Rise Of The Queen Ernest

Rise Of The Queen Ernest
Pertemuan Terakhir


__ADS_3

Agnes benar-benar melakukan apa pun perintah yang diberikan oleh para pengikut sekte sehingga dia mendapatkan kepercayaan dengan begitu mudahnya. Dia selalu menyelinap pergi saat Alena dan Amy tidak ada, dia benar-benar memanfaatkan kesempatan untuk berada di sekte sesat itu.


Siang itu, Agnes kembali menyelinap pergi karena dia diminta untuk bergabung dalam pertemuan yang sebentar lagi akan diadakan. Kini Agnes sudah mendapatkan jubah hitam yang bisa dia kenakan saat akan menghadiri pertemuan.


Tanggal lima belas sudah akan tiba. Tanggal lima belas adalah puncaknya karena pada tanggal itu, sang ratu akan melakukan ritual dan seorang gadis muda pasti akan menjadi korban. Korban sudah pasti telah dipilih sejak lama, dan kali ini peran Agnes sangatlah penting oleh sebab itu, Agnes diundang untuk membahas apa yang harus dia lakukan dan pada tanggal lima belas itu pula, Agnes akan diresmikan menjadi anggota sekte.


Agnes dibawa ke sebuah tempat yang belum pernah dia lihat sebelumnya, tentunya itu adalah ruang rahasia di mana para pengikut akan bertemu dengan Ratu dan ini kali pertama Agnes akan dipertemukan dengan sang ratu.


Jubah hitam sudah dikenakan oleh Agnes, juga sebuah topeng. Seperti biasa, tidak ada yang memperlihatkan wajah di pertemuan karena mereka akan saling menatap satu sama lain saat tanggal lima belas pertengahan bulan.


Seseorang yang memakai jubah hitam sudah menunggu di depan sebuah altar batu saat Agnes dibawa masuk ke dalam ruangan yang sangat asing bagi Agnes. Agnes dibawa ke depan lalu diminta berlutut untuk menyembah sang ratu.


"Sembahlah sang ratu, junjungan kita!" perintah itu Agnes dapatkan.


Agnes terlihat gugup, dia tidak berani mengangkat kepalanya untuk melihat sosok yang baru saja dipanggil sebagai ratu itu.


"Jadi kau adalah Agnes," sang ratu melangkah turun, para pengikut langsung berlutut untuk menghormatinya.


"Jangan takut, aku dengar kau akan bergabung dengan kami. Katakan apa alasanmu sehingga kau ingin bergabung dengan kami?" kini sang ratu sudah berdiri di hadapan Agnes.


"Ya, Ratu. Hamba tidak pernah melihat keajaiban seperti itu sebelumnya," Agnes memberanikan diri mengangkat kepala untuk melihat sang ratu. Meski tidak terlihat tapi dia harus meyakinkan sang ratu jika dia kagum dengan keajaiban yang baru saja dia lihat yaitu membangkitkan orang mati.


"Hamba tidak menyangka dengan kekuatan yang ratu miliki, dapat menghidupkan kembali orang yang sudah mati," ucap Agnes lagi.


"Itu tidak seberapa, Agnes. Kau akan melihat lebih banyak keajaiban jika kau telah bergabung dengan kami!" ucap sang ratu.


"Ijinkan hamba menjadi pengikutmu, ratu. Apa pun yang ratu perintahkan akan hamba turuti. Hamba berjanji akan setia pada ratu sampai mati!" Agnes merangkak mendekati ratu, dia harus bergabung ke dalam sekte itu, harus.

__ADS_1


"Menjadi pengikutku tidaklah mudah, Agnes. Tapi kau akan mendapatkan semua yang kau inginkan. Kekayaan, hidup abadi bahkan kau akan kembali bangkit jika kau mengalami kematian!"


"Hidup kekal untukmu, Ratu. Inilah yang aku inginkan, aku sudah muak menjadi pelayan oleh sebab itu aku menginginkan kekayaan, kecantikan dan hidup abadi!" ucap Agnes. Semua orang pasti menginginkan hal itu tak terkecuali dirinya. Kecantikan yang bisa didapat dengan cara instan, kekuasaan dan juga hidup abadi, siapa yang tidak menginginkannya?


"Bagus, lakukan sesuatu untukku maka kau akan kami sambut sebagai anggota kami dan kau, akan menikmati keuntungannya setelah itu!"


"Apa pun yang ratu perintahkan akan aku laksanakan!" Agnes bersujud, hanya menjadi pengikut sekte itu saja dia bisa mendapatkan keuntungan yang luar biasa.


