
Malam itu, Arabella tampak bahagia karena dia bisa menghabiskan waktu bersama dengan Pangeran Lucius. Meski pangeran tidak begitu menikmati kebersamaan mereka karena seperti ada yang dia pikirkan tapi putri Arabella sudah cukup puas. Kesempatan seperti itu sulit terjadi, tadinya dia sudah cemas Ernest akan mengacaukannya tapi beruntungnya adiknya seperti sengaja tidak mau mengganggu kebersamaan mereka.
Bulan bersinar begitu terang, pelayan Arabella bahkan berusaha menggugurkan bunga Cherry agar sang putri mendapatkan moment romantis. Arabella semakin senang karena pelayannya sangat tahu apa yang dia inginkan. Rasanya tidak ingin malam itu cepat berlalu tapi sayangnya, acara minum teh mereka sudah akan berakhir apalagi pangeran Lucius harus bergegas.
"Aku rasa sudah waktunya aku kembali, Arabella," ucap Lucius.
"Terima kasih kesediaan pangeran untuk datang. Di acara pesta nanti, apa Pangeran memiliki pasangan untuk berdansa?" tanya Arabella, inilah yang ingin dia tahu dan dia harap Pangeran belum memiliki pasangan karena dia sangat berharap pangeran Lucius mengajaknya berdansa nanti.
"Tentu saja tidak, Putri Arabella. Aku belum mengajak siapa pun untuk berdansa nanti karena aku tidak bisa sembarangan mengajak!" jawab Pangeran Lucius.
"Bolehkah aku, Pangeran?" tanya Arabella penuh harap.
"Kita lihat nanti, Putri. Aku tidak berjanji."
"Baiklah, terima kasih atas waktu yang diberikan oleh Pangeran. Aku dengar Pangeran sudah akan pergi beberapa hari lagi jadi terimalah cindera mata dariku ini," Arabella memberi sesuatu pada Pangeran Lucius.
"Terima kasih, aku tidak membawa apa pun tapi terimalah ini sebagai ucapan terima kasihku," Lucius memberikan sebuah kotak untuk Arabella. Padahal dia ingin memberikan benda itu pada Ernest tapi Ernest tidak datang. Dia juga mengharapkan Ernest memberikannya sesuatu sebagai sebuah kenangan tapi dia justru mendapatkannya dari Arabella.
"Aku sangat tersanjung, Pangeran," Arabella mengambil benda yang diberikan oleh Lucius, "Bolehkah aku melihat isinya?" tanya Arabella karena dia sudah tidak sabar.
"Tentu saja, itu sudah jadi milikmu jadi tidak ada yang melarang. Aku harap kau suka dengan isinya."
Arabella tersenyum dengan manis, tentu saja dia akan sangat menyukai apa pun yang diberikan oleh Pangeran. Penutup kotak dibuka, Arabella melihat hiasan rambut yang ada di dalam kotak dengan mata berbinar. Hiasan rambut yang cukup indah, dia benar-benar beruntung bisa mendapatkan hiasan rambut itu dari Pangeran Lucius.
"Ini benar-benar indah, Pangeran," ucap Arabella seraya mengeluarkan isi yang ada di dalam kotak.
__ADS_1
"Aku senang jika kau menyukainya, Putri Arabella," Pangeran Lucius beranjak, sudah saatnya dia kembali.
"Sekali lagi terima kasih atas waktunya, Pangeran. Tolong maafkan adikku yang tidak bisa datang."
"Tidak perlu dipikirkan, Putri Arabella. Aku tidak mempermasalahkan," ucap Lucius walau sesungguhnya dia sangat kecewa karena Ernest tidak hadir bersama dengan mereka.
"Baiklah, sekali lagi terima kasih Pangeran," Arabella menyimpan hiasan rambut itu ke dalam kotak lalu beranjak untuk memberikan hormat sebelum pangeran Lucius pergi.
Lucius juga memberikan hormat lalu melangkah pergi. Malam yang sangat indah, alangkah menyenangkannya bisa menghabiskan waktu bersama dengan Ernest tapi sayangnya Ernest tidak datang. Bulan bahkan semakin bersinar dengan terangnya, Lucius menghentikan langkah sejenak untuk melihat indahnya bulan. Sudahlah, semoga dia masih memiliki kesempatan untuk bertemu dengan Ernest.
"Pangeran, mengenai perkataan pelayan Putri Arabella," ucap Bastian yang ada di sisi pangeran Lucius.
