
Sudut pandang orang pertama, Rama.
"Aku tidak menyangka, bahwa kalian semua bisa mematahkan ilusi milikku!" Ucap tiba-tiba seseorang.
Sontak karenanya, Kami semua kemudian bersiaga akan kehadiran musuh.
"Siapa Kau, tunjukkan dirimu!" Teriakku.
"Hahahaha .. Tenanglah, rasanya tidak perlu kita untuk berkelahi .. " Balasnya.
"Aku bisa merasakannya .. kekuatan yang terpendam begitu kuat .. " Lanjut perkataanya.
"Jangan banyak mengoceh! Tunjukkan jati dirimu!" Balasku berteriak padanya.
Tiba-tiba, sebuah energi mana gelap berkumpul di depan kami!
Dan setelahnya, membentuk tubuh seseorang!
Ternyata, Dialah yang sedari tadi memperhatikan kami!
"Perkenalkan, namaku Draven Darkheart. Aku merupakan seorang The Mighty Fourteen yang baru dan menempati posisi ke empat!" Ucapnya memperkenalkan diri.
Sontak kami semua panik bukan main, mengingat harus bertemu kembali dengan sosok 14 orang terkuat lainnya!
"Dulu Ao dan Ai, terus Vanisha DragonDark, sekarang Draven Darkheart!"
"Kami semua memang tidak beruntung!" Ujarku dalam hati.
Lantas, Aku teringat perkataan Vanisha. Yang mengatakan bahwa siklus dari the mighty fourteen akan berubah setiap satu tahun sekali.
"Tunggu! Bukankah siklus dari the mighty fourteen akan berubah setiap satu tahun sekali?!"
"Dirimu mengatakan bahwa Kau adalah sosok the mighty fourteen yang baru, apa itu hanyalah gertakan semata untuk membuat kami semua takut?!" Tanyaku.
"Ya, yang kamu katakan benar sekali."
"Siklus daripada keempat belas orang terkuat akan terjadi pengulangan setiap satu tahun sekali."
"Sepertinya kamu telah diberitahukan oleh seseorang, ya. Tapi sepertinya, informasi yang diberikannya masih kurang lengkap!"
"Jika ternyata dari the mighty fourteen, baik dari kubu cahaya ataupun kegelapan ada yang mati lebih dari 2 orang. Maka siklus ini akan secara paksa otomatis aktif saat itu juga!" Jawabnya.
"Jika boleh ku tahu, siapa yang memberitahukannya kepadamu?" Ucapnya berbalik tanya padaku.
"Vanisha DragonDark!" Jawabku.
Sontak, Dia tidak percaya dengan perkataanku.
"Mustahil! Kau pasti bercanda kan, bocah?!" Tegasnya bertanya kembali.
"Tidak masalah jika dirimu tidak mempercayaiku, yang jelas Dia Vanisha DragonDark!" Jawabku.
"Jangan-jangan, Kau sendiri yang telah menghabisinya?" Tanya Dia.
"Mana ku tahu!" Balasku.
Dia masih tidak percaya bahwa Diriku pernah bertemu dengan Vanisha. Sejenak, Dia diam dalam keraguannya sendiri, sampai pada akhirnya mengatakan.
__ADS_1
"Vanisha terkenal akan kekejamannya dalam segala hal. Aku sempat tidak percaya bahwa Dia akan dikalahkan oleh seseorang. Mengingat kekuatan yang dimilikinya hampir sampai pada puncaknya!"
"Terlebih lagi .. Dia dikalahkan oleh seorang bocah, itu lebih tidak masuk akal!" Tegasnya dengan wajah murung.
Tiba-tiba, entah mengapa Dia begitu senang dan bahagia!
"Hahahaha, Hei bocah!" Ujarnya berteriak dengan tertawa jahat.
"Kau mengatakan, bahwa perkataanku tadi hanya gertakan semata, kan?"
"Kau meragukan Diriku, yang merupakan salah seorang dari the mighty fourteen!"
"Padahal buktinya sudah jelas ... Aku memegang salah satu dari senjata terkuat!" Lanjut perkataanya dengan nada suara sombong lagi tinggi.
"Gawat, Dia serius!" Ucap panikku.
"Ku beri satu hal padamu, bocah!"
"Klaim dari the mighty fourteen, tidak bisa diakui secara sepihak!"
