
Sudut pandang orang pertama, Draven Darkheart
*Sebelum Draven menjadi gurunya Rama.
Aku kemudian membiarkan bocah kecil bernama April untuk lari.
"Hahahahahaha!"
"Apa kalian akan membiarkan Rama pergi begitu saja?!" Tanyaku dengan tegas.
"Tidak!" Jawab tegas bocah yang bernama Isabella.
Dia terlihat begitu terpukul dengan kepergian Rama. Air matanya jatuh begitu tulus tanpa adanya rasa lain lagi.
Sejenak, Aku tersenyum dan sepertinya ingin bermain-main dengan ketiga bocah ini.
"Ini semua belum terlambat, Dia masih bisa hidup." Ujarku.
Merasa ada sebuah kesempatan, mereka kemudian bertanya tentang bagaimana cara untuk menyelamatkan Rama.
" ... memangnya, apa yang bisa menyelamatkan Rama?!" Tanya bocah bernama Renia.
"Golden time!" Tegas diriku menjawab.
"Golden time? Apa itu?" Tanya bocah bertelinga kucing.
"Ya, Golden time."
"Seusai namanya, waktu emas!"
"Saat seseorang tiada, mungkin beberapa organ tubuh seperti jantungnya akan berhenti bekerja."
"Namun, ada satu organ tubuh yang masih hidup untuk beberapa saat! Dialah otak!" Balasku.
"Secara bertahap, otak akan mati seiring berjalannya waktu. Mungkin, golden time hanya berlangsung selama 2 menit saja." Lanjut perkataanku menjelaskan kepada mereka.
Tiba-tiba, seorang bocah yang bernama Isabella menyerangku!
"Cerdas sekali!" Ucapku memujinya.
"Kak Renia! Nyx! Kita serang Dia bersamaan! Jika kita menang, Dia akan menyembuhkan Rama!" Teriak Isabella pada temannya yang lain.
Sadar, mereka kemudian ikut menyerang diriku!
"Sihir petir : kilat!"
"Manipulasi sihir : Cakar!"
"Hahahaha, inilah yang kutunggu-tunggu!" Teriakku menikmati serangan mereka.
Namun, dengan mudah tentunya aku bisa menghindari semua serangan mereka!
"Hanya ini kekuatan yang kalian miliki?!"
"Cepatlah! Jika kalian belum mengalahkanku dalam kurun waktu 2 menit, Rama kalian akan tewas untuk selama-lamanya!" Teriakku memotivasi mereka.
Isabella dengan cepat menggunakan sihir anginnya, Dia membuat sebuah tornado yang begitu besar dan langsung menghantamnya padaku!
Tidak mau kalah, Renia juga menggunakan sihir kilatnya. Dia menggabungkan sihirnya tersebut dengan tornado milik Isabella, dan akibat penggabungan dua jenis elemen tersebut terciptalah sebuah badai!
"Sihir gabungan : Badai angin!"
__ADS_1
"Hebat!" Ujarku sambil melihat badai besar yang akan segera menghantam diriku.
Aku kemudian menggunakan sihir badai juga!
"Sihir kehampaan : Badai kegelapan!"
Kedua jurus kami saling bertabrakan dan akibatnya menghasilkan sebuah angin yang begitu dahsyat!
*Demmmmmmmm
*Wuishhhhhhhhhhhh
"Hanya ini?! Hanya ini?!" Teriakku.
Mereka berdua terlihat tidak mau menyerah, dengan sekuat tenaga mendorong badai nya ke arahku!
"Tidak! Kami tidak akan menyerah!"
"Benar! Nyawa Rama bergantung pada kami!" Jawab mereka berdua.
"Mereka berdua!" Panikku merasakan sebuah kekuatan yang belum pernah kulihat.
Perlahan tapi pasti, badai angin milik mereka berdua datang ke arahku!
Aku yang tidak mau kalah, kemudian merapalkan sihir petir untuk menetralkan serangan mereka!
"Sihir kehampaan : kilat penghapus!"
*Sruittttttttt (suara kilatan petir)
Seketika, baik badai kegelapan milikku dan badai angin mereka lenyap bersamaan dengan kilatan petir jurusku.
Mereka berdua tampak kelelahan setelah menggunakan sihir secara maksimum.
Aku kemudian sadar, bahwa bocah wanita bertelinga kucing tadi tidak ada!
"Dimana, dia?!" Ucap panikku dalam hati.
"Sekarang, Nyx!" Teriak Isabella.
Tiba-tiba, bocah bertelinga kucing langsung melayangkan serangan cakarnya!
Namun beruntung aku bisa menghindari serangannya tersebut!
"Kau benar-benar seperti kucing, yah!"
"Selalu menyelinap dan mencuri secara diam-diam!" Teriakku.
"Tunggu!" Lanjut perkataanku menyadari sesuatu.
