
Bulan sudah hampir berada di atas kepala, tidak ada tanda-tanda jika akan ada yang menghentikan kegilaan para pemuja setan itu. Arabella yang akan memimpin ritual tersebut tentunya dibantu oleh ibunya. Api unggun sudah menyala, para pengikut sedang menyanyikan mantera untuk menyambut datangnya ritual yang akan segera diselengarakan.
Semua perlengkapan sudah siap, Agnes pun dipanggil oleh Mauren agar maju ke depan. Agnes melangkah maju tanpa ragu, dia mengabaikan teriakan Amy yang mengutuk dirinya karena lebih memilih berkhianat dari pada tetap setia pada putri Ernest yang sudah menyelamatkan hidup mereka berdua. Agnes yang sudah dianggap sebagai saudara, begitu tega menusuk dari belakang.
Agnes pun melihat ke arah putri Ernest yang terikat di tiang. Ekspresinya datar, Agnes tidak menunjukkan sikap yang mencurigakan. Dia bahkan terlihat begitu meyakinkan untuk bergabung dalam sekte sesat itu sehingga para pengikut menyambutnya dengan meriah. Arabella juga terlihat senang, pelayan Ernest begitu mudah ditipu dengan kematian palsu yang benar-benar bisa membutakan hati seseorang. Seharusnya sejak dulu dia melakukannya tapi beruntungnya tidak terlambat karena semua rencana berjalan dengan sempurna.
"Kita harus menyambut kedatangan Agnes yang akan menjadi saudara kita setelah ini!" teriak Arabella.
"Hidup ratu!" sorak para pengikutnya.
"Bulan sudah berada di atas kepala, kita akan memberikan kehormatan pada Agnes untuk mengambil korban pertama yang akan kita persembahkan pada junjungan kita!"
"Hidup yang mulia ratu," semua menunduk hormat pada Arabella.
"Lakukan, Agnes. Tunjukkan pada kami semua jika kau pantas menjadi anggota sekte ini dan mendapatkan kehormatan di antara kami!" Arabella memberikan belati bergagang tengkorak pada Agnes juga cawan tengkorak padanya.
"Ambil darahnya, lalu minum dan makan jantungnya di depan kami. Dengan begitu kau resmi menjadi anggota kami!" perintah Arabella.
Agnes mengambil apa yang Arabella berikan. Sesuatu berada di dalam mangkuk tengkorak, benda itu seperti kacang yang dikeringkan tapi sesungguhnya itu adalah janin manusia yang diawetkan. Agnes harus menelan janin itu beserta darah Amy dengan begitu dia resmi menjadi anggota sekte.
Sebelum melangkah mendekati Amy, Agnes melihat ke arah putri Ernest. Mereka berdua saling menatap, lalu Agnes melangkah mendekati Amy untuk melakukan apa yang diperintahkah oleh Arabella.
__ADS_1
"Jangan lakukan, Agnes. Apa kau sudah kehilangan akal sehatmu?" teriak Amy.
"Aku lebih tertarik mendapatkan hidup kekal dan dimuliakan!" jawab Agnes.
"Tidak ada yang seperti itu, mereka hanya menipu dirimu!" teriak Amy lagi.
"Aku sudah melihatnya dengan mata kepalaku sendiri jadi aku percaya!" teriak Agnes.
"Kau benar, Agnes. Jangan ragu untuk melakukannya!" ucap Mauren.
"Saudara-Saudara, mari kita bersorak untuk Agnes!" teriak Arabella.
Semua pengikut sekte bersorak, membaca mantera mengiringi apa yang akan Agnes lakukan. Mereka semua sibuk tanpa menyadari jika Pangeran Lucius yang sedari tadi bersembunyi dan mengintai sedang mendekati Alena untuk melepaskan Alena.
Pasukannya datang tepat waktu, oleh sebab itu Lucius dan Bastian keluar dari istana setelah berpisah dengan Ernest. Mereka pergi menemui sang jenderal yang sudah menunggu dengan pasukannya. Bastian pun mendapatkan perintah untuk menemui raja Leon secara diam-diam. Dia bertugas mengatakan rencana mereka yang sudah mereka susun secara diam-diam, tentunya raja Leon mengikuti karena Ernest sudah berkata jika akan ada yang datang menemui dirinya.
Mereka pun bersandiwara dengan berpura-pura tertidur akibat obat bius tapi nyatanya tidak. Setelah semua pengikut sekte pergi, beberapa prajurit Lucius mengikuti mereka tentunya Lucius dan raja Leon pun bergerak. Raja Leon memerintahkan jenderalnya untuk menggerakkan prajurit rahasia. Mereka bergabung dengan jenderal dari kerajaan Kenneth yang tidak raja Leon duga ternyata pengawal Ernest adalah pangeran Lucius.
