
Sudut pandang orang pertama, Putri Renia.
"Dimana dirimu sebenarnya, Isabella!"
Gumam kesalku sambil berlari mencarinya.
Saat tengah mencari keberadaan Isabella, tiba-tiba Mana Rama terasa sedang bertarung.
"Rama!"
"Benar, aura Mana ini miliknya!"
Ucapku dengan yakin.
"Sekarang, masalah apa lagi yang di cari oleh anak itu."
Lanjut kembali perkataanku.
Dengan segera aku menuju lokasi Rama berada sekarang ini.
______________________________________________
Beralih sudut pandang orang pertama, Rama :
"Hebat, bagaimana caramu melakukannya?!"
Tanyaku pada nyx.
Nyx kemudian bertingkah layaknya seekor kucing dengan mengendus-ngendus badanku.
"Apa yang sedang kamu lakukan, nyx?"
Tanyaku padanya.
Secara tiba-tiba, Dia melompat ke arahku dan tentunya membuat Diriku jatuh ditimpa olehnya. Bukan itu saja, Dia secara terus menerus menjilat serta menggigit pipiku.
Malu dengan kelakuannya, Aku meminta Dia untuk berhenti. Namun, cengkraman tangannya pada bajuku begitu kuat dan juga setiap ku tarik, wajahku digigit dan ikut tertarik.
"Aaa ... sakit!!!"
"Hentikan, Nyx!"
Ucapku padanya, meminta dirinya agar menghentikan kelakuannya.
"Rama!!!"
Ucap teriak seseorang kepadaku.
Saat melihatnya ke sumber suara tersebut, ternyata itu adalah Renia yang sudah berada tepat di belakangku.
"Apa yang sedang Kau lakukan, bersama gadis ini?!"
Ucapnya dengan nada kesal.
Dalam posisi tiduran dan menengadah ke arahnya, Aku kemudian sadar dengan apa yang sedang terjadi dan mencoba untuk menjelaskan semuanya.
"Tu-tunggu, Renia!!!"
"Ini tidak seperti yang Kamu pikirkan!"
Ucapku meyakinkannya.
Nyx kemudian turun dari tubuhku dan berdiri kembali. Renia dengan cepat menarik kerah bajuku dan mengatakan.
"Kau tidak perlu menjelaskan semuanya, gadis itu beserta sepinya suasana disini sudah menjadi bukti!"
Ucap Renia dengan tegas.
"Tu-tunggu ... Kau salah paham, Renia!"
Ucap panikku sambil mencoba menjelaskan semua padanya.
Renia dengan cepat memukul pipiku dan seketika membuatku terpental ke udara. Mungkin, Aku terpental mungkin sekitar lima sampai 7 meter diatas permukaan tanah.
Singkat cerita, Kami bertiga kini berada di penginapan. Renia terlihat sudah sedikit lebih tenang setelah semuanya dijelaskan oleh Nyx.
"Jadi begitu ... ceritanya ... "
Ucap Renia.
"Ya ... "
Balas Nyx.
"Kau dengar itu, Aku tidak melakukan hal macam-macam apapun padanya!"
__ADS_1
Ucap kesalku sambil mengompres memar pada pipiku.
"Diam, Kau tidak ku ajak bicara!"
Balas perkataan Renia dengan kesal kepadaku.
"Anak ini ... "
Ucapku dalam hati.
"Oh iya, Nyx."
"Apa Kamu bisa menggunakan sihir?"
Tanya Renia padanya.
"Aku hanya bisa menggunakan beberapa sihir dasar. Namun, keahlianku terletak pada sihir heal milikku."
Balas Nyx padanya.
"Benar apa yang dikatakan oleh Nyx, Dia pandai dalam menggunakan sihir heal."
Ucapku meyakinkan Renia.
"Namun, apakah media atau caramu melakukannya memang dengan cara menjilat."
Tanyaku pada Nyx.
"Tidak juga, Aku bisa menggunakan sihir penyembuhan dengan cara atau media normal. Namun, untuk berjaga-jaga Aku dengan sengaja menandai mu menggunakan bau ku."
Balasnya perkataanya padaku.
"Dia sama anehnya dengan orang-orang."
Ucapku dalam hati.
"Bagaimana jika kita membentuk party beranggotakan tiga orang terlebih dahulu. Aku, Rama dan juga nyx!"
Usul Renia dengan nada yakin.
"Tapi ... Aku tidak begitu pandai dalam bertarung, mungkin nantinya Aku hanya akan menjadi beban kalian."
Balas Nyx dengan wajah murung.
"Apa yang Kamu katakan, Nyx. Kamu sama sekali tidak akan membebani kami."
"Benar apa yang dikatakan oleh Rama, Tugasmu dalam party hanyalah sebagai healer, tidak lebih."
