Rama Dan Seni Beladiri Yang Hilang

Rama Dan Seni Beladiri Yang Hilang
Rama Melawan Diri


__ADS_3

Sudut pandang orang pertama, Isabella.


"Ini aneh, kenapa Kau sama sekali tidak menggunakan jubah sihir?" Tanya Alter Rama pada Vanisha yang kini telah tiada.


"Tapi, meskipun dirimu menggunakan jubah sihir. Akulah yang akan tetap menang!" Lanjut perkataanya dengan nada yang amat sombong.


Kondisi tempat ini terlihat begitu kacau balau, hampir seluruh bangunan dan lainnya hancur akibat jejak pertarungan dahsyat alter Rama dengan Vanisha!


Dia kemudian melirik ke arahku.


"Ya, sekarang giliranmu!" Ucapnya melirik dengan tajam ke arahku.


"Tunggu, Rama! Ini aku Isabella!" Balasku padanya.


"Isabella? Aku sama sekali tidak mengenali dirimu." Jawabnya.


Sontak, hal tersebut membuatku syok bukan main. Dalam hatiku mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi pada diri Rama, segala tentangnya kini berubah secara 180°!


"Energi milikmu membuatku muak melihatnya, Kau adalah penghalang bagiku!" Lanjut perkataanya dengan nada yang begitu kesal.


Rama kemudian mengeluarkan bola api di tangan kirinya, dan segera setelah itu mengarahkannya padaku!


"Jika ingin kematianmu terasa lebih singkat, beritahu siapa nama orang tuamu?" Tanya Dia sambil mengarahkan bola apinya padaku.


"Apa maksudmu?!?! Verdifield! Aku anak dari raja Verdifield!" Jawabku dengan tegas.


"Ini aneh, seharusnya si Raja tua itu hanya memiliki satu orang Putri, Renia seorang." Balasnya.


"Ya .. mau bagaimana lagi, inilah salah satu garis takdir yang harus ku lalui!" Lanjut perkataanya.


Rama kemudian menghempaskan bola apinya tersebut padaku, tidak lupa Dia juga mengatakan "selamat tinggal, orang yang tidak kukenal!" padaku.


Dalam keadaan lemah, Aku hanya bisa pasrah menerima serangan darinya. Menutup mata, Diriku mulai membayangkan kebersamaanku dengan Ibunda di atas nanti.


"Kita akan bertemu, Bunda!" Ucapku pasrah sambil menutup mata.


Namun, serangan bola api Rama malah mental ke atas dan tidak jadi mengenaiku. Bingung dengan apa yang terjadi, Aku bisa mendengar Rama yang kini sedang berteriak.


"Sial, kenapa Kau bangun?!?!" Teriaknya sambil memegang tangannya sendiri.


"Sudah cukup, kenapa Kau ingin melukai orang-orang yang begitu ingin kulindungi?!?!" Balas Teriak Rama pada dirinya sendiri.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" Ucapku keheranan dengan apa yang terjadi.


"Rama memiliki 2 kepribadian?!?!" Lanjut perkataanku dalam hati.


Mata kiri dan kanannya terlihat memiliki warna yang berbeda, yang satu berwarna merah dan satunya lagi berwarna biru!


Tangan kanan Rama menggenggam tangan kirinya dengan begitu erat.


"Jadi itu alasan mengapa serangan tadi tidak mengenaiku." Kataku.


"Isabella! Ini aku, Rama!"


"Cepatlah pergi dari sini!" Teriaknya padaku.


"Apa yang sebenarnya terjadi padamu, Rama?" Balasku bertanya padanya.


"Aku juga tidak tahu!"


"Yang lebih jelas adalah cepat pergi dari sini! Aku tidak ingin melukaimu!" Teriaknya menjawab.


"Bawa sejauh-jauhnya Renia, Nyx beserta orang-orang yang selamat lainnya!" Lanjut teriakannya.


Rama dengan segera berlari dari tempatku berada, tentu saja Aku berteriak padanya mengenai kemana Dia akan pergi.

__ADS_1


"Kamu mau kemana, Rama?!" Ucapku berteriak padanya.


...----------------...


Beralih sudut pandang orang pertama, Rama.


Dalam keadaan masih bisa mengendalikan tubuhku, Aku berusaha berlari sejauh mungkin dari permukiman warga.


"Aku harus pergi sejauh-jauhnya!" Ucapku dalam hati.


"Percuma saja, tidak lama lagi tubuhmu akan segera kembali ku kendalikan kembali!" Balas ucapannya padaku.


"Bacot!"


"Siapa sebenarnya Dirimu hah?!?! seenak hati masuk ada di dalam tubuhku!" Balas perkataanku sambil berlari menjauhi permukiman.


"Hahaha, Kau salah besar ... Dirimu lah yang seenaknya masuk ke dalam raga orang lain!" Jawabnya dengan nada tinggi.


Ucapannya tentu saja tidak dapat dimengerti. Aku masuk ke dalam tubuhnya? Tidak! Aku hanya bereinkarnasi!


Tanpa sadar, kini Aku sudah berada di sebuah lapangan yang begitu luas.


"Aku harus ke tengah-tengah!" Ucapku yang kemudian pergi ke tengah-tengah lapangan.


