
Sudut pandang orang pertama, Rama.
Aku kemudian membuka mata.
"Dimana … Aku?"
Gumamku.
Tiba-tiba, terdengar suara Isabella yang terus memanggil-manggil Diriku tanpa henti.
"Sudah cukup, Rama!"
"Hentikan semua ini!"
Ucap Isabella berteriak.
Aku kemudian sadar dan melihat ke sekeliling. Semuanya tampak kacau balau, dengan kebakaran yang terjadi di setiap penjuru hutan.
"Apa yang telah Kulakukan?"
Ucapku.
"Ini bukan salahmu, Rama."
Tegasnya.
"Ada jiwa lain yang bersemayam di dalam tubuhmu!"
Lanjut perkataan Lisa dengan tegas.
"Kenapa Kau bisa ada disini, Lisa?"
Ucapku bertanya padanya.
"Akan ku jelaskan semuanya, setelah kita memadamkan kebakaran dihutan ini!"
Jawab Lisa dengan tegas.
Aku kemudian mencoba untuk bangun, namun tubuhku terasa sangat berat dan juga kaku ketika digerakkan. Isabella mengatakan kepadaku untuk jangan memaksakan diri dan meminta diriku untuk beristirahat.
"Jangan memaksakan diri, Rama!"
"Istirahatlah!"
Ucapnya.
"Tidak!"
"Aku harus bertanggung jawab dengan apa yang telah kulakukan!"
Jawabku dengan tegas.
Nyx, Renia kemudian datang, bersama Isabella mereka membantu Diriku bangkit.
"Terimakasih, kalian bertiga."
Ucapku.
Kami semua kemudian menggunakan sihir air, untuk membuat sebuah hujan.
Tiba-tiba, tubuhku mulai goyah dan merasakan pusing yang begitu mengguncang.
"Rama!"
"Apa yang terjadi?!"
"Ada apa denganmu?!"
"Ayo kita bawa Dia secepatnya ke Desa terdekat!"
Ucap mereka semua mengkhawatirkan Diriku.
Kesadaranku perlahan mulai menghilang, namun aku masih bisa mendengar suara panik mereka. Kemudian, suara mereka hilang bersamaan dengan diriku yang.mulai pingsan.
Diriku tertidur dengan perasaan nyaman, kasur yang menjadi tempat tidurku sangat halus dan lembut bagaikan tidur di atas awan. Ditambah gerakan yang seperti melayang-layang, membuat tidurku menjadi sangat pulas. Suara gemericik air yang entah darimana, membuat pikiranku menjadi sangat tenang.
Tiba-tiba, terdengar suara yang memanggil-manggil Diriku.
__ADS_1
"Rama … Rama … Bangunlah!"
Ucap suara tersebut.
Perlahan, Aku membukakan mata. Dan melihat bahwa yang memanggilku tersebut ternyata Dewi Fifi.
"De-dewi?!"
Ucapku yang seketika bangun.
"Dimana Aku, jangan-jangan aku mati lagi?!
"Tidak!!!"
Ucapku melihat ke sekeliling dan berteriak panik.
Dia kemudian tersenyum dengan sangat manis ke arahku, dan memintaku untuk tetap tenang.
"Tenanglah, Kau belum mati."
Ucapnya.
"Saat ini, Kamu berada di alam bawah sadarku."
Lanjut perkataan Dewi Fifi.
"Bagaimana … caranya?"
Tanyaku padanya.
"Isabella."
Jawab Dewi Fifi.
"Ada apa dengan anak itu?"
Tanyaku kembali pada Dewi Fifi.
"Saat ini, Aku tidak bisa memberitahu secara detail."
"Namun, Aku ingin dirimu merahasiakannya."
"Isabella … adalah anakku."
Lanjut perkataan Dewi Fifi.
"Hah?"
Reaksiku dengan jawaban tersebut.
"Apa Aku salah mendengar perkataan Anda, Dewi?"
Lanjut perkataanku bertanya kepadanya.
"Tidak, Isabella merupakan benar-benar anak kandungku!"
Jawab Dewi Fifi dengan tegas.
"Bagaimana bisa semua itu terjadi?!"
"Bukankah ras manusia dan Dewa itu berbeda?!"
Ucapku bertanya kembali kepada Dewi Fifi.
"Cerita berawal ketika Aku masih merupakan seorang manusia. Sama seperti kalian, awalnya Aku merupakan petualang juga.
Dalam party Kami, terdapat enam orang anggota. Yakni, Aku, Elyzia, Skylar, Grey, Lisandra dan Ryugawa.
Singkat cerita, Kami semua melawan Raja Iblis Caligor. Dibantu dengan aliansi kerajaan Verdifield, Greenfield, Volcanofall, Skyfall dan Guriard.
Peperangan melawannya terjadi di sebuah daratan yang begitu luas di sebelah selatan kerajaan tersebut, yakni Guriard.
