
Kabar putri Arabella yang kembali sebelum pesta usai sudah sampai ke kerajaan Kent Arsia. Kabar jika bukan dia pasangan yang diajak berdansa oleh pangeran Lucius pun sudah menyebar luas tapi tidak ada satu orang pun yang berani membicarakannya karena semuanya mencintai putri Arabella.
Raja Leon dan ratu Hana tentu sudah menunggu kepulangan putri mereka. Ratu Hana sangat cemas, dia tahu putrinya pasti sangat sedih akibat kejadian itu. Arabella yang sudah tiba turun dari kereta, dia tampak murung. Arabella bahkan enggan mengangkat kepala karena dia merasa malu dengan apa yang baru saja terjadi saat di pesta.
"Akhirnya kau tiba juga, Arabella," ucap ibunya.
"Maaf, Bunda. Aku ingin beristirahat," ucap Arabella yang tidak bersemangat sama sekali.
"Baiklah, kau baru tiba jadi pergilah," semua yang melihat jadi merasa iba dengan putri Arabella bahkan beberapa dari mereka mulai menganggap pangeran Lucius adalah pria paling bodoh yang telah menolak ratu masa depan yang bagitu cantik seperti putri Arabella.
"Apa aku begitu jelek, Isabel?" tanya Arabella saat mereka sudah berada di dalam kamarnya.
"Kenapa kau bertanya demikian, Putri?" tanya Isabel pula.
"Kenapa Pangeran Lucius tidak tertarik padaku? Apa aku kurang cantik?" sebuah cermin diambil, Arabella melihat rupanya di cermin lalu dia kembali berkata namun sambil berteriak, "Apakah aku tidak cantik?" akibat emosi, cermin pun di lempar ke dinding.
Arabella menangis, menumpahkan perasaan yang dia tahan dari istana Kenneth. Tidak saja itu yang dia lakukan, Arabella bahkan membuang barang-barang untuk melampiaskan semua perasaan yang bergejolak di dalam dada. Isabel berusaha menenangkan, dia tidak pernah melihat sang putri marah seperti itu sebelumnya. Tidak pernah.
"Tahan dirimu, Putri. Jangan sampai ada yang mendengar amarahmu yang seperti ini. Semua akan mendengarnya dan jangan sampai ada yang membicarakan dirimu. Terima kekalahan yang kau dapatkan dan tunjukkan pada seluruh negeri jika kau adalah putri paling cantik dan tak tertandingi. Di dunia ini tidak saja pangeran Lucius yang tampan tapi banyak Pangeran lainnya yang tak kalah tampan!"
Arabella tidak menjawab, napasnya tampak memburu. Benar apa yang dikatakan oleh Isabel. Dia adalah calon ratu, tidak seharusnya dia marah dan kesal hanya tidak diajak berdansa oleh seorang pangeran? Lagi pula pada saat itu dia tidak mengajak Pangeran Lucius untuk berdansa jadi dia tidak ditolak sama sekali dan dia tidak perlu malu untuk hal ini.
"Kau benar, Isabel. Akan aku tunjukkan pada seluruh negeri jika aku adalah putri tercantik di kerajaan Kent Arsia dan aku akan membuat Lucius menyesal karena tidak memilih aku. Sekarang pergilah, persiapkan obatku dan ramuan mandi. Setelah ini aku ingin bertemu dengan Ernest!"
"Baik, Putri. Aku suka kau bersikap anggun seperti ini."
Isabela keluar dari kamar, sedangkan Arabella berdiri di depan jendela. Dia adalah calon ratu kerajaan Kent Arsia, dialah pemilik negeri itu jadi dia harus menjaga sikap dan tidak boleh mempermalukan dirinya dan dia akan menjadi ratu paling cantik sejagat nantinya.
Arabella masih berusaha menahan amarah yang meluap di hati. Penolakan Pangeran Lucius benar-benar mempermalukan dirinya tapi dia akan menahan semua itu. Dia adalah putri yang bermartabat dan semua orang mencintai dirinya.
Ratu Hana yang cemas mengunjungi putrinya karena dia ingin melihat keadaan Arabella yang tidak terlihat baik-baik saja. Arabella masih berdiri di depan jendela saat terdengar suara pintu yang diketuk dari luar. Karena Isabela belum kembali jadi Arabella yang membuka pintu itu.
__ADS_1
"Bunda," Arabella memanggil karena ibu ratu berdiri di depan pintu.
"Bagaimana dengan keadaanmu, Arabella?" tanya ibu ratu.
"Aku baik-baik saja, Bunda. Masuklah," pintu dibuka dengan lebar, sehingga ibu ratu bisa masuk ke dalam.
"Bunda sudah mendengarnya, Arabella. Bunda mendengar kau tidak dianggap oleh Pangeran Lucius, apa benar?"