Mereka bersembunyi dan mengintai selama Ernest dan Amy dibawa ke tempat ritual. Raja Leon yang tidak tahu jika dia telah membesarkan seorang putri penyihir begitu terkejut ketika melihat Arabella berada di atas altar bersama dengan pelayan istrinya yang ternyata adalah putri Mauren. Dia tidak menduga jika Mauren kembali ke istana setelah merubah nyawanya dan menyamar menjadi pelayan istrinya. Sekarang semua terjawab, ternyata mata-mata berada di dekat mereka.
Ternyata inilah alasan kenapa Ernest memintanya untuk tidak mengatakan apa pun pada istrinya. Ernest pasti sudah memperhitungkan semuanya dan memang itu yang terjadi. Semenjak kejadian camilan yang dijatuhkan oleh Agnes tanpa sengaja di dalam kamar, Alena menaruh curiga pada pelayan ibu ratu dan Arabella oleh sebab itulah dia sangat mewaspadai kedua pelayan itu.
__ADS_1
Raja Leon yang mengetahui jika sang penyihir adalah Arabella sangat murka. Dia sangat ingin keluar untuk membunuh Arabella tapi Lucius menahan raja Leon agar tidak terbawa emosi jika tidak rencana yang sudah dia buat bersama dengan Ernest akan hancur berantakan. Mau tidak mau Raja Leon menahan diri untuk menunggu waktunya tiba dan mempercayai apa yang Lucius katakan.
Lucius memerintahkan para prajurit untuk menyebar karena mereka akan mengepung tempat itu agar tidak mereka meninggalkan satu pun para pengikut sekte sesat yang berjumlah ratusan. Tidak ada yang tahu keberadaan mereka, tidak ada pula yang menyadari jika Lucius sedang mendekati Alena untuk melepaskan dirinya.
Apakah Alena bisa tertangkap dengan mudahnya oleh para pengikut sekte itu? Tentu saja tidak lalu apa Agnes benar-benar berkhianat? Jawabannya tentu saja tidak. Sesuai dengan perintah Alena, Agnes melakukan perannya dengan begitu baik. Dia melakukan apa pun yang diperintahkan oleh pihak musuh agar mendapatkan kepercayaan dari musuh. Walau Agnes tidak mengatakan jika dia sedang menjalankan perintah tapi Alena tahu, pelayannya tidak mungkin berkhianat oleh sebab itu dia memberikan perumpamaan pada Amy agar tidak ada yang tahu jika sesungguhnya Agnes sedang bersandiwara saja. Meski harus mengecewakan Amy yang mengira jika dia sedang berkhianat, Agnes tetap memainkan perannya sebaik mungkin sehingga mendapatkan kepercayaan sang ratu, junjungan para pengikut sekte itu.
Sorakan para pengikut sekte semakin nyaring terdengar. Agnes sudah berdiri di samping Amy yang sedang menangis dan menatapnya dengan tatapan kecewa.
"Apa yang kau lakukan, Agnes. Kenapa kau berkhianat?" tanya Amy.
"Aku menginginkan kehidupan kekal, Amy. Aku ingin memiliki kekuasaan dan aku menginginkan masa depan yang cerah oleh sebab itu aku memutuskan untuk mengikuti sekte itu."
"Kau bodoh, Agnes. Kau buta dengan tipuan yang mereka tunjukkan padaku!" teriak Amy.
"Maafkan aku, saudaraku. kau harus mati di tanganku!" mangkuk tengkorak diletakkan, Agnes pun mengangkat belati yang ada di tangannya.
Sorakan para pengikut terhenti, namun mantera dibacakan dengan perlahan. Semua pun terlihat serius, Arabella dan ibunya tersenyum puas.
"Sekarang waktunya, Agnes!" teriak Arabella.
Agnes mengangkat belatinya tinggi-tinggi, tatapan mata menatap Amy dengan dingin. Amy berteriak histeris, meminta Agnes berhenti untuk tidak melakukan perbuatan itu. Teriakan dari korban lain pun terdengar, karena korban itu pun ketakutan. Sorakan para pengikut sekte kembali terdengar karena Amy akan segera menjadi korban pertama yang akan menjadi tumbal.
__ADS_1
"Hentikan Agnes!" teriak Amy namun Agnes sudah mengayunkan belatinya dan pada saat itu, Jleeebbb!! Sorakan yang terdengar meriah berubah menjadi teriakan.