
Raja Leon dan Ratu Hana sudah meninggalkan tenda begitu juga dengan para menteri dan pejabat. Raja Leon mengajak para pejabat dan para menteri untuk mendiskusikan apa yang baru saja terjadi. Tentu saja Raja Leon ingin pelaku yang memfitnah putri Ernest segera ditangkap karena dia tidak terima putrinya difitnah dengan begitu keji.
Setelah kepergian raja dan ratu, Arabella menghampiri adiknya yan benar-benar terlihat berbeda hari ini. Ernest bahkan tidak takut pada mayat padahal dengan seekor tikus saja dia akan ketakutan setengah mati. Arabella jadi bertanya dalam hati, apakah yang bersama dengan mereka saat ini adalah Ernest?
"Ernest, bagaimana kau?" Arabella menghentikan pertanyaannya, matanya melirik ke arah pangeran Lucius yang masih berada di sana.
"Ada apa, Kak?" Ernest pura-pura tidak mengerti.
"Bagaimana kau bisa menguak jebakan itu? Kau tidak seperti dirimu saja," ucap Arabella.
"Apa yang kak Arabella katakan? Aku hanya menerka saja untuk menyelamatkan diriku dari amukan orang-orang yang menuduh aku sebagai penyihir."
"Apa benar kau hanya menerka saja, Ernest?" tanya Arabella tidak percaya.
"Putri Arabella, siapa pun yang berada di posisi putri Ernest pasti akan melakukan apa pun untuk menyelamatkan dirinya. Kenapa kau seperti mencurigai adikmu saja?" tanya Pangeran Lucius.
"Bukan begitu, Pangeran. Aku tentu sangat senang Ernest bisa mengambil tindakan seperti ini tapi aku tidak menduga jika dia bisa membungkam para pecundang yang telah menuduhnya dengan keji dengan teori yang di dapatkan entah dari mana. Bahkan petugas istana akan memeriksa barang bukti begitu lama. Mereka pun akan berdiskusi terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan tapi yang baru saja dia lakukan? Ernest tidak butuh waktu lama untuk menguak jebakan yang ditujukan untuknya."
Alena ludah, mendengar apa yang putri Arabella. Celaka, jangan katakan dia akan berada di dalam masalah akibat kemampuan yang baru saja dia tunjukkan.
"Apa kau tidak tahu, putri Arabella? Terkadang seseorang yang sudah berada di titik akhir akan mengambil tindakan tidak terduga atau ketika sedang mengalami masalah besar yang tidak diinginkan. Itu disebut pertahanan terakhir dan putri Ernest melakukan pertahanan diri akhir untuk menyelamatkan dirinya dari tuduhan yang begitu keji itu," Lucius mengatakan hal itu karena dia sudah berjanji pada Ernest untuk membantunya dan dia pun melakukan hal itu agar tidak ada yang mencurigai kemampuan Ernest. Dia pun sudah berjanji akan menyembunyikan hal itu.
"Yang kau katakan sangatlah benar, Pangeran. Aku hanya tidak menyangka Ernest bisa melakukan hal yang tidak mungkin dia lakukan."
"Aku juga tidak tahu kenapa aku bisa seperti ini, kakak. Aku takut mereka melempari aku dengan batu dan aku takut mereka membakar aku oleh sebab itu aku berusaha melakukan apa pun yang bisa aku lakukan untuk menyelamatkan diriku," ucap Alena dengan ekspresi sedih. Semoga dengan alasan ini, Arabella percaya.
"Baiklah, aku percaya padamu," Arabella melangkah mendekati adiknya dan memegangi kedua bahunya, "Segera bereskan barang-barangmu, ayahanda pasti mengambil keputusan jika acara berburu ini akan segera dibubarkan dan kita semua diperintah untuk kembali ke istana. Lagi pula kau tidak perlu berada di tenda ini lagi, setelah semua barang-barangmu selesai datanglah ke tendaku atau tenda ayahanda."
"Baik, Kakak. Terima kasih, aku akan segera bergegas," ucap Alena.
"Aku sungguh mengkhawatirkan dirimu, Ernest," Arabella memeluk adiknya, dia tampak khawatir.
"Terima kasih, Kakak. Aku benar-benar tidak menduga hal ini akan terjadi."
__ADS_1
"Sudah, mulai sekarang kau harus berhati-hati lagi. Aku kembali ke tendaku sekarang," Arabella melepaskan pelukannya lalu melihat ke arah Pangeran Lucius, "Apa tidak mau kembali denganku, Pangeran?" tanyanya.
"Tentu, Putri Arabella. Bukankah aku juga harus memerintahkan para pengawalku untuk bergegas? Aku juga harus kembali seperti kalian," jawab Lucius. Jangan sampai ada yang curiga jika dia sedang membantu putri Ernest.
"Terima kasih atas bantuan yang Pangeran berikan," ucap Ernest sambil membungkuk.
"Bukan hal besar, Ernest. Aku senang dapat membantu. Segeralah bergegas, sebentar lagi raja Leon pasti akan memberi perintah jika kita harus kembali."
