
Sudut pandang orang pertama, Draven Darkheart.
"Mu ... mustahil,"
"Bagaimana caranya dia bisa menggunakan sihir surgawi juga?" kataku dalam hati.
Tidak ingin larut dalam kebingungan, aku segera membuat perisai agar bisa berlindung dari sihir kristal es nya tersebut.
Seketika, hujan kristal es milik Rama jatuh dan menancapkan diri di permukaan tanah. Namun beruntung, aku bisa bertahan dari serangannya berkat perisai sihir milikku.
"Lumayan," ujar Rama meremehkan.
Setelahnya Rama membuat sebuah pedang menggunakan sihir es miliknya!
"Bagaimana dengan yang ini, guru?" tanya Dia sembari mengeluarkan pedang es.
Merasa terpojok, aku langsung menggunakan senjatanya milikku yang berupa sebuah cincin.
Melihatnya, Rama langsung melesat dan mengayunkan pedangnya ke arahku. Beruntung, aku sempat menangkisnya menggunakan sihir tanah.
"Hahahahahaha, hebat!" ujar Rama.
Rama kemudian mundur dan setelahnya mengayunkan pedangnya kembali, terlihat dia mengeluarkan sihir es nya!
"Sihir surgawi : Hantaman es!"
Muncul sebuah bongkahan es yang cukup besar, bersiap untuk menghantam ku.
Aku kemudian memusatkan energi mana yang ku miliki di tangan kanan, setelahnya meninju bongkahan es tersebut!
*Tresssskkkkkkkk
*Dassshhhhhhhhh
Rama kini tiba-tiba ada diatas!
"Sihir surgawi : pembekuan maksimal!" katanya yang lalu meniup.
__ADS_1
Tubuhku langsung di selimuti oleh es yang begitu keras!
"Aku tidak bisa bergerak ... " ucap panikku.
Bersiap, Rama akan melepaskan sihir selanjutnya yang berupa panah api!
"Kau tidak akan mati hanya dengan serangan ini kan, Guru?" teriak Dia bertanya.
"Sihir api : Panah Api jingga!"
*Duarrrrrrrrrrr
......................
"Luar biasa ... Kau masih bisa bertahan dari serangan panahku tadi," ujar Rama.
"Untungnya ... aku sempat memakai jubah sihir," gumamku.
Jubah sihir adalah salah satu dari tiga kekuatan tertinggi yang bisa di aktifkan oleh seorang penyihir.
Kekuatannya sendiri meningkatkan kemampuan sihir di atas lima ratus persen, ketahanan fisik serta indra penggunanya. Jubah sihir hanya bisa di dapat, jika seorang penyihir berhasil menyempurnakan penggabungan antara energi mana dengan energi alam. Meski begitu, seseorang yang belum mahir sekalipun masih bisa memakainya walau akan ada batas waktu dalam menggunakannya.
"Gawat ... Dia sendiri pasti memiliki kemampuan ini ... " kataku dalam hati.
Saat memakai jubah sihir, aku bisa merasakan bahwa yang sekarang ku lihat bukanlah Rama. Melainkan kehendak lain yang berusaha untuk memakan jiwanya.
"Siapa Kau sebenarnya, hah?" teriakku bertanya padanya.
"Hanya seseorang yang tidak diinginkan oleh siapapun,"
"Seseorang yang sudah muak dengan pembohong besar serta menjadikannya yang tertinggi di atas sana,"
"Seseorang yang akan menjadi mimpi buruk di masa depan nantinya,"
"Yah ... Kau bisa memanggilku Alter Rama," jawabnya.
"Alter Rama ... " ujarku dalam hati.
__ADS_1
"Jika Kau masih kebingungan ... Kau bisa menanyakannya kepada anak ini ... tentang siapa aku dan dirinya juga," lanjut perkataanya.
Aura mana surgawinya perlahan mulai menghilang, sepertinya jiwanya akan kembali tenggelam. Namun sebelum itu, dia mengatakan, "Terimakasih ... karena sudah menghiburku."
Tubuh Rama seketika ambruk dan jatuh di atas tanah. Aku kemudian segera berlari untuk mengecek kondisinya.
"Rama ... sadarlah!" teriakku.
Sadar bahwa dia hanya pingsan, aku segera membawanya kembali ke penginapan untuk di obati.
...****************...
Sudut pandang orang pertama, Rama.
Perlahan-lahan, aku membukakan mata dan melihat ke sekeliling.
"Penginapan?" gumamku.
Aku kemudian duduk dan mengingat-ingat apa yang terjadi padaku.
Ya, hal yang terakhir kali ku ingat adalah diriku berlatih bersama guru Draven.
Tiba-tiba guru Draven sudah ada di belakangku, Dia mengatakan, "Kau sudah sadar, Rama?" tanya Dia.
"Gu-guru ... mengagetkanku saja," balasku.
Dia kemudian menatapku untuk beberapa saat. Wajahnya terpancar aura sedih yang begitu dalam.
"Apa yang sebenarnya terjadi, Guru?" tanyaku.
"Jangan menutupi apapun lagi dariku Rama," balasnya.
"Aku sudah tahu sebagian besar tentang dirimu, khususnya si alter rama itu," lanjut perkataanya.
Mendengar hal tersebut, aku hanya bisa diam dan tidak bisa berkata apa-apa. Mengingat sudah menyembunyikan sesuatu dari guruku sendiri.
"Ceritakan semuanya, padaku!" tegasnya.
__ADS_1
Aku kemudian tersenyum dan menceritakan semua hal yang terjadi padaku, di mulai dari dunia modern yang pernah ku tinggali, kemudian bereinkarnasi dan lain sebagainya.
_Bersambung.