Berada di tengah lapangan, Aku kemudian duduk berlutut dan setelahnya mengeluarkan sihir protection untuk memerangkap Diriku sendiri.


Dan secara tiba-tiba, kesadaranku kembali menghilang sesaat setelah mengeluarkan pelindung.


...****************...


Beralih sudut pandang orang pertama, Alter Rama :


"Apa yang sebenarnya bocah ini lakukan?"


"Hal seperti ini, mudah untukku hancurkan!"


Namun, protection yang di rapalkan mantra olehnya tidak bisa ku tembus.


"Apa? Kenapa?!" Ucapku tanyaku terheran-heran.


Segala cara sudah ku lakukan untuk bisa keluar dari sihir protection ini. Namun tetap, hasilnya nihil dan sama sekali tidak berguna!


"Sialan Kau, bocah!"


"Berani-beraninya memerangkap Diriku yang seorang terkuat didalam sini!"


"Kau memperlakukanku layaknya binatang ternak!" Teriakku dengan nada kesal.


Tiba-tiba dari kalung yang dipakai oleh Rama, keluar rantai surgawi yang langsung melilitku!


"Sial, apa ini?! Rantai surgawi?!"


"Energi Mana ini ... Milik Dewi reinkarnasi Fifi!" Ucapku dengan nada kesal.


Rantai surgawi merupakan salah satu senjata kuno yang terkenal kuat. Rantai yang bahkan bisa mengekang ras Dewa sekalipun!


"Dasar pengecut Kau, Fifi!"


"Keluarlah dan hadapi Diriku!"


"Aku tahu bahwa Kau selalu memperhatikanku dari balik celah surga!"


"Keluarlah sekarang!" Teriakku sambil melihat langit.


"Kalian para Ras Ilahi selalu berbohong mengenai kebenaran!"

__ADS_1


"Kalian tidaklah lebih dari sekedar sampah yang harus segera ku buang!"


"Keluarlah kalian semua!" Lanjut Diriku berteriak menantang para Ras Ilahi!


Karena dibantu oleh Fifi dengan rantai surgawinya, kesadaranku mulai menghilang dan sepertinya Rama akan kembali menguasai tubuh ini.


Namun, sebelum semua itu terjadi. Aku mengejek dan mengatakan bahwa para ras Ilahi hanyalah sekumpulan orang-orang penakut yang selalu berlindung dibalik surga!


"Pengecut yang hanya bisa bisa bersembunyi dibalik pintu surga!" Gumamku sambil tersenyum.


...****************...


Beralih sudut pandang orang pertama, Rama.


Ditengah rasa nyamanku dalam pelukan hangatnya rebahan. Terdengar suara bisik-bisik, menyuruhku untuk segera bangun.


"Bangun .. Rama .. Bangunlah!"


"Rama .. Bangunlah!"


Aku kemudian membukakan mata dan menyadari bahwa suara tersebut bersumber dari Dewi Fifi.


"Dewi?!?!" Ucapku dengan nada tidak percaya bisa kembali bertemu dengannya.


"Lama tidak bertemu ya, Rama." Balas perkataannya sambil tersenyum padaku.


"Pasti berat, yah ... "


"Kamu ingin bercerita? Silahkanlah!" Lanjut perkataanya.


"Siapa Dia? Mengapa Dia bisa berada di dalam tubuhku?" Tanyaku pada Dewi Fifi.


"Sulit untuk menjelaskannya, Rama."


"Namun, Aku satu hal yang akan terjadi jika Dia bangkit secara penuh!" Ucapnya dengan tegas.


"Memangnya apa itu?" Balasku bertanya padanya.


"Kehancuran dunia!" Jawabnya dengan tegas.


"Dia adalah sang pembawa bencana dari masa depan!" Lanjut perkataan Dewi Fifi mengatakan bahwa Dirinya berasal dari masa depan.


"Lantas, kenapa Dia bisa ada dimasa ini?! Dan terlebih lagi, mengapa Dia berada di dalam tubuhku?!" Balasku bertanya padanya.


"Jika kamu sungguh ingin mengetahui jawabannya, temuilah dan tanyai ke 3 orang ini!"


"Agria Verdifield, tanyai alasan mengapa Dia menteleportasikan kalian bertiga!


"Yura Aikawa, Dimasa depan nantinya .. Dia adalah orang yang akan menyegel dan mengirim 'Orang yang berada di dalam tubuhmu' ke masa lalu!


"Elyzia Ibumu, tanyai lebih tentang keberadaan Ayahmu!" Jawab Fifi.


"Kenapa tidak Kau saja yang memberitakan semuanya?!" Balasku berteriak kepada Dewi Fifi.


"Maaf Rama. Aku sudah terikat sumpah jiwa agar tidak memberitahumu secara detail." Jawabnya.


Sesaat setelah Dewi Fifi mengatakannya padaku, tubuhku terasa tertarik dan tiba-tiba pergi ke sebuah gerbang dimensi.


Tentu saja Aku berusaha bertahan dan mencoba mempertanyakan mengapa alasan Diriku di reinkarnasikan olehnya kedunia ini.


"Kau akan mengetahui alasannya kelak, Rama."


"Jika Aku boleh menyarankan, jangan sampai Kamu menggunakan manipulasi energi sihir secara berlebihan, jika tidak ingin 'Dia' kembali mengambil alih tubuhmu!" Jawabnya.


_Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2