Ucap Renia meyakinkan Nyx.
"Terlebih lagi, kita semua membutuhkan uang untuk bertahan hidup."
"Bukan itu saja, Kau pasti ingin kembali ke Negeri Furrington berada, kan?"
Lanjut perkataan Renia.
Mendengar pertanyaan dari Renia, seketika membuat Nyx murung.
"Sayangnya tidak, Negeri itu sudah tidak ada lagi."
Balas Nyx tersenyum ke arah Renia.
"Maaf, Aku tidak tahu."
Ucap Renia dengan nada menyesal.
"Ti-tidak apa-apa, justru Akulah yang bersalah karena tidak memberitahukan kalian sedari awal."
Balasnya perkataanya pada Renia.
"Baiklah, jika hal tersebut akan menyenangkan hati Tuanku, Aku akan melakukannya!"
Ucap Nyx dengan nada semangat.
"Tuan ... Siapa yang Dia maksud?"
Ucapku dalam hati.
Kami bertiga kemudian mendaftarkan diri untuk membentuk sebuah party di Guild atau serikat secara resmi.
Saat memasuki ruangan serikat, terlihat orang-orang menatap kami bertiga dengan tatapan yang tajam. Mereka juga berbisik-bisik, mengatakan sesuatu yang tidak-tidak kepada kami.
"Siapa mereka anak baru?"
"Entahlah."
__ADS_1
"Paling dapat misi rank-H saja sudah pasti lenyap mereka."
"Padahal masih muda."
Aku sebenarnya tahan dengan ucapan mereka. Namun, semua itu berubah ketika dari mereka ada yang mengatakan hal yang macam-macam kepada Renia dan Nyx.
"Lihatlah kedua gadis itu, cantik sekali!"
"Benar!"
"Akan ku ajak mereka berdua bermain bersama!"
"Lihatlah, Akan ku ajak kedua gadis itu ketika si bocah yang satu itu tewas dalam misi!"
"Siapa bocah laki-laki itu, mengganggu pemandangan saja."
"Kedua gadis itu tipeku!"
"Aku langsung jatuh cinta pada pandangan pertama kepada kedua gadis itu!"
"Akan ku beri mereka kenikmatan duniawi!"
Risih dengan perkataan mereka, apalagi mengatakan hal-hal seperti itu membuatku naik pitam. Aku sebenarnya bisa saja kehilangan kendali atas diriku, namun Renia dengan cepat berbalik dan memberi isyarat untuk jangan mendengarkan mereka.
Kamu bertiga akhirnya sampai di meja resepsionis serikat ini.
"Ada yang bisa saya bantu, Tuan dan nyonya sekalian?"
Ucap penjaga resepsionis sambil tersenyum.
"Kami ingin mendaftarkan diri sebagai party."
Ucap Renia.
"Baiklah, kalian isi dokumen ini terlebih dahulu. Dimulai dari nama masing-masing anggota, dominan sihir kekuatan dan seterusnya."
"Jika ada yang tidak bisa diisi, silahkan dikosongkan saja."
Ucap Mbak Resepsionis tersebut sambil memberikan sebuah dokumen yang harus kami isi.
Renia kemudian mengisi satu persatu data diri kami semua, namun Dia terlihat bingung dengan salah satu data yang harus diisi.
"Ada apa, Renia?"
"Kamu terlihat bingung."
Tanyaku padanya.
"Tidak, Aku hanya bingung dengan nama party kita."
Balasnya.
"Bagaimana jika dengan Pengembara Gerhana?"
Saranku kepada Renia.
"Nama yang bagus, namun nama party haruslah mencerminkan semangat juang dan juga tujuan kita!"
Balas perkataan Renia padaku.
Kami berdua kemudian berpikir keras. Namun tiba-tiba, Nyx berteriak dan memberikan sarannya.
"Aaa!!!"
"Bagaimana jika dengan Pengembara takdir?"
Ucap saran Nyx.
"Saran yang bagus, Nyx!"
"Benar, Aku seolah berkaitan dengan nama ini."
Ucap Renia dan Diriku menyetujui sarannya Nyx.
"Baiklah, sudah diputuskan. Nama party kita adalah Pengembara takdir!"
Ucap Renia dengan semangat.
"Terimakasih karena sudah memberikan berkas dengan secepat mungkin, terlihat disini bahwa kalian semua mengisi data diri dengan baik."
"Alhasil proses kami untuk mendaftarkan party kalian jauh lebih mudah."
Ucap Mbak Resepsionis.
"Langkah selanjutnya adalah besar kekuatan Mana kalian bertiga akan kami ukur!"
__ADS_1
Lanjut perkataan Mbak Resepsionis.