Rise Of The Queen Ernest

Rise Of The Queen Ernest
Teori


__ADS_3

Alena keluar dari jendela di mana dia masuk tadi. Ratu Hana dan Raja Leon berdiri di depan jendela untuk melihat kepergian Ernest. Akhirnya waktunya tiba di mana mereka harus mengatakan kebenarannya jika sesungguhnya mereka tidak memiliki keturunan sama sekali.


Ratu Hana yang masih bersedih, menangis memandangi kepergian Ernest. Itu aib yang selalu mereka rahasiakan bahkan Arabella tidak tahu akan rahasia itu karena dia tidak mengingat apa pun akibat shock. Hanya beberapa menteri istana yang tahu akan kebenaran itu saja. Raja Leon menghibur istrinya, dia pun tidak menyangka rahasia yang mereka jaga selama puluhan tahun akhirnya terbongkar karena sebuah buku yang entah ditulis oleh siapa.


"Bagaimana ini, Baginda? Aku rasa rahasia kita akan diketahui oleh seluruh istana."


"Tidak perlu khawatir, Ernest tidak akan mengatakan hal ini pada siapa pun. Aku percaya padanya dan memang, dia harus tahu kebenaran ini karena aku yakin, dia mencari tahu bukan tanpa adanya alasan."


"Apakah Ernest memiliki maksud tertentu sehingga dia bertanya demikian?"


"Sudah pasti, bukan. Dia mendapatkan buku itu dari Ordo suci, aku yakin dia diminta untuk mencari kebenarannya dan mengenai Mauren, kita tidak tahu dia berasal dari mana karena Ayahanda yang membawanya masuk ke dalam istana."


"Aku harap Ernest benar-benar bisa mengungkap semua ini agar kedamaian di kerajaan kita kembali. Setelah isu Putri Mauren adalah penyihir redup karena dia tidak terlihat lagi, kini justru putri kita dituduh sebagai penyihir dan dianggap sebagai putri Mauren. Entah benar atau tidak, kita pun tidak tahu asal usul kedua putri kita."


"Aku sangat berharap salah satu dari mereka bukanlah putri dari Mauren. Jika sampai hal itu terjadi, kebetulan macam apa ini?" tanya ibu ratu tapi memang, salah satu dari putri mereka memang putri dari putri Mauren.


"Putri siapa pun mereka, Arabella dan Ernest adalah putri kita."


"Kau benar, mereka tetaplah putri kita."


"Jika begitu, ayo kita beristirahat!" jendela ditutup, raja Leon mengajak istrinya untuk tidur karena sudah malam.


Alena tidak kembali ke dalam kamar, dia lebih memilih menyendiri di sebuah pohon besar untuk mengambil kesimpulan dan menyusun kejadian-kejadian masa lalu yang mungkin saja memiliki hubungannya. Dari putri Mauren yang melarikan diri dan dikabarkan telah bunuh diri, mengenai dirinya yang adalah putri dari putri Mauren, mungkin semua memiliki hubungan karena bisa saja dia benar-benar putri dari putri Mauren.


Akar pohon menjadi pilihan untuk duduk dan tentunya akar pohon yang nyaman diduduki karena kemungkinan mereka berdua akan berada di sana cukup lama. Lucius meletakkan lentera yang dia bawa lalu duduk di sisi Alena. Dia sudah mendengar jika Ernest dan Arabella bukanlah putri dari raja Leon dan ratu Hana.


"Apa kau baik-baik saja?" tanya Lucius.

__ADS_1


"Aku baik-baik saja," jawab Alena.


Mereka berdua diam, tidak ada yang berbicara sampai akhirnya Alena melihat ke arah Lucius dengan serius lalu menghela napasnya dengan berat.


"Kau sudah mendengarnya, bukan? Aku bukanlah anak kandung dari raja Leon dan Ratu Hana. Kemungkinan aku adalah putri dari Mauren sangatlah benar."


"Itu hanya kemungkinan saja, bukan? Meski kau bukan putri dari raja Leon dan ratu Hana, tapi mereka sangat menyayangi dirimu dan Arabella bahkan Arabella juga menyayangi dirimu sebagai adiknya jadi jangan sampai hal ini justru menghancurkan kebersamaan kalian sebagai keluarga."


"Baiklah, yang kau katakan sangatlah benar tapi ada beberapa hal aneh yang aku dapatkan dari cerita ayahanda dan bunda," Alena kini terlihat serius.


"Hal aneh apa yang kau maksud?" tanya Lucius.


"Dengarkan baik-baik. Menurut Bunda, putri Mauren pergi dari istana saat dia sudah ketahuan sedang hamil. Dia mungkin tidak sanggup menghadapi kemarahan rakyat karena dia akan menjadi selir dan menjadi harapan para rakyat yang menantikan penerus. Mungkin pada saat itu, dia ingin ayahanda segera menjadikan dirinya selir agar anak yang dikandungnya dikira sebagai anak dari ayahanda karena dengan demikian,  anak yang dia lahirkan akan menjadi penerus kelak tapi sebelum kejadian itu terjadi, kehamilannya justru sudah diketahui. Menurut perkataan pria tua yang aku temui di desa Wesstrink, Lady Lilya bisa menjadi siapa saja dan dia juga berkata jika Lady Lilya mati saat melahirkan anaknya dan aku merasa apa yang dikatakan oleh pria tua itu sangatlah benar," Alena mengambil napas sejenak sebelum mengambil kesimpulan lebih lanjut dan mengurutkan kejadian yang terjadi satu persatu.


"Menurut buku ini, putri Mauren adalah keturunan terakhir dari Lady Lylia dan aku yakin yang tertulis sangatlah benar tapi mengenai aku adalah putri dari Mauren, itu belum tentu benar."


"Kenapa kau mengambil kesimpulan demikian?" tanya Lucius. Dia semakin ingin tahu dan mendengar teori dari Ernest yang semakin membuatnya kagum.


"Baiklah, kau benar," ucap Lucius, "Aku mendengar jika ayah dan ibumu berkata jika dia pergi dari istana dan mengakhiri hidupnya sendiri tapi apakah ada yang melihat kematiannya? Apakah ada yang melihat mayatnya?" tanya sang pangeran.


"Sial, entah kenapa aku curiga jika putri Mauren masih hidup dan dialah penyihir yang sesungguhnya!" ucap Alena. Hal ini sangat masuk akal. Bisa saja Mauren masih hidup selama ini dan sedang bersembunyi.


"Lalu bagaimana dengan anak yang dia lahirkan? Bagaimana dengan putrinya" tanya pangeran. Alena tampak berpikir dengan keras, dia harus memikirkan sebuah teori yang masuk akal dan setelah beberapa saat, akhirnya teori itu pun dia dapatkan.


"Aku tahu sekarang, putri Mauren pasti telah merencanakannya dan aku rasa sejak dulu pendukung putri Mauren sudah ada di dalam istana."


"Maksudmu sudah ada yang mendukung dirinya sejak lama?"

__ADS_1


"Dengarkan, selama ini tidak mungkin tidak ada yang curiga dengan kedua anak yang ditemukan oleh raja Leon dan ratu Hana sebagai putri. Jika aku adalah anak yang masih bayi itu, mungkin masyarakat tidak curiga karena mereka akan menganggap raja dan ratu berhasil menjalani pengobatan lalu mereka pulang bersama dengan putri yang ratu lahirkan sebelum tiba di istana tapi bagaimana dengan kak Arabella? Semua bisa menghitung berapa usia kak Arabella dan berapa lama raja dan ratu pergi. Aku yakin tidak mungkin tidak ada yang mencurigai hal ini tapi kenapa semuanya diam seolah-oleh kami berdua adalah putri dari raja dan ratu?"


"Jika begitu berarti ada yang memanipulasi keadaan sehingga tidak ada yang berani bersuara akan hal ini."


"Tepat sekali, Pangeran. Sejak awal, musuh memang sudah berada di dalam istana dan sampai sekarang pun masih. Menurutmu, siapa yang bisa menggerakkan rakyat dan bisa membungkam para rakyat?"


"Para menteri," ucap pangeran Lucius.


"Benar, para menteri. Aku yakin putri Mauren disusupkan dengan sebuah tujuan dan aku yakin sejak awal pengikut lady Lylia sudah banyak. Karena mereka ingin putri Mauren memiliki kekuasaan agar sekte sesat mereka tidak ditentang dan bisa terus berkembang jadi mereka memaksa raja terdahulu memasukkan putri Mauren untuk dijadikan selir bagi ayahanda apalagi keadaan sangat mendukung di mana Bunda tidak bisa memiliki keturunan. Jangan-Jangan semua sudah direncanakan dan jangan-jangan seseorang sudah meracuni bunda dan ayahanda agar tidak memiliki keturunan," ucap Alena. Jiwa agennya justru mengebu-ngebu karena sudah lama tidak membuat sebuah teori untuk kasus yang sedang dia hadapi.


"Jika begitu, apakah itu berarti pertemuan kalian dengan raja Leon dan Ratu Hana waktu itu?" Lucius menghentikan ucapannya,


"Apa kau tidak menyadarinya, Pangeran? Mauren gagal berkuasa sudah pasti dia ingin anak yang dia lahirkan berkuasa. Kabar jika raja dan ratu pergi untuk berobat pasti dia dapatkan dengan mudah karena adanya penyusup oleh sebab itu rencana licik pun mereka lakukan. Putri Mauren pasti sengaja membiarkan putrinya bertemu dengan raja dan ratu selama di perjalanan dan karena iba, raja dan ratu mengadopsi kedua anak yang mereka temukan tanpa tahu jika salah satu dari anak yang dia temukan adalah anak dari putri Mauren."


"Jika memang Mauren ingin anaknya berkuasa, bukankah itu berarti?" Lucius menatap ke arah Alena yang sedang menatapnya dengan tajam. Mereka berdua diam untuk sesaat, dengan pikiran mereka masing-masing.


"Sebab itulah isu jika aku adalah seorang penyihir muncul karena para pengikut putri Mauren atau Lady Lilya takut aku merebut takhta untuk berkuasa. Jika aku dibenci oleh rakyat, secara otomatis tidak akan ada yang mendukung bahkan aku akan mati di tangan rakyat yang membenci seorang penyihir. Semuanya pasti ada campur tangan menteri yang mengendalikan rakyat."


"Konspirasi yang sangat licik, Ernest. Semua direncanakan dengan begitu matang. Kau disusupkan untuk menjadi kambing hitam dan selama puluhan tahun raja dan ratu tidak menyadari akan konspirasi busuk yang dilakukan oleh para menterinya."


"Istana bukan tempat yang bersih, pangeran. Segala konspirasi akan terjadi demi tujuan orang-orang tertentu. Sekarang saatnya membakar buku ini karena aku sudah tidak membutuhkannya!"


"Apa kau yakin?" tanya Lucius.


"Tentu saja, sekarang aku mengandalkan Agnes karena hanya dia yang bisa memberikan aku informasi dan aku harap Agnes benar-benar bisa aku andalkan!"


"Aku akan berada di sisimu selama kau mengungkap kebenarannya," Lucius memeluk Alena dari belakang. Dia ingin Ernest tahu jika dia ada bersama dengannya saat ini.

__ADS_1


"Terima kasih, pangeran. Sekarang bantu aku membakar buku ini!"


Sesuai dengan permintaan Alena, buku yang diberikan oleh Ordo suci pun dibakar agar tidak jatuh ke tangan siapa pun. Alena melakukannya supaya musuh tidak tahu jika sebenarnya dia sudah tahu siapa musuh yang harus dia hadapi dan dia sangat yakin jika putri Mauren masih hidup dan sekarang sedang bersembunyi.


__ADS_2