"Isu yang begitu cepat menyebar, Bunda. Tidak seperti itu, pangeran hanya berdansa dengan putri lain saja, aku pun tidak mengajaknya jadi orang-orang salah paham dengan hal itu."
"Lalu kenapa kau kembali begitu cepat?"
"Aku hanya mencemaskan Ernest yang tidak datang bersama denganku, Bunda. seharusnya aku tidak datang ke pesta dansa itu seorang diri, seharusnya akan pergi bersama dengan Ernest oleh sebab itu aku memilih kembali karena aku merasa aku begitu egois meninggalkan adikku sendiri."
"Baiklah, Bunda sangat senang kau baik-baik saja. Kemarilah dan duduk dengan bunda!" pinta ibunya.
"Bunda, apa aku tidak cantik?" tanya Arabella tiba-tiba.
"Apa aku tidak cantik, Bunda?" tanya Arabella lagi, kini dia berbaring di atas paha ibunya.
"Pertanyaan macam apa itu?" tanya ibunya lagi sambil membelai rambut putrinya, "Putri Bunda tentu yang paling cantik. Kau adalah calon ratu kerajaan ini jadi kau adalah yang tercantik. Bunda akan membantumu untuk menjadi semakin cantik lagi. Mulai besok, bunda akan memberikan sebuah ramuan yang bisa memperhalus wajahnya agar terlihat seperti kulit bayi," ucap ibu ratu.
"Benarkah?" Arabella terlihat senang.
"Tentu saja, oleh sebab itu jangan sedih hanya satu orang pangeran saja," ucap ibu ratu. Semoga saja yang diajak berdansa oleh Pangeran Lucius bukan Ernest karena dia tidak mau kedua putrinya jadi berselisih paham.
"Terima kasih, Bunda. Sekarang aku jadi merasa lebih baik," ucap Arabella.
"Bagus, sekarang beristirahatlah. Kau baru saja kembali dari perjalanan yang cukup jauh."
"Aku ingin bertemu dengan Ernest, Bunda."
__ADS_1
"Beristirahatlah terlebih dahulu, Kau bisa menemui adikmu nanti," ibu ratu berkata demikian karena Ernest sedang tidak ada dan bukan hal baik jika Arabella mengetahui ketidakberadaan adiknya saat ini.
"Baiklah, Bunda," jawab Arabella.
Ibu ratu memutuskan untuk pergi, Arabella kembali berdiri termenung di depan jendela sampai akhirnya Isabela kembali membawakan ramuan yang diinginkan oleh putri Arabella. Air mandi pun disiapkan, Arabella masuk ke dalam untuk berendam setelah meminum semua ramuan yang dibuat oleh Isabela. Kulit pun terasa jadi lebih halus setelah berendam, dia harus semakin mempercantik diri mulai sekarang karena dia harus menjadi ratu yang paling cantik di masa yang akan datang.
"Bagaimana dengan ramuannya, Putri?" tanya Isabela setelah sang putri selesai berendam.
"Ramuan yang sangat bagus, Isabela. Sekarang bantu aku, aku ingin menemui Ernest," perintah Arabella.
"Putri tidak ingin beristirahat terlebih dahulu?"
"Tidak, aku akan beristirahat setelah berbicara dengannya!"
"Baiklah," Isabela memantu Arabella menggunakan pakaiannya dan setelah itu, dia pergi untuk menemui Ernest.
Suara ketukan di pintu, mengejutkan Agnes yang berada di dalam kamar. Selama putri pergi, tidak ada yang mencari dan ini kali pertama dan dia tahu siapa yang ada di luar apalagi dia sudah mendapatkan kabar jika putri Arabella sudah kembali. Agnes tidak memiliki pilihan selain membuka pintu saat suara pintu kembali di ketuk dan suara Arabella terdengar di luar.
"Hormat padamu, Putri," Agnes memberi hormat setelah membuka pintu.
"Mana Ernest? Kanapa hanya kau sendirian saja?" tanya Arabella.
"Maaf, Putri. Putri Ernest sedang pergi jalan-jalan dengan Amy," dusta Agnes.
"Apa sudah lama? Apa dia tidak tahu jika aku akan kembali?"
"Tentu saja tuan putri sudah tahu tapi dia pergi sebentar dengan Amy," dusta Agnes.
"Baiklah, aku akan kembali lagi nanti!" Arabella melangkah pergi. Aneh, ke mana Ernest pergi? Entah kenapa dia jadi curiga dengan kepergian adiknya.
Agnes bernapas lega setelah putri Arabella pergi, semoga saja putri Ernest dan Amy cepat kembali karena yang tahu kepergiannya hanya ratu dan raja tapi tidak ada yang tahu jika mata-