
Sudut pandang orang pertama, Rama.
Aku menuntun mereka semua untuk mengikutiku.
"Kita hanya kembali ke kamar ini."
"Apa yang sebenarnya ingin Kau buktikan, Rama?"
Ucap tanya Renia.
"Tunggu!"
Jawabku.
Aku kemudian mendekati setiap sudut tembok tempat tidur. Darinya, terlihat perbedaan tekstur antara satu dengan yang lain.
"Kalau tidak salah, yang ini … "
Gumamku sambil menebak-nebak.
"Sebenarnya, Apa yang sedang Kau lakukan … "
Ucap Lisa penasaran.
"Lihatlah … "
Jawabku ingin memperlihatkan sesuatu.
Aku kemudian menyalakan sihir api dan mengarahkannya pada sudut tembok yang ku yakini. Benar saja, tampak tembok tersebut menampakkan sebuah lingkaran sihir.
"Lingkaran sihir apa ini?"
"Tidak mungkin, ini lingkaran sihir kuno yang telah lama hilang!"
Ucap Renia dan Lisa.
"Bagaimana Dirimu bisa tahu, Lisa?"
"Sedangkan Kamu berkata bahwa ini telah lama hilang?"
Ucap tanya Nyx padanya.
"Lingkaran sihir kuno dapat dikenali dari rumitnya gambar dan aura yang terpancar asing!"
__ADS_1
Jawab Renia.
"Benar apa yang dikatakan oleh Renia."
"Ini adalah lingkaran sihir yang dibuat oleh Raja agria, jauh sebelum kerajaan ini berdiri!"
Lanjut perkataanku membenarkan perkataan Renia.
"Bukankah Agria merupakan nama Raja ke 3 dari kerajaan Volcanofall?"
Ucap tanya Isabella.
"Tidak!"
"Agria merupakan sebuah nama tradisi kerajaan Volcanofall, yang diberikan turun temurun dari Ayah ke anak laki-laki mereka."
Jawab Renia.
"Agria I dan Agria III, mereka adalah Kakek dan Cucu."
Ucap Lisa menambahkan.
"Aku mendengar, bahwa Raja Agria ke II, yang merupakan Ayah dari raja Agria ke III dikenal sebagai penyihir ulung yang sangat mahir. Dia membuat banyak inovasi dalam perkembangan sihir pada masa itu. Tidak heran, Dia mendapatkan gelar The Mighty Fourteen di usianya yang masih menginjak 18 tahun."
Ucap Isabella dengan tegas.
"Yang Kamu katakan benar adanya, Isabella."
"Namun, itu semua berubah ketika hak waris kerajaan jatuh kepada anaknya."
"Alih-alih membawa perdamaian, Raja Volcanofall ke III malah membawa malapetaka dan membuat kerajaan ini hancur."
Kata Lisa.
Seketika, Kami semua terdiam dengan apa yang dikatakan oleh Renia tersebut.
"Namun, hal yang benar-benar mengganggu pikiranku adalah … Bagaimana caranya Rama bisa mengetahui semua ini … "
Ucap Renia yang seketika memecah keheningan.
Mereka semua kemudian melirik ke arahku.
"Anu … itu … "
__ADS_1
Ucapku ragu ingin mengatakannya.
"Katakan yang sebenarnya pada Kami semua, Rama."
"Bagaimana Kau bisa mengetahui letak keberadaan lingkaran sihir ini. Terlebih, Diriku yang masuk dalam The Mighty Fourteen tidak bisa merasakannya!"
Kata Lisa memaksaku untuk menjawab.
"Sebenarnya, Kakek yang menghampiri kita tadi adalah Raja Agria III."
Jawabku.
"Mustahil, seharusnya Dia sudah lama tewas!"
Ucap reaksi Lisa.
"Sudah kubilang tadi, kan?"
"Dia melakukan sumpah jiwa kepada Dirinya sendiri. Sesaat sebelum Dia meregang nyawa!"
Balasku.
"Tunggu, apa itu sumpah jiwa?!"
Ucap tanya Nyx penasaran.
"Sumpah jiwa adalah sebuah metode yang dilakukan oleh penyihir kepada dirinya sendiri atau penyihir lainnya."
"Yang dimana, mereka akan menyimpan sumpah kepada Diri sendiri atau orang lain."
"Kemungkinan besar, Agria III melakukan sumpah jiwa agar tubuh fisiknya tidak hancur walaupun sudah mati dan menyimpan kata-kata terakhir untuk diberikan kepada orang terpilih yang menurutnya tepat, dalam kasus ini Rama!"
kata Isabella menjelaskan.
"Tapi, untuk apa?"
Lanjut tanya Nyx.
"Dia menginginkan agar kebenaran terkuak!"
Jawabku dengan tegas.
_Bersambung
__ADS_1