
Sudut pandang orang pertama, Isabella.
Baik Rama dan Vanisha sama-sama nampak tidak mau mengalah dan bertarung secara habis-habisan!
Rama sama sekali tidak dibekali oleh senjata, namun bisa menyerang Vanisha layaknya sedang memakai sebuah pedang, pukulannya seolah-olah membelah apapun yang jika itu terkena olehnya.
"Lemah!!!" Teriak Rama memprovokasi Vanisha.
"Tunjukkan semua kekuatanmu padaku!!! Dasar Nenek tua!!!" Lanjut teriakannya.
Vanisha terlihat marah dan langsung melancarkan serangan beruntun menggunakan pecutan cambuk miliknya!
Namun, Rama dengan gesit bisa menghindari semua serangannya dan malah kini berbalik unggul dengan mengambil dan menarik cambuk milik Vanisha!
Dalam keadaan itu, Rama langsung melancarkan serangan-serangan beruntun berupa bola api ke arah Vanisha!
"Hanya itu kekuatanmu, dasar sampah!" Teriak Rama.
Dari balik tebalnya asap, tiba-tiba sesuatu melompat ke atas udara!
Ternyata itu adalah Vanisha!
Dia langsung melancarkan serangan berupa tusukan jarum es yang begitu besar dan juga tajam!
Rama nampak tidak bergeming dan seolah senang dengan serangannya itu.
"Itulah yang ku tunggu-tunggu!" Teriaknya.
Dengan segera, Dia merapalkan sihir api membentuk sebuah anak panah!
"Sihir api : Panah Api jingga!"
Rama kemudian menabrakkan panah api jingganya ke jarum-jarum es milik Vanisha!
"Tidak, masih belum!" Lanjut teriak Rama.
Diluar dugaan, Rama secara terus menerus membuat tiga panah api dan secara terus menerus juga menabrakkannya ke serangan es milik Vanisha!
"Hahahahahaha!" Suara tawa Rama dengan jahatnya.
Akibat bertabrakannya serangan mereka berdua, langit terlihat bercahaya dan terdengar suara dentuman yang terus menerus terdengar!
*Duarrr
*Duarrr
*Duarrr
Mereka kemudian menghentikan serangan masing-masing. Terlihat Vanisha yang kini terlihat letih dengan pertarungan ini.
__ADS_1
"Kau sepertinya sudah mencapai batasmu, ya!" Ucap Rama dengan sombongnya.
Vanisha kemudian menggertakkan giginya dan berteriak ke arahnya.
"Jangan senang dulu, bocah!"
"Kau belum menang!" Teriaknya.
Rama kemudian bertepuk tangan dan memuji kegigihan Vanisha untuk mengalahkannya.
"Ku puji kegigihanmu ... Namun yang lemah tetaplah lemah!" Balasnya dengan tegas.
Terprovokasi, Vanisha kemudian menggunakan jurus yang sebelumnya tidak pernah ku tahu di dunia sihir ini!
"Sihir kehampaan : Manifestasi makhluk mitologi!"
Terciptalah sebuah makhluk bertubuh besar bertinggi 3 meter. Makhluk itu tampak begitu kuat dan juga mengerikan!
Tubuhnya dipenuhi oleh bulu berwarna putih dan juga diwajahnya terdapat taring yang begitu panjang, keluar dari mulut dan menjulur ke atas!
"Apa itu?!" Gumamku bertanya-tanya mengenai apa sebenarnya makhluk itu.
"Wuahahahahahahaha ... Mana tadi perkataanmu yang begitu sombong, bocah?!" Teriak Vanisha.
Rama terlihat Diam melihat makhluk besar tersebut, Dia sama sekali tidak bergerak!
Makhluk itu kemudian meraung dengan suara yang begitu keras!
"Keras sekali!" Ucapku sambil menutup telinga.
