
Alena dan Amy bergegas menuju kuda mereka yang terikat cukup jauh. Mereka tahu jika mereka mendapatkan tatapan aneh lagi dari warga desa, mereka pun tahu ada yang mengikuti. Amy memandangi Alena dengan ujung matanya, Alena memberikan isyarat agar mereka segera bergegas untuk keluar dari desa aneh itu.
Kuda pun dilepaskan, Amy naik terlebih dahulu namun saat Alena hendak naik, beberapa warga yang mengintai mereka dari mereka datang sudah mengepung dan mereka adalah para bandit desa yang memang suka mencuri barang milik orang lain.
"Nona.. Nona, kenapa begitu terburu-buru?" tanya pemimpin para bandit itu pada Alena dan Amy dengan senjata di tangan.
"Kami tidak ada urusannya dengan kalian jadi biarkan kami pergi!" teriak Amy.
"Berikan barang berharga yang kalian bawa maka kami akan membiarkan kalian pergi dari desa ini jika tidak, kami akan membunuh penyihir seperti kalian!" teriak salah seorang bandit itu.
"Kami hanya datang untuk mengambil obat dari dokter Kendrick, tidak membawa apa pun!" ucap Alena.
"Tidak perlu menipu, berikan kotak yang kau bawa itu!"
"Ini hanya obat saja, tidak ada apa pun!" teriak Amy.
"Mau obat atau apa pun, berikan pada kami!" para bandit itu melangkah maju.
'Nona," Amy mulai ketakutan apalagi tidak ada satu pun warga desa Westtrink yang mempedulikan mereka.
"Pergi, temui aku di perbatasan desa!" perintah Alena seraya melangkah maju dengan sebilah pedang berada di tangan.
"Bagaimana dengan Nona?"
"Aku bisa jaga diri jadi pergilah dan jangan sampai kotak itu hilang!"
"Tapi, Nona?" jawab Amy.
__ADS_1
"Pergi!" teriak Alena seraya mengangkat pedangnya. Amy mencengkeram pelana dengan kuat, dia benar-benar tidak bisa meninggalkan sang putri begitu saja.
"Jangan biarkan dia pergi!" teriak bandit itu namun Alena sudah menghadang dengan menyabetkan pedangnya agar Amy bisa pergi.
"Pergi!" teriak Alena lagi.
Amy segera membawa kudanya dengan cepat, meninggalkan Alena dengan para bandit yang marah karena kotak yang mereka inginkan sudah dibawa pergi oleh Amy. Amy bahkan menangis namun dia tidak bisa membantah perintah sang putri. Dia harap sang putri bisa segera menyusul dirinya.
Alena sudah dikepung oleh para bandit yang marah, ternyata beberapa dari mereka kembali berdatangan. Alena pun melangkah mundur, dia akan mencari kesempatan untuk melarikan diri sesegera mungkin.
"Tangkap dia, kita jual pada saudagar kaya yang lewat!" teriak pemimpin bandit yang sedang mengepung Alena.
"Langkahi dulu mayatku!" ucap Alena seraya mengangkat pedangnya.
"Serang!" teriakan itu terdengar lalu para bandit menyerbu Alena dengan senjata yang mereka miliki.
Para bandit menyerang Alena dari berbagai sisi, Alena berusaha menghindar sambil menyerang. Benar-Benar tidak ada yang peduli, warga desa Westtrink hanya menjadi penonton saja sambil berbisik-bisik. Alena terus mendapat serangan tanpa hentinya, dia harap Amy segera keluar dari desa dan menunggunya di perbatasan desa. Dia harus mengulur waktu agar tidak ada yang mengejar Amy.
Pedang Alena sudah berlumuran darah, beberapa dari bandit itu sudah jatuh akibat sabetan pedangnya. Beberapa luka kembali dia dapatkan di lengan, situasi semakin buruk karena para bandit itu berteriak dengan memanggilnya sebagai penyihir. Hal itu memicu para warga yang memang sudah sangat membenci penyihir yang lahir dari desa itu.
"Dia adalah seorang penyihir, kita harus membunuhnya!" teriakan seorang bandit, membuat beberapa warga yang tadinya diam mulai terpancing.
"Gara-Gara dialah, desa kita menjadi desa mati akibat kutukan!" teriakan provokasi kembali terdengar.