Peperangan tersebut memakan waktu yang cukup lama, yakni enam puluh enam hari enam puluh enam malam. Dan tepat pada hari ke enam puluh tujuh, Kami semua dapat memenangkan peperangan tersebut.
Ryugawa dinobatkan sebagai pahlawan, karena berhasil menyegel Caligor. Namun, disitulah letak perpecahan terjadi diantara party kami. Lisandra merasa cemburu dan tidak puas dengan gelar yang diperoleh oleh Ryugawa. Dia merasa, bahwa Dirinya lebih pantas untuk mendapatkan gelar pahlawan. Tanpa Kami ketahui, Lisandra merencanakan aksi kudeta dengan ingin membunuh Ryugawa yang sudah diangkat sebagai Raja kerajaan Skyfall.
Namun, aksinya berhasil digagalkan oleh Skylar yang lebih dulu tahu dengan rencananya itu. Awalnya, Skylar membujuk Lisandra untuk menghentikan aksinya. Namun, Dia tetap bersikukuh untuk melancarkan aksinya dan malah mengajak Skylar.
__ADS_1
Skylar yang masih memiliki pikiran rasional dan waras, tentu saja menolak ajakan Lisandra tersebut. Dari keduanya saling mempertahankan ideologi masing-masing dan terjadilah pertarungan yang hebat diantara keduanya, yang membuat Skylar mati ditangan Lisandra.
Sebenarnya, Skylar itu merupakan petarung yang hebat. Dimana Dia merupakan masuk ke dalam salah satu The Mighty Fourteen, urutan ke 3 dari kubu cahaya. Namun, sepertinya Dia mengalah terhadap Lisandra dan memilih mati ditangannya.
Sementara, Lisandra juga merupakan salah satu The Mighty Fourteen urutan ke 5 dari kubu cahaya. Namun, semua itu berubah ketika Ryugawa tahu dan menyegel hampir semua kekuatannya. Walaupun sebagian kekuatan Lisa tersegel, Dia masih menduduki urutan ke 7 dalam Mighty Fourteen."
Ucap penjelasan Dewi Fifi.
"Sementara, bagaimana caranya Diriku menjadi seorang Dewi adalah ketika akan melahirkan Isabella. Saat itu, terjadi kondisi konflikasi pendarahan pasca melahirkan. Nyawaku benar-benar di ujung tanduk, namun karena Aku yang masih ingin melihat Isabella tumbuh besar, memutuskan untuk menerima berkah yang sempat ku tunda dari Dewa Aion dan Dewi Astra.
"Dan setelahnya, Aku menjadi seorang Dewi Reinkarnasi."
Lanjut perkataan Dewi Fifi.
"Aku penasaran dengan Apa yang terjadi pada mantan rekan satu partymu yang lain. Yakni, Grey, Ryugawa, dan Elyzia. Khusus untuk Mamaku Elyzia, apa yang dilakukannya setelah itu?"
"Dan apakah itu berhubungan dengan keberadaan Ayahku saat ini?!"
Ucapku bertanya pada Dewi Fifi.
"Grey adalah suamiku saat menjadi manusia."
Jawab Dewi Fifi.
"Hah? Raja Verdifield itu?"
Ucapku.
"Ya, Namanya Grey Verdifield. Ayah Isabella."
Lanjut perkataan Dewi Fifi menambahi.
"Lantas, Ryugawa dan Elyzia?!"
Ucapku kembali bertanya kepadanya.
"Mereka kedua orang tuamu, Rama!"
"Ryugawa adalah ayahmu!"
Jawab Dewi Fifi dengan tegas.
"Lantas, Dimana keberadaanya saat ini?!"
Tanyaku dengan nada tinggi.
"Aku tidak bisa memberitahumu, Rama."
Jawab Dewi Fifi.
"Apa yang Kau maksud, Aku hanya ingin tahu keberadaannya saat ini. Apakah itu salah?!"
Tanyaku dengan tegas.
"Maaf, hanya itu saja yang bisa kuberikan tahukan padamu."
Ucap Dewi Fifi.
"Kau datang dan hanya memberitahukan Informasi secara setengah-setengah?!"
"Apa tujuanmu sebenarnya, Fifi?!"
Ucap tanyaku dengan nada kesal.
Reaksi Dewi Fifi hanya tersenyum, Dia kemudian mengangkat kedua tangannya setinggi bahu.
"Suatu hari nanti, Kau akan mengetahuinya."
Ucapnya.
Tiba-tiba, Aku terhisap ke dalam sebuah portal yang berada dibelakangku. Ketika bangun, Aku menyadari bahwa sekarang sudah berada di Dunia lain kembali.
"Dia sepertinya menyembunyikan sesuatu dariku!"
Gumamku dengan yakin.
Aku melihat ke sekeliling, dan mendapati Diriku sekarang berada di sebuah bangunan kuno. Dari gaya arsitekturnya, terlihat bahwa ini merupakan sebuah bekas kerajaan yang kini terbengkalai.
__ADS_1
_Bersambung.