperti telah di lumuri oleh sesuatu!" Lanjut perkataanku dengan yakin.


Isabella kemudian mengambil dan ikut melihatnya.


"Kamu benar, Rama."


"Ini seperti getah yang biasa ada pohon." Ucap Isabella mengiyakan.


"Tapi menurutku ... Ini bukanlah getah biasa."


"Kemungkinan, getah yang kita semua tidak tahu berasal dari pohon apa ini .. memiliki efek anti sihir." Kata Renia.


"Lalu, apa yang harus kita lakukan untuk bisa menyembuhkan Nyx? Jika sihir kita saja tidak bekerja kepadanya?!" Tanya Isabella pada Renia dengan nada khawatir.


"Saat ini, yang bisa kita lakukan adalah merawat Nyx dengan metode pengobatan pada umumnya."


"Segera setelah efek getah itu hilang, kita langsung menyembuhkannya menggunakan sihir heal." Jawab Renia.


Renia segera menyobek lengan bajunya, Dia kemudian membuat perban darinya agar pendarahan pada kepala Nyx berhenti. Sementara, Isabella juga melakukan hal yang sama. Namun kali ini Dia menutupi luka pada tangan Nyx.


"Ini semua salah Anna ... " Ucap Anna sambil ingin menangis.

__ADS_1


Reflek, Aku malah tersenyum kepada Anna saat itu.


"Tidak, ini bukanlah salahnya Anna." Ucapku sambil mengelus kepalanya.


"Ini salah serigala dan juga makhluk hijau itu!" Lanjut perkataanku mencoba untuk menghiburnya.


"Tidak, jika saja Anna menjadi anak yang baik. Onii-chan dan yang lainnya pasti tidak akan terluka!" Jawab Anna sambil menahan tangisnya.


Mendengar hal itu malah semakin gemas dan kemudian menggendong Anna.


"Cup .. cup .. cup .. Sudah .. sudah." Ucapku sambil menggendong Anna.


"Anna janji, setelah ini akan menjadi anak yang baik!" Lanjut perkataanya.


...----------------...


Singkat cerita Kami kemudian mendirikan tenda untuk bermalam. Nyx tampak sudah membaik setelah efek dari getah tersebut hilang.


Langit malam begitu dingin, Kami semua nampak duduk sambil melihat perapian unggun. Darinya, terasa sebuah kehangatan yang menembus tulang ditambah lagi melihat tingkah laku Anna yang sangat menggemaskan.


"Akhirnya kamu mengantuk juga, Anna." Ucapku sambil tersenyum kepadanya.


"Sini Anna, tidur bersama Kak Isabella!" Ucap Isabella.


"Gak mau!"


"Anna pengen tidur sama Onii-chan!" Jawabnya.


Anna dengan segera berlari ke arahku, Dia kemudian memelukku dan ingin tidur didalam gendonganku.


"Anna, sini! Nanti Kak Isabella kasih sesuatu, loh!" Ucap Isabella merayu.

__ADS_1


"Gak mau, wleee!" Reaksi Anna sambil menjulurkan lidahnya.


"Sudah, biarkan saja ... " Ucap Renia.


Terlihat, Isabella murung karena tingkah laku Anna tersebut.


"Anna ... " Ucapnya sambil bermain-main dengan pasir.


Anna kemudian bertanya kepadaku, mengenai apakah Diriku memiliki kisah pengantar tidur untuknya.


"Onii-chan, apakah bisa menceritakan kisah pengantar tidur untuk Anna?" Tanya Dia padaku.


Sejenak, Aku berpikir dan tercetuslah ide untuk merangkai cerita dongeng pengantar tidur untuknya.


"Tentu saja!"


"Judulnya : Kucing merah dan kelinci putih."


"Pada suatu malam yang cerah di Desa Binatang, ada seorang kucing kecil berwarna merah yang bernama Momo. Momo adalah kucing yang sangat penasaran dan suka menjelajahi tempat-tempat baru. Malam itu, Momo merasa sangat ingin menjelajahi hutan yang berada di luar desanya.


Dengan hati yang berdebar, Momo keluar dari rumahnya tanpa sepengetahuan orangtuanya. Dia melompat-lompat di bawah bintang-bintang dan merasa sangat bahagia. Namun, semakin jauh dia pergi, semakin gelap hutan tersebut.


Tiba-tiba, Momo mendengar suara cicit-cicit. Dia mengikuti suara itu dan menemukan seekor kelinci kecil yang sedang ketakutan. Kelinci itu bernama Kiko dan juga tersesat di hutan.


Momo dan Kiko kemudian bekerja sama untuk mencari jalan pulang. Mereka menghadapi berbagai petualangan menarik, seperti melewati sungai kecil, melewati hutan bambu yang tebal, dan bahkan bertemu dengan burung hantu yang baik hati yang memberi mereka petunjuk.


Akhirnya, setelah berpetualang bersama, Momo dan Kiko berhasil menemukan jalan pulang ke desa mereka. Momo belajar bahwa menjelajahi tempat baru bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan, tetapi juga penting untuk tidak tersesat.


Momo dan Kiko kembali ke rumah mereka dengan senyum bahagia di wajah mereka. Mereka tahu bahwa selalu ada petualangan menunggu di luar sana, tetapi rumah adalah tempat yang paling nyaman untuk kembali."


Anna terlihat tertidur setelah ku ceritakan dongeng untuknya. Aku kemudian melihat langit yang bertabur banyaknya bintang dan berkata dalam hati.

__ADS_1


"Semoga, momen hangat seperti ini terus berlanjut ... "


_Bersambung.


__ADS_2