"Tunggu, aku bukan penyihir. Kalian bisa bertanya pada dokter Kendrick!" teriak Alena.
"Kami tidak percaya, dulu penyihir itu juga terlihat seperti dirimu!" seorang pria tua melangkah maju dan berkata demikian.
__ADS_1
"Apa maksudmu?" tanya Alena.
"Jangan banyak bicara dengan seorang penyihir, dia hanya akan memperdaya kita!" teriak salah satu bandit yang ada.
"Tolong katakan padaku jika kalian tahu siapa penyihir yang lahir di desa ini?" pinta Alena.
"Yang tahu akan penyihir itu sudah mati di bunuh. Penyihir itu pun sudah pindah, menyamar menjadi wanita muda dan dia bisa menjadi apa saja. Penyihir itu pun bisa mengelabui siapa saja dengan sihirnya oleh sebab itu tidak ada yang tahu siapa penyihir yang sesungguhnya," jawab si pria tua.
"Apakah kau tahu di mana dia berada saat ini?" tanya Alena. Sungguh informasi yang tak terduga.
"Tidak ada yang tahu dan kau," pria tua itu menunjuk ke arah Alena, "Kau bisa saja penyihir itu!" ucapnya.
"Aku bukan penyihir!" teriak Alena.
"Tangkap dia!" sang bandit yang sangat kesal karena beberapa rekan mati karena sabetan pedang Alena kembali memberi provokasi.
Alena melangkah mundur, situasi tidak baik. Sebaiknya dia pergi, lagi pula dia mendapatkan sedikit informasi dari pria tua tersebut.
"Tangkap!" teriak para bandit dan pada saat itu, para bandit dan warga yang sudah terprovokasi sudah berlari untuk mengejar Alena.
Alena berlari ke arah kuda, lalu melompat naik dan memacu kudanya pergi dengan kecepatan tinggi. Para bandit dan penduduk desa berteriak marah. Alena mengekang pelana dengan kuat karena dia harus menyusul Amy. Dari apa yang pria itu ucapkan, dia tahu harus memulai dari mana. Desa Westtrink sumber awal munculnya seorang penyihir dan dia harus mencari tahu siapakah penyihir pertama yang lahir di desa terkutuk itu. Kotak itu, kotak yang diberikan oleh Ordo suci padanya, dia yakin menyimpan sejarah munculnya penyihir dari desa itu.
Alena membawa kudanya tanpa berhenti namun sayang sudah ada yang mengintai dirinya. Seorang pemanah jitu sudah menunggu, menunggu Alena lewat dan ketika suara tapak kuda sudah terdengar, busur panah pun sudah ditarik dan siap di tembakan. Kuda yang Alena bawa sudah lewat, sang pemanah yang menutupi wajahnya sebagian segera menarik busur sehingga anak panah melesat dengan cepatnya menuju ke arah Alena.
Jalanan yang lurus saja, semakin mempermudah panah itu mengenai target. Alena yang begitu fokus membawa kuda dengan banyak pikiran terkejut saat sebuah panah menancap ke punggungnya. Dia bahkan hampir jatuh tapi Alena berpegangan erat pada tali kuda sampai menjaga keseimbangan.
Sial, apa ada bandit yang mengejar? Sebaiknya dia tidak berhenti. Sang pemanah misterius pun terlihat puas lalu pergi. Alena tidak mungkin bisa bertahan karena panah itu beracun. Alane yang ingin segera keluar dari desa terkutuk itu mulai merasa aneh, pandangannya buram dan kepalanya sakit. Ada yang salah, dia tahu ada yang salah pada panah yang masih menancap di punggungnya.
__ADS_1
Tenaganya mendadak tidak ada setelah keluar dari desa Westtrink, lari kuda tidak cepat lagi karena Alena sudah tidak memiliki tenaga untuk memecutkan talinya. Pandangannya semakin buram, Alena berusaha bertahan karena dia hampir jatuh beberapa kali. Amy, dia butuh Amy saat ini tapi dia tahu Amy sudah berada di perbatasan dan menunggunya. Kedua mata Alena sudah hampir terpejam tapi entah kenapa dia seperti melihat Amy dengan beberapa orang. Halusinasi, itu pasti halusinasi dan dia harap dia bisa bertahan sampai ke perbatasan tapi sayangnya, dia sudah jatuh pingsan akibat racun yang sudah menyebar ke tubuhnya.