"Karena ini merupakan sebuah simbol dari kesakralan dan dilindungi oleh 'sumpah jiwa' penciptanya!" Ucapnya.
Energi yang dikeluarkan Draven sangat kuat dan juga besar!
Aku yang sedang tidak mengaktifkan Mana saja, bisa merasakan kengerian terpancar darinya!
"Renia Isabella, gunakan sihir protection!" Teriakku.
"Terlambat!" Balas Draven.
Dia kini bergerak dengan sangat cepat! Dan tiba-tiba saja sudah berada di belakangku!
Dia kemudian melayangkan melayangkan tendangan ke arah perutku, namun bisa ku tangkis menggunakan sarung pedangku!
"Nyx! Bawa April keluar dari goa ini!" Teriakku.
"Ba-baik!" Jawabnya.
Nyx kemudian berlari membawa April menjauh dan keluar dari goa ini.
"Bisa-bisanya kamu menghawatirkan orang lain, yah." Balas Draven.
Dia kemudian mengeluarkan sihir kehampaan berupa badai yang begitu besar dan langsung menghempaskan diriku!
"Sihir kehampaan : Badai kegelapan!"
"Rama!!!" Teriak Renia dan Isabella.
Aku terhempas dan menabrak dinding goa dengan sangat keras!
"Sakit!!!" Ujarku setelah menabrak dinding goa.
Renia kemudian menyerang Draven menggunakan pedang miliknya!
"Awas Kau!"
Meskipun dengan tangan kosong, Dia berhasil menghindari dan menangkis ayunan pedang Renia!
__ADS_1
Isabella kemudian mengeluarkan sihir angin, dan menjebak Draven ke dalamnya!
"Sihir angin : Tornado angin!"
Draven sama sekali tidak bereaksi dengan serangan angin Isabella, dan malah tertawa begitu senang!
"Hahahaha, hanya ini kekuatan yang kalian miliki?!" Ujarnya.
Aku kemudian masuk ke dalam tornado angin, dan menyerang Draven menggunakan pedang milikku!
"Aaaa!!! Terima ini!!!" Teriakku.
Draven berhasil menahan seranganku tersebut hanya berbekal tangan kosong!
"Keras sekali!" Ucapku dalam hati yang sama sekali tidak bisa menggores tangannya!
Dengan tangan satunya, Draven mengeluarkan sebuah angin berwarna gelap dan langsung mendaratkannya padaku!
"Sihir kehampaan : Badai minimum!"
Sesaat sebelum serangannya mengenaiku, Renia dan Isabella berhasil melapisi tubuhku menggunakan sihir proteksi.
"Sihir angin : Pelindung!"
"Sihir angin : Pelindung!" Teriak mereka bersama melindungiku.
Aku kemudian terhempas dan kembali menghantam dinding goa. Tapi, kali ini efek serangannya tidak terlalu kuat mengingat Draven menggunakan badai minimum dan juga tubuhku dilindungi oleh sihir pelindung milik Renia dan Isabella!
"Terimakasih, kalian berdua!" Ujarku.
"Tidak masalah, yang harus kita prioritaskan adalah bagaimana cara untuk mengalahkannya!" Balas Renia.
"Tidak Renia! Mustahil kita bisa mengalahkannya! Yang lebih masuk akal adalah kita harus mengulur waktu dan segera pergi keluar dari goa ini!" Ucapku.
"Benar apa yang dikatakan oleh Rama! Kita harus kembali ke kota dan mencari perlindungan disana!" Balas Isabella membenarkan perkataanku.
...****************...
Beralih sudut pandang orang pertama, Draven Darkheart.
"Mereka Anak-anak yang baik!"
"Kerja sama mereka sangat apik dan juga terstruktur!'
"Meskipun masih muda .. Mereka layak menjadi seorang petualang dan membentuk party!"
"Aku kagum dengan semangat juang yang mereka bertiga lakukan!"
"Entah dari pengalaman, insting maupun kemauan untuk hidup. Semuanya dikemas secara sukses dalam kerja sama!"
"Dalam keadaan terdesak sekalipun .. Mereka masih bisa berkomunikasi antara satu dengan yang lainnya .. "
"Menurunkan ego dan memikirkan jalan paling masuk akal untuk keluar dari sebuah masalah .. "
"Bagus, anak-anak muda!"
"Aku akan membimbing kalian menjadi lebih matang lagi!" Ucapku dalam hati.
__ADS_1
_Bersambung.