Ya! bocah bertelinga kucing ini telah berevolusi menjadi singa!
"Kekuatannya sekarang sudah tidak sama lagi dengan yang tadi!" Lanjut perkataanku.
Dengan cepat, Dia berlari ke arahku sembari melancarkan serangannya berupa cakaran!
Namun kali ini, serangannya tersebut begitu kuat, yang sampai-sampai membuat batu terkoyak dengan begitu mudahnya!
"Batu itu sampai terbagi dua!" Ujarku dalam hati sambil melihat batu tersebut.
"Bisa fatal jika aku terkena serangannya!" Lanjut perkataanku sambil tersenyum.
__ADS_1
Bertubi-tubi, Dia melancarkan serangan berupa cakaran!
Namun Aku dengan mudah dapat menghindari semua serangannya!
"Apa kau tidak bisa melakukan hal lain selain mencakar, hah?!" Teriakku padanya.
Tiba-tiba, Aku merasakan sebuah energi alam yang begitu kuat!
Berbalik badan, bocah Isabella dan Renia kini tengah mengumpulkan energi alam ke dalam tubuh mereka!
"Mereka, bisa menggunakan energi alam sama sepertiku?!" Ujarku.
Namun terlihat, seperti ada kekosongan yang terjadi pada diri mereka ketika menggunakan energi alam.
"Sayang sekali, ternyata belum sempurna." Lanjut perkataanku.
"Meskipun belum sempurna, tapi ini sudah lebih dari cukup!" Tegas Renia membalas perkataanku.
Mereka bertiga melesat, dan menyerangku. Namun aku bisa bertahan berbekal kemampuan fisik yang kumiliki!
"Energi alam adalah sebuah energi yang tentunya berasal dari alam. Bentuknya tidak dapat dipahami, namun bisa dirasakan seperti semilir angin bagi yang bisa mengendalikannya. Bagi seorang penyihir, mengendalikan energi ini bukanlah perkara mudah, mengingat memerlukan kontrol yang baik serta kapasitas mana yang cukup besar."
"Bagi spenyihir manapun yang dapat mengendalikan energi ini dengan sangat baik, akan mendapatkan peningkatan pesat baik pada fisik, maupun kekuatan sihirnya."
"Seorang penyihir yang bisa mencampurkan energi alam dengan energi positif, akan mendapatkan Mana suci yang diberi nama "sihir surgawi" dan bagi seorang penyihir yang bisa mencampurkan energi alam dengan energi negatif, akan mendapatkan Mana kegelapan yang diberi nama "Sihir kehampaan!" Ucapku dalam hati sambil bertahan dari serangan bocah-bocah ini.
"Sihir alam : Thunderbolt!" Teriak Renia dengan jurusnya.
"Sihir alam : Naga angin!" Teriak Isabella dengan jurusnya.
"Sihir alam : rauman api!" Teriak Nyx dengan jurusnya.
"Hebat!" Balasku melihat kekuatan mereka bertiga.
"Tapi dalam kasus ketiga bocah ini, yang masih dalam tahap awal mengendalikan energi alam, mereka menggantikan sumber energi sihir yang entah berasal dari emosi positif ataupun negatif dengan kekuatan alam." Ucapku dalam hati.
Aku kemudian melapisi tubuhku dengan jubah Mana berwarna hitam, dan setelahnya merapalkan sihir badai, namun dengan kekuatan yang maksimum!
"Sihir kehampaan : Badai naga kegelapan!"
Serangan kami bertiga beradu dan menciptakan sebuah ledakan yang begitu hebat dan juga besar!
*Bledakkkkkkk
*Duarrrrrrrrrrrrr
*Blemmmmmmm
......................
Singkat cerita, kondisi sudah mulai kondusif. Akibat beradunya serangan kami, sampai-sampai membuat sebuah kawah yang begitu dalam!
"Luar biasa, Aku belum pernah .. mengeluarkan energi sihir sampai sebanyak ini ... " Ujarku sambil sambil ngos-ngosan setelah beradu serangan.
Aku kemudian membawa mereka bertiga masuk ke dalam goa, ketiga bocah ini pingsan, karena kelelahan.
sejenak, Aku tersenyum ke arah bocah yang bernama Isabella. Walaupun tidak sempurna, disaat terakhir Dia menggabungkan energi alam dengan energi positif miliknya.
"Sekarang .. Aku tahu batasan dari ke tiga bocah perempuan ini."
"Namun, Aku tidak tahu batasan dari kekuatanmu, Rama!" Ucapku.
__ADS_1
Tiba-tiba dari arah luar mulut goa, munculah satu bocah lainnya bernama April. Dia selamat karena diriku kurung di dalam sihir protection milikku, sesaat sebelum bertabrakannya seranganku dengan ketiga bocah ini.
_Bersambung.