"Bagus, mulai sekarang sampai tanggal lima belas yang sebentar lagi akan datang, tidak ada yang boleh melakukan apa pun. Aku ingin kalian semua bersikap seperti pada umumnya. Tidak ada yang boleh melakukan gerak gerik mencurikan sehingga musuh kita tahu oleh sebab itu, ini adalah pertemuan terakhir dan kita akan bertemu di tanggal lima belas yang akan datang. Buat rencana secara rahasia, jangan sampai ada yang curiga sama sekali karena kita tidak akan mempersembahkan satu korban melainkan dua!" teriak sang ratu.


"Hidup Ratu, hidup Ratu!" sorak para pengikutnya.


"Sekarang bubar dan lakukan apa yang aku perintahkkan dan jangan sampai ada yang tahu. Apa kalian paham?" tanya sang ratu.


"Paham, ratu!" jawab semua para pengikutnya.


"Aku tidak akan mengecewakan ratu, aku berjanji!" jawab Agnes.


"Bagus!" sang ratu diantar pergi, Agnes pun diperintahkan untuk beranjak.


Para pengikut yang tidak berkumpul semuanya mulai membubarkan diri. Seperti ucapan sang ratu, itu adalah pertemuan terakhir karena mereka semua akan berkumpul pada tanggal lima belas saat acara puncak yaitu ritual pengorbanan untuk memuja junjungan mereka yaitu Satan.


Agnes pun keluar dari ruang rahasia itu, dia benar-benar disambut karena beberapa dari pengikut sekte berbincang dengannya dan membahas apa yang harus Agnes lakukan sebelum mereka pergi untuk melakukan pekerjaan sesuai dengan profesi mereka masing-masing.


Seperti yang lainnya, Agnes pun pergi meninggalkan ruangan rahasia. Agnes pergi ke dapur untuk membuat sup kacang merah kesukaan putri Ernest. Sekarang tidak ada racun lagi karena racun yang waku itu gagal membunuh putri Ernest. Lagi pula rencana sekte itu sudah berubah dan mereka sudah memiliki rencana spesial untuk putri Ernest.


Tidak ada lagi pelayan yang memata-matai dirinya, Agnes bahkan bertegur sapa dengan yang lain akibat kepercayaan yang dia dapatkan. Namun mata-mata masih mengintai dan mata-mata itu akan berhenti mengikuti setelah Agnes menjalani ritual penyambutan saat tanggal lima belas nanti.

__ADS_1


Semangkuk sup kacang merah sudah jadi, Agnes membawanya menuju kamar putri Ernest. Entah sang putri sudah kembali atau belum, da harus berpura-pura pergi untuk membuat sesuatu.


Agnes masuk ke dalam kamar dan terkejut karena Alena sudah berada di dalam bersama dengan Amy. Amy menatap Agnes dengan tatapan curiga, Agnes pun berusaha untuk tidak terlihat mencurigaan.


"Kau sudah kembali, Putri," ucap Agnes basa basi.


"Aku hanya jalan-jalan sebentar, Agnes. Apa yang kau bawa dan pergi ke mana saja kau?" tanya Alena.


"Aku membuatkan sup kacang merah untukmu," Agnes melangkah mendekat dan meletakkan mangkuk ke atas meja.


"Sangat kebetulan, aku memang lapar. Sup ini akan enak jika dimakan bersama roti pipih yang dibakar. Apa kau mau membuatkannya untukku?" pinta Alena.


"Aku adalah pelayanmu, tentu aku akan mematuhi perintahmu," jawab Agnes.


"Bagus, pergilah buatkan!"


"Baik," Agnes berpamitan, dia kembali ke dapur untuk membuat apa yang Alena inginkan.


Amy duduk bersimpuh di bawah kaki Alena, dia sungguh tidak mengerti kenapa Alena masih tidak menghukum Agnes padahal dia sudah jelas-jelas berkhianat.


"Kenapa kau masih mempertahankannya, Putri? Kau tahu Agnes sedang melakukan pengkhianatan tapi kenapa kau masih tidak menghukum dirinya?" tanya Amy yang semakin kecewa pada Agnes.


"Suatu saat kau akan tahu kenapa aku tidak menghukumnya, Amy!!" ucap Alena.


"Apa maksud perkataan Putri?"


"Singa yang berada di kandang sejak kecil sudah beranjak dewasa dan singa itu sedang belajar untuk menyerang lawannya agar dia bangga pada dirinya sendiri dan agar tuannya semakin sayang padanya. Pahamilah istilah ini, Amy."

__ADS_1


Amy mengernyitkan dahi, tidak mengerti karena Alena lebih banyak menggunakan perumpamaan sekarang. Dia pun masih tidak mengerti kenapa Agnes masih saja dibiarkan bebas padahal dia adalah duri dalam daging. Jika sampai Agnes menyakiti putri Ernest, akan dia bunuh dengan kedua tangannya. Dia bersumpah akan melakukan hal itu demi melindungi orang yang telah menyelamatkan dirinya tapi sebelum itu dia harus mengartikan perumpaan yang diberikan oleh putri Ernest.


__ADS_2