
Para warga desa Westtrink semakin banyak mengepung Alena dan Amy. Semua masih menatap mereka dengan tatapan penuh curiga bahkan pelayan cafe yang melayani mereka tadi juga mengepung mereka dengan sebuah sabit di tangan. Beberapa dari para penduduk desa itu, mengintai Amy dan Alena dari jauh seperti sedang mengincar mereka.
Ruang gerak Alena dan Amy semakin sedikit, mereka berdua benar-benar tidak memiliki tempat untuk lari bahkan jika Alena melawan pun, dia dan Amy akan mati sia-sia di tangan para warga desa tersebut.
"Apa maksudnya ini?" Alena memberanikan diri untuk bertanya dan menarik pedangnya. Sang pelayan melangkah maju, dengan arit tajam yang di arahkan ke arah Alena.
"Itu adalah pertanyaan kami, siapa kalian berdua dan untuk apa kalian datang ke desa terkutuk ini?"
"Desa terkutuk?" Alena tampak tidak mengerti dengan apa yang pelayan itu katakan.
"Benar, desa Westtrink adalah desa terkutuk karena penyihir lahir pertama kali dari desa ini. Karena hal itu, berbagai penyakit mematikan bermunculan di desa ini dan kalian berdua, orang asing pertama yang begitu berani datang ke desa setelah puluhan tahun lamanya. Sekarang katakan pada kami, apa tujuanmu datang ke desa ini dan kenapa kau mencari Kendrick? Jika tidak memberikan jawaban yang memuaskan, maka jangan salahkan kami membunuh kalian berdua!"
"Dia yang mengundang aku untuk datang!" Alena menunjukkan surat yang dia dapatkan dari Kendirck. Beruntungnya dia membawa surat itu, dia memang melakukannya untuk jaga-jaga. Para penduduk desa berbisik-bisik, sang pelayan pun mengambil surat yang ditunjukkan oleh Alena.
"Kendrick yang meminta aku datang. Jika tidak, aku mana tahu ada desa ini dan aku juga tidak mungkin datang apalagi saat aku tahu jika desa ini adalah desa terkutuk."
"Ternyata begitu, maafkan kami," dengan sendirinya, para penduduk desa yang mengelilingi Alena dan Amy membubarkan diri mereka. Amy tampak lega, dia benar-benar sudah takut akan di tangkap oleh penduduk desa lalu dijadikan tumbal atau apa pun yang tidak menyenangkan.
"Di mana aku bisa bertemu dengan Kendrick?" tanya Alena.
"Ikut denganku," ajak pelayan itu.
Amy dan Alena mengikuti langkah pelayan itu, entah ke mana mereka akan dibawa tapi mereka berjalan cukup jauh sampai akhirnya mereka tiba di sebuah bangunan yang cukup besar. Kuda mereka kembali diikat, mereka pun masuk ke dalam dan bangunan itu semacam tempat untuk menampung orang-orang yang terkena penyakit mematikan.
Alena dan Amy dibawa ke sebuah ruangan di mana dia bisa bertemu dengan pria bernama Kendrick. Seorang pria tua yang memakai jubah putih sedang sibuk melayani orang-orang yang sedang sakit dan dia adalah Kendrick.
"Kendrick, ada yang datang mencarimu," saat mendengar itu, pria tua yang bernama Kendrick berpaling dan terlihat senang saat melihat Alena. Samar-Samar, Alena pun seperti mendapatkan sedikit ingatan Ernest akan pria tua itu.
__ADS_1
"Ernest, akhirnya kau datang," Kendrick sangat senang karena yang dia tunggu akhirnya datang.
"Kendrick?" Alena pura-pura memanggil agar tidak dicurigai.
"Tunggulah sebentar, aku akan menemui dirimu setelah aku selesai dengan pekerjaanku," pinta Kendrick.
"Baiklah, tidak perlu terburu-buru," ucap Alena.
Seseorang diperintahkan oleh Kendrick untuk mengantar Alena dan Amy untuk beristirahat sambil menunggunya. Mereka diantar ke sebuah ruangan dan minuman pun dibuatkan untuk mereka berdua.
"Untuk apa dia memintamu datang ke desa ini, putri?" tanya Amy.
"Aku tidak tahu, Amy. Kita lihat saja nanti, sekarang kita hanya bisa menunggu saja."