"Tidak perlu dibahas, Bastian. Perkataan itu tidak berdasar meski putri Arabella seperti membenarkan perkataan pelayannya tapi hal ini jangan sampai dibicarakan karena bisa menghancurkan hubungan Ernest dan kakaknya. Ayo kita pergi, sudah saatnya kita kembali!" sesungguhnya malam ini juga dia akan kembali ke istana Kenneth karena ayahnya sudah memintanya kembali. Memang mendadak tapi memang beberapa hari lagi mereka akan kembali jadi hal itu tidak jadi soal. Itulah kenapa dia sangat menyayangkan tidak bisa bertemu Ernest dan harus mendengar hal tidak menyenangkan tentangnya.
Lucius kembali melangkah, untuk menemui Raja Leon dan ratu Hana yang memang sudah tahu jika dia akan kembali ke kerajaan Kenneth malam ini juga. Mereka tidak bisa mencegah karena Pangeran Lucius sudah diminta kembali oleh ayahnya namun mereka tetap akan mengantar kepergian pangeran Lucius.
"Maafkan kami tidak mengantar kepergianmu dengan meriah, Pangeran Lucius," ucap Raja Leon.
"Tidak masalah, yang mulia. Aku tidak perlu diantar dengan meriah. Aku memang sengaja memilih pergi malam ini agar tidak ada yang tahu."
"Baiklah, terimalah sedikit pemberian dari kami untuk yang mulia raja James William," ucap Raja Leon lagi.
"Terima kasih, yang mulia Raja Leon. Aku sangat berterima kasih atas sambutan dan juga jamuan meriah yang kau berikan padaku," ucap Lucius.
"Ini untukmu, Pangeran," Ratu melangkah maju dan memberikan sebuah kotak untuk Lucius.
__ADS_1
"Terima kasih, yang mulia ratu," Lucius mengambilnya lalu memberikannya pada Bastian.
Setelah menerima pemberian raja Leon dan ratu Hana, Lucius dan pasukannya bergegas untuk kembali ke kerajaan Kenneth. Semua sudah siap, kereta kuda dan juga kuda yang dia miliki sudah siap. Dia diantar oleh beberapa pejabat dan menteri yang diperintahkan oleh raja Leon untuk turut serta mengantar.
Arabella yang mengetahui berita itu, segera berlari menuju pintu gerbang. Padahal mereka baru saja bersama, kenapa Pangeran Lucius tidak mengatakan jika dia akan kembali ke istananya? Arabella berlari sekuat tenaga dan sebelum Lucius keluar dari gerbang istana yang terbuka, Arabella berteriak untuk menghentikan pujaan hatinya.
"Pangeran, tunggu!" teriak Arabella. Padahal dia sangat senang karena dia sudah melewati malam yang menyenangkan. Sang pelayan pun sangat senang karena rencananya berhasil membuat putri Ernest tidak mengganggu tapi kenapa perpisahan yang justru harus terjadi di antara mereka? Rasanya tidak terima karena hal itu sungguh mendadak.
Lucius melompat turun dari atas kuda, Arabella yang berlari ke arahnya langsung memeluk Lucius tanpa ragu. Tentunya tindakan putri Arabella membuat Lucius tidak senang.
"Tidak sepantasnya kau melakukan hal ini, Putri Arabella," ucapnya.
"Aku tidak peduli, kenapa kau tidak mengatakan padaku jika kau akan kembali ke istanamu malam ini juga?" tanya Arabella.
"Aku memang sengaja, Putri Arabella. Aku tidak ingin banyak orang yang tahu kepergianku!"
"Tapi kau tidak perlu menutupi hal ini dariku, bukan? Apa kau tidak percaya padaku?"
"Bukan begitu, maaf aku tidak mengatakannya tapi aku sudah harus pergi!" Lucius mendorong Arabella lalu melangkah mundur.
"Aku akan merindukan dirimu, Pangeran," ucap Arabella.
Lucius tersenyum, tatapan matanya melihat ke arah raja dan ratu. Padahal dia berharap Ernest yang berlari ke arahnya dan mengucapkan perkataan yang baru saja diucapkan oleh Arabella tapi sayang, Ernest tidak terlihat di mana pun.
Pangeran Lucius naik ke atas kuda. Dia tidak boleh membuang waktu. Entah perkataan yang diucapkan oleh pelayan Arabella benar atau tidak yang pasti dia harap perkataan itu tidaklah benar dan dia harap dia bisa bertemu dengan Ernest walau dia tidak tahu kenapa Ernest tidak mau menemuinya tapi sesungguhnya saat itu, Ernest dan kedua pelayannya berada di pasar malam untuk membeli cindera mata yang bisa dia berikan pada Lucius.
__ADS_1