
Sudut pandang orang pertama, Rama.
"Gawat, apa yang harus kulakukan?!" Ucapku dengan panik.
Salah satu serigala yang ku lumpuhkan tadi, pada akhirnya bangun dan ikut mengepung kami. Aku sadar betul, bahwa tidak ada jalan keluar selain bertarung melawan kawanan serigala hitam ini.
"Pergi dan bawalah Anna ketempat yang aman, Nyx!" Ucapku berteriak padanya.
Nyx kemudian membawa Anna, walaupun Dia sepertinya tidak mau.
"Lepaskan Anna!" Teriaknya meronta-ronta.
"Ini demi keselamatanmu, Anna!" Ucapku dalam hati sambil melihat Anna di bawa pergi oleh Nyx.
Kemudian, Renia menanyakan tentang bagaimana rencanaku dapat memenangkan atau setidaknya lolos dari kepungan kawanan serigala ini. Mengingat, mereka bukanlah sekedar makhluk biasa, melainkan serigala-serigala ini adalah salah satu makhluk mitologi yang bernama serigala Aul!
"Apa kamu punya rencana, Rama?" Bisik Renia bertanya kepadaku.
Sekejap, Aku berdiri dalam kebingungan. Tidak ada satupun rencana dalam benakku, mengingat ini pertama kalinya Aku merasa takut yang begitu besar terhadap musuh.
Namun tiba-tiba, salah satu serigala menyerang kami. Dengan cepat, Isabella merapalkan sihir dan membuat dinding darinya.
"Sihir air : Protection!" Teriak rapal mantra sihirIsabella.
__ADS_1
Kaget dengan sihir air milik Isabella. Serigala yang menyerang kami kemudian mundur, namun dengan sigap Renia melancarkan serangan kilatan petir miliknya.
"Sihir petir : Kilat!" Teriak Renia dengan jurusnya.
Serigala tersebut tentu tidak bisa menghindar dan akhirnya terkena serangan kilatan petir milik Renia.
"Kenapa mereka seperti lemah, yah?" Ucap Renia keheranan.
Tidak lama setelah mengatakan hal itu, serigala yang menyerang kami kemudian berdiri kembali. Namun, setelah itu Dia menumbuhkan satu kepala.
"Apa keadaan bisa menjadi lebih buruk lagi?" Ucapku dalam hati sambil melihat pemandangan tersebut.
Dia kemudian menyerang Renia, namun dengan cepat Aku berhasil menepis serangannya menggunakan pedang milikku.
"Awas, Renia!" Teriakku sambil mengeluarkan pedang dan menangkis cakarannya.
"Rasakan ini!" Teriak Renia menyerangnya.
Setelah terkena serangan Renia, serigala itu kemudian berdiri kembali, Dia lagi-lagi menumbuhkan satu kepala. Namun kali ini, dua kepala yang tadi tumbuh seketika memisahkan diri.
"Kali ini apa lagi, astaga!" Ucap Renia.
Benar! Serigala Aul memiliki kemampuan menggandakan dirinya. Meski mereka tidaklah terlalu kuat, dengan menggandakan diri tentu dapat merepotkan kami semua. Sekarang, ada 6 serigala Aul yang mengepung kami dari segala sisi.
__ADS_1
Ditengah kepanikan yang kurasakan, tiba-tiba tendengar suara bisikkan dikepalaku yang mengatakan untuk berhenti menyerang secara sia-sia dan fokus menyerang tubuh utama dari serigala Aul ini.
"Berhentilah menyerang secara sia-sia, temukan tubuh aslinya!" Ucap perintah suara tersebut.
Aku tentu saja heran, dan bertanya kepada Renia dan Isabella mengenai suara bisikkan tersebut.
"Apa kalian berdua mendengar itu?" Ucapku bertanya kepada mereka.
"Apa yang Kamu maksud, Rama?"
"Aku tidak mengerti perkataanmu."
Balas Renia dan Isabella.
Suara bisikkan itu kembali terdengar.
"Berhentilah menyia-nyiakan waktu, segera cari tubuh aslinya!" Ucap suara itu kembali.
Menyadari bahwa ada salah satu serigala yang sedari tadi diam dibelakang, Aku kemudian menebak bahwa Dialah pemilik tubuh asli mereka. Mencoba peruntungan, Aku kemudian berlari dan mencoba menyerang serigala itu. Tentu saja, aksiku tersebut membuat Renia dan Isabella khawatir.
"Rama, jangan maju sendirian!"
"Dasar bodoh, jangan berpikir yang tidak-tidak!"
__ADS_1
Teriak Isabella dan Renia seketika setelah Aku melesat berlari.
_Bersambung.