"Baiklah, semoga perjalanan kita tidak sia-sia," ucap Amy.
"Kenapa putri beranggapan demikian?" tanya Amy.
"Ini hanya tebakan saja, kita lihat apakah tebakanku benar atau tidak."
"Yang putri katakan sangat benar, sebaiknya kita tidak menyentuh minuman ini," ucap Amy karena dia takut minuman itu beracun.
"Yeah, kita tunggu saja," dia yakin ada pesan penting yang hendak disampaikan oleh Kendrick karena dilihat bagaimanapun, pria bernama Kendrick itu adalah dokter di desa Westtrink dan dia menebak jika Kendrick adalah dokter yang diutus oleh Ordo suci untuk mengobati para penduduk desa yang sedang mengidap penyakit mematikan. Mereka menunggu cukup lama sampai akhirnya Kendrick masuk ke dalam ruangan itu dengan terburu-buru.
"Maaf telah membuatmu menunggu, Ernest," ucap pria tua itu seraya duduk di hadapan Alena.
"Tidak masalah, Kendrick. Sekarang katakan, kenapa kau meminta aku datang ke desa ini?" tanya Alena.
__ADS_1
"Ini bukan pertama kali aku meminta kau untuk datang, Ernest. Aku sudah meminta dirimu untuk datang saat itu tapi kau tidak juga datang padahal aku sudah mengirimkan surat untukmu. Apa yang terjadi?" seperti yang Alena duga, memang pria itulah yang mengirimkan surat untuk Ernest dan Ernest berniat pergi menemuinya tapi dia justru mendapat kemalangan sehingga kejadian tidak terduga harus mereka berdua alami.
"Malam itu aku mengalami kejadian buruk, Kendrick. Aku minta maaf karena hal tak terduga itu telah menahan aku untuk menemui dirimu."
"Malam itu Tuan Putri di hadang oleh sekelompok orang yang mengira dirinya seorang penyihir," ucap Amy.
"Sepertinya isu tentang dirimu yang adalah penyihir semakin tersebar luas. Aku bahkan mendengar kau menghisap darah seorang wanita sampi kering juga memakan jantungnya saat di acara berburu."
"Isu itu begitu cepat oleh sebab itulah aku tidak bisa bergerak sembarangan," ucap Alena.
"Aku tahu kau pasti memiliki perhitungan sendiri, Ernest. Sekarang kau sudah berada di sini, sudah saatnya aku memberikan benda itu padamu," Kendrick beranjak, lalu mengambil sesuatu dari dalam lemari.
"Apa yang hendak kau berikan padaku, Kendrick?" tanya Alena ingin tahu.
"Aku tidak tahu karena benda yang ada di dalam kotak ini adalah benda rahasia yang dikirimkan oleh ordo suci untukmu. Hanya kau saja yang boleh melihat benda apa yang ada di dalamnya oleh sebab itu, aku hanya bisa memberikan benda ini langsung ke tanganmu," Kendrick meletakkan sebuah kotak ke atas meja.
"Karena aku mendapatkan tugas di desa ini, oleh sebab itu pemimpin Ordo suci menitipkan kotak ini padamu dan sekarang, aku sudah memberikannya padamu. Aku harap kau tidak menghilangkannya," kotak didorong mendekat ke arah Alena.
Amy dan Alena saling pandang, ternyata benar dugaan mereka. Ada pesan yang akan diberikan oleh Kendrick dan akhirnya, kedatangan mereka tidak sia-sia.
"Ingat, Ernest. Jangan sampai hilang karena aku pernah mendengar jika di dalam kotak itu berisi informasi penting mengenai siapa penyihir yang harus kau hadapi."
"Terima kasih, Kendrick. Aku tidak akan mengecewakan."
"Sekarang tugasku untuk menyampaikan pesan itu sudah selesai. Aku harus kembali bekerja untuk mengobati para penduduk desa yang sakit."
"Sekali lagi terima kasih," Alena sudah mengambil kotak dan membungkusnya menggunakan kain.
__ADS_1
Alena dan Amy memutuskan untuk pergi karena sudah tidak ada yang mereka lakukan lagi di tempat itu. Mereka bahkan menutupi kepala mereka menggunakan kain tapi ketika mereka berada di luar sana, mereka berdua kembali mendapatkan tatapan dari para penduduk desa bahkan ada beberapa dari penduduk desa itu sedang mengincar mereka.