Tiba-tiba Rama malah tertawa senang. Dia seolah sudah menunggu Vanisha untuk memanggil makhluk tersebut!
"Yeti?!" Teriak Rama.
"Kau punya peliharaan yang bagus, ya!" Lanjut teriakannya.
"Aku sudah menunggu ini, sekarang hiburlah Diriku!" Ucapnya yang seketika melesat menuju makhluk Yeti dan juga Vanisha.
Rama terlihat tidak diuntungkan karena Dia harus melawan 2 orang sekaligus!
Namun diluar dugaan, Rama bisa mengimbangi kekuatan Vanisha yang notabene penyihir tingkat ketiadaan dan makhluk mitologi bernama Yeti!
"Rama, Kamu ... Hebat sekali ... " Ucapku sambil kagum melihat Dirinya.
Jual beli serangan nampak terjadi pada pertarungan mereka berdua. Makhluk Yeti itu memiliki kemampuan yang sama seperti Vanisha, yakni dapat memanipulasi elemen es!
Dalam hatiku ingin sekali untuk membantunya, namun Aku takut malah menjadi beban.
...----------------...
__ADS_1
Pertarungan terlihat begitu seru dan juga menegangkan, meskipun sudah mendapatkan bantuan berupa makhluk mitologi Yeti, namun Vanisha sama sekali tidak bisa melukai Rama!
"Dasar bocah!"
"Bagaimana caranya Kau bisa sekuat ini?!" Teriaknya bertanya pada Rama.
"Dengan berkata seperti itu sepertinya Kau sudah putus asa, ya!" Balas Rama.
Rama dengan segera merapalkan sihirnya kembali, kali ini Dia menggunakan sebuah kekuatan yang belum pernah tercatat dalam sejarah dunia sihir ini! Ya, sihir kemustahilan!
"Sihir kemustahilan : Api biru!"
"Apa itu?! Apinya berwarna biru?!" Ucapku.
"Sihir kemustahilan? apa itu?!" Tanya Vanisha.
"Sebagai hadiah karena telah menghiburku, Aku akan memberitahukan ini padamu."
"Kau pasti sudah tahu bahwa sumber energi sihir berasal dari emosi, entah itu positif ataupun negatif."
"Apa jadinya jika kedua emosi itu digabungkan?" Ucap Rama sambil tersenyum.
"Mustahil, hal itu sangat mustahil untuk dilakukan!"
"Menggabungkan emosi positif dan negatif katamu?!"
"Sama halnya menggabungkan air dan juga minyak, mustahil!" Teriak jawab Vanisha dengan tegas.
"Ya, itu sebabnya kekuatan ini disebut 'kemustahilan'!" Balas Rama.
"Tidak, orang udik sepertimu tidak akan pernah mengerti tentang arti kekuatan sejati!" Lanjut perkataanya.
Rama kemudian melesat dan tiba-tiba kini berada di hadapan Vanisha dan juga makhluk Yeti itu!
"Cepat sekali!" Ucapku dan Vanisha secara bersamaan.
"Sihir kemustahilan : Ocean Blaze!" Teriak Rama.
Seketika jurusnya menghantam keduanya, Vanisha dan makhluk Yeti itu kemudian terhempas sangat jauh dan beberapa kali menabrak bangunan!
Terlihat, keduanya juga menderitanya luka bakar yang amat sangat serius karena terkena serangan api biru milik Rama!
Vanisha terlihat lemah tidak berdaya, seorang penyihir kuat tingkat ketiadaan kini kalah oleh seorang bocah bernama Rama!
Makhluk mitologi Yeti itu perlahan lenyap disusul dengan kematian Vanisha.
"Kau ... Kau ... " Ucap Vanisha dalam keadaan sekarat.
Rama nampak hanya diam tersenyum memperhatikan Vanisha yang kini akan mati.
__ADS_1
"Aku akan membalas semua ini, bocah!" Ucapnya yang seketika itu mati di tempat!
_Bersambung.