"Yang pangeran katakan sangat benar, tapi aku sangat berterima kasih," bagaimanapun pria itu berjasa membantunya dan juga sudah membantunya untuk menghindari pertanyaan dari Arabella. Dia akan kembali berterima kasih pada pangeran nanti setelah situasi sudah lebih baik.
Arabella keluar dari tenda, bersama dengan pangeran Lucius. Arabella terlihat senang, mereka berbincang saat melangkah menuju tenda. Ini keberuntungan baginya karena dia bisa berbicara dengan pria yang dia idam-idamkan.
"Putri, apa kau baik-baik saja?" Amy dan Agnes yang sedari tadi sudah sangat ingin tahu keadaan sang putri segera berlari menghampiri.
"Aku baik-baik saja, tidak perlu khawatir seperti itu," ucap Alena.
"Bagaimana kau bisa bersama yang mulia raja dan ratu, Putri. Kapan kau keluar dan kenapa kami tidak tahu?" tanya Amy.
"Maafkan aku, aku bukannya tidak ingin mengatakan pada kalian tapi aku tidak mau ada yang tahu. Oleh sebab itu kau menyelinap ke tenda bunda dan ayahanda secara diam-diam. Aku sudah katakan jika kita harus waspada dan aku mengambil tindakan itu untuk mewaspadai segala situasi yang akan terjadi dan mengenai lubang itu, aku pikir lebih baik aku diam saja karena aku ingin lihat apa yang hendak musuhku lakukan," ucap Alena.
"Kau benar-benar membuat aku khawatir, Putri. Melihat mayat wanita itu dan beberapa barang bukti, kami sudah takut kau tidak bisa menghindari dari tuduhan lagi dan akan kembali diperlakukan dengan keji!"
"Hal itu tidak akan terjadi," Alena memeluk kedua pelayannya, mereka begitu setia padanya bahkan saat pertama kali dia membuka mata di dunia asing itu, Amy dan Agnes begitu setia padanya.
"Terima kasih, kalian sudah mengkhawatirkan aku," ucapnya lagi.
"Apa yang putri katakan? Jika tidak ada Tuan Putri, kami pasti sudah berakhir di rumah bordil sampai saat ini."
"Yang Amy katakan sangat benar, kami beruntung dapat bertemu denganmu, putri," Agnes pun membenarkan.
"Baiklah, sekarang bereskan semua barang-barang karena ayahanda pasti akan memberi perintah sebentar lagi!" perintah Ernest.
"Baik, putri. Tapi apakah kami boleh bertanya akan kehebatan Tuan Putri tadi?"
__ADS_1
"Kehebatan apa?" tanya Alena pura-pura.
"Kehebatan Putri dalam membela diri. Dulu putri tidak seperti ini tapi sekarang Tuan putri begitu pintar bahkan tuan Putri bisa membungkam mulut para pelayan dan prajurit sialan itu!"
"Benar, aku sudah sangat ingin memukul mereka apalagi ketika mereka mengambil batu, aku sangat ingin memenggal lengan mereka semua!" ucap Agnes mengebu-ngebu.
"Apa kau berani?" tanya Amy.
"Tentu saja, kau di depan dan aku di belakang!"
"Ck, itu namanya penakut!"
"Aku bukan penakut, tapi aku pasukan cadangan!" sangkal Agnes.
"Tidak ada pasukan cadangan dasar penakut!"
"Kenapa kalian jadi berdebat, segera bereskan. Aku akan pergi ke tenda kak Arabella."
"Baik, putri," ucap Amy dan Agnes seraya membungkuk hormat.
Alena melangkah keluar, lagi-lagi dan lagi, cibiran demi cibiran ditujukan padanya. Mereka menganggap raja Leon dan ratu Hana melindungi penyihir itu seperti yang sudah-sudah. Padahal bukti sudah jelas tapi yang ingin menghukum putri Ernest justru mendapatkan hukuman pancung. Sungguh tidaklah adil tapi mereka hanya bisa membicarakan hal itu di belakang saja.
"Lihat, penyihir itu sudah kebal terhadap matahari!" terdengar seorang pelayan berkata seperti itu.
"Tentu saja, dia sudah mendapatkan korbannya jadi dia sudah mendapatkan kekuatan dari iblis!" ucap yang lainnya.
"Sttss, pelankan suara kalian!" ucap pelayan yang lainnya pula.
Ernest cuek saja, dia terus melangkah tapi seorang prajurit yang diutus oleh raja Leon menghentikan langkahnya yang sudah tidak jauh dari tenda Arabella.
"Tuan Putri, yang Mulia raja memanggil tuan Putri untuk ke tendanya sekarang juga," ucap Prajurit itu.
"Baiklah, aku akan ke sana!" Alena memutar langkah, entah untuk apa raja memanggilnya tapi dia merasa jika dia sedang berada di dalam masalah dan memang, dia dipanggil karena raja Leon dan ratu Hana ingin tahu dari mana Ernest mendapatkan kemampuan yang baru saja dia tunjukkan. Tidak saja raja dan ratu, putri Arabella juga berada di sana karena dia juga ingin tahu kenapa Ernest yang mereka kenal, tidak sama dengan Ernest yang biasanya mereka tahu.
__ADS_1