
Lucius membawa Alena ke desa yang cukup jauh dari desa Westtrink untuk mencari penginapan dan tentunya untuk beristirahat karena keadaan Alena yang belum pulih total akibat racun. Mereka akan mencari penginapan yang aman karena Alena ingin membuka kotak yang diberikan oleh Ordo Suci. Sesungguhnya dia sudah tidak sabar apalagi perkataan pria tua yang ada di desa Wesstrink.
Dia harap dalam kotak itu ada petunjuk karena dia akan mencari tahu siapa penyihir pertama yang lahir dari desa Westtrink. Ternyata tidak dia saja yang ingin tahu, Lucius juga Amy pun ingin tahu apa isi dalam kotak yang sangat dirahasiakan oleh Ordo Suci.
Selama menuju desa, Lucius memaksa Alena satu kuda dengannya. Dia tidak mengijinkan Alena berkuda seorang diri karena itu sangat berbahaya. Dengan keadaan Alena yang masih kurang baik, dia bisa terjatuh dari atas kuda. Meski Alena tidak mau, dia tetap memaksa oleh sebab itulah Alena duduk di depan Lucius.
Perjalanan yang mereka tempuh ke desa lain pun tidaklah dekat oleh sebab itu mereka butuh istirahat sebentar apalagi Alena terlihat sudah mau tumbang oleh sebab itulah kenapa Lucius tidak mengijinkan Alena berkuda seorang diri.
"Kita istirahat sebentar!" perintah Lucius setelah menghentikan kudanya.
"Kenapa, Pangeran. Jangan membuang waktu!" ucap Alena.
"Keadaanmu tidak baik, Ernest. Jangan sampai kita tiba ke desa tapi kau sudah mati!"
"Aku baik-baik saja, jangan terlalu takut seperti itu!"
"Tidak, kau tidak baik-baik saja. Dirikan tenda, Bastian!" perintah Lucius.
"Pangeran!" Alena hendak protes tapi tidak jadi karena Lucius menggendongnya turun dari kuda tanpa aba-aba.
"Pangeran!" Alena sungguh tidak suka diperlakukan seperti itu.
"Hm?" Lucius memandanginya sambil tersenyum.
Alena menghela napas, sudahlah. Dia tidak bisa mencegah apa yang hendak pria itu lakukan jadi sebaiknya dia tidak terlalu banyak membantah karena tubuhnya terasa sangat lelah hari ini. Lucius meggendongnya menuju sebuah akar pohon besar dan mendudukkan Alena di sana.
__ADS_1
"Sudah tidak membantah?" tanyanya.
"Sudahlah, aku memang merasa sangat lelah hari ini."
"Itu karena racun yang masih ada di tubuhmu. Keadaanmu akan segera sembuh jika beristirahat yang cukup."
"Kotak itu, aku ingin melihatnya," ucap Alena karena dia tidak bisa menunggu lagi.
"Kita akan melihatnya setelah tenda berdiri. Sekarang beristirahat saja, aku akan mengambilkan minuman untukmu."
"Terima kasih, Pangeran."
"Apa kau bisa memanggil namaku saja? Aku lebih suka kau menyebut namaku secara langsung."
Lucius menuntun Alena dengan hati-hati menuju tenda, di dalam sana sudah ada tempat untuk mereka beristirahat. Beberapa makanan juga sudah disiapkan oleh Amy, kotak juga sudah berada di dalam. Bastian dan Amy mendapat perintah untuk berjaga karena tidak ada yang boleh tahu apa yang hendak dilakukan oleh Alena dan Lucius.
Makanan sudah habis, obat penangkal racun tidak lupa diminum oleh Alena dan kini mereka akan membuka kotak yang membuat penasaran sedari tadi.
"Menurutmu apa isinya, Ernest?" tanya Lucius.
"Entahlah, tapi aku mendapatkan sedikit petunjuk dari seorang pria tua saat aku sedang melawan para bandit itu," sebuah pisau tipis diambil karena dia ingin membuka kotak yang tertutup dengan rapi dan kotak itu ditutup dengan lelehan lilin.
"Apa yang pria itu katakan?"
"Semua bilang penyihir pertama terlahir di desa Westtrink dan dia juga berkata penyihir itu bisa menjadi siapa saja dan aku yakin, dalam kotak ini akan ada petunjuk yang harus kita pecahkan!" penutup kotak sudah terbuka setelah Alena menyingkirkan lelehan lilin itu menggunakan pisaunya.
__ADS_1
Lucius dan Alena saling pandang, inilah saatnya. Kotak diletakkan lalu isinya pun dikeluarkan. Sebuah buku tua yang cukup tebal, dua salibĀ dan juga beberapa benda lainnya yang diberikan oleh ordo suci untuk Ernest. Kotak pun disingkirkan, kini mereka fokus pada buku karena mereka yakin akan ada petunjuk dari buku itu.
Lembar pertama dibuka, Alena dan Lucius membaca tulisan yang di tulis seseorang yang juga mengabdikan diri di Ordo Suci.
Tahun 1467 desa Westtrink, pada masa itu desa Westtrink sangatlah makmur. Seluruh penduduk desa hidup dengan rukun. Mereka bertani dan memelihara ternak sebagai mata pencaharian namun semua itu berubah saat Lady Lilya datang ke desa. Dia wanita yang anggun, semua mengagumi kecantikannya sampai membuat para pria yang ada di desa ingin memiliki Lady Lilya.
Dia wanita yang luar biasa dan kaya raya. Karena kecantikan dan kekayaan yang dia miliki, Lady Lilya menikahi banyak pria tapi tidak ada satu pun yang tahu keberadaan para suami Lady Lilya. Anak Lady Lilya juga banyak waktu itu namun dia tidak menua dan tetap saja cantik seperti sedia kala. Tidak ada yang tahu kenapa kecantikannya bisa seperti itu tapi setiap bulan pasti akan ada seorang wanita muda yang menjadi korban. Darahnya seperti terhisap habis, begitu juga dengan jantungnya yang menghilang.
Kejadian itu terus terjadi secara berulang-ulang dan belum ada yang tahu sama sekali tapi suatu ketika, seorang pelayan yang bekerja di rumah Lady Lilya tanpa sengaja mendengar teriakan dari lantai basement. karena curiga, sang pelayan mencari tahu apa yang terjadi. Pelayan itu terkejut karena sang Lady sedang melakukan ritual sesat di tempat itu. Lady Lilya adalah pemuja iblis, dia mendapatkan kecantikan dan kekayaannya dari bersekutu dengan iblis.
Tidak itu saja yang membuat sang pelayan terkejut, dia juga melihat Lady Lilya menghisap darah seorang gadis dan memakan jantungnya. Itu syarat yang harus dia lakukan jika dia ingin mendapatkan keabadian. Pelayan itu mengatakan pada seluruh warga, tidak ada satu pun yang percaya namun ketika Lady Lilya sedang pergi, seluruh warga desa Westtrink sepakat untuk melihat apakah yang dikatakan oleh pelayan itu benar atau tidak.
Aku juga berada di antara mereka, kami pergi melihat ke bawah basement untuk memastikan apa yang dikatakan oleh sang pelayan dan ternyata apa yang dikatakan oleh sang pelayan sangatlah benar bahkan lebih gilanya lagi, kami menemukan para pria yang menjadi suami Lady Lilya dalam keadaan mati dan sudah mengering. Kami menduga jika darah mereka dijadikan kolam mandi oleh sang Lady karena ada sebuah kolam pemandian penuh darah yang tidak bisa membeku di sana.
Tidak saja menemukan mayat para suami sang Lady, kami juga menemukan anak-anak yang dilahirkan oleh sang Lady sudah menjadi tumbal. Semua warga Westtrink sangat marah, mereka membakar rumah sang Lady yang memang sedang pergi. Mereka menunggu sang lady kembali dan hendak menghakiminya tapi wanita itu tahu apa yang hendak para warga lakukan. Lady Lilya sangat marah, dia membunuh setiap orang yang tahu siapa dirinya namun aku berhasil lolos saat itu. Akibat amarah itu, sebuah kutukan pun diberikan oleh Lady Lilya pada seluruh rakyat desa Westtrink. Oleh sebab itu, kutukan itu tetap ada sehingga desa itu menjadi desa terkutuk.
Lady Lilya pun dikabarkan pergi bersembunyi. Ada yang mengatakan sang Lady bersembunyi di sebuah desa tapi ada pula yang mengatakan dia sudah mati setelah melahirkan anaknya. Tidak ada yang tahu apalagi kejadian itu sudah puluhan tahun lamanya namun beberapa tahun belakangan, kabar akan sekte sesat yang mengambil tumbal para gadis muda kembali terdengar di istana Kent Arsia.
Alena berhenti membaca sejenak dan berpaling untuk menatap ke arah Lucius. Entah kenapa dia curiga jika semua yang terjadi ada hubungannya dengan Kent Arsia tapi memang itulah yang terjadi karena para pemuja itu ada di dalam kerajaan. Alena kembali membaca bersama Lucius, semua semakin menarik saja.
Kerajaan Kent Arsia adalah kerajaan yang makmur, saat itu sang ratu tidak memiliki keturunan. Ratu Hana dan raja Leon melakukan segala upaya untuk mendapatkan keturunan. Di sini aku tidak berani menulis terlalu banyak tapi mereka memiliki dua orang putri, Arabella dan Ernest. Lady Lilya seperti hidup kembali, ritual itu kembali hidup dan korban kembali berjatuhan.
Aku menulis ini setelah aku mendengar Ernest di fitnah menjadi seorang penyihir dan disisa hidupku yang tinggal sedikit aku sangat ingin membantunya tapi aku tidak bisa. Hanya Ordo Suci saja yang bisa membantu aku menyampaikan apa yang aku tulis ini. Putri yang malang, dia dijadikan kambing hitam untuk apa yang tidak dia lakukan padahal dia adalah putri dari Putri Mauren yang meninggal akibat penyakit aneh dan sesungguhnya putri Mauren adalah keturunan terakhir dari Lady Lylia.
"Apa?" Alena terkejut, begitu juga dengan Lucius. Jadi Ernest adalah keturunan dari Lady Lylia dan bukan putri dari ratu Hana? Alena tampak shock, Lucius beranjak dan melangkah menjauh. Mereka berdua saling pandang dengan pikiran yang sama. Apakah yang dituliskan di buku itu adalah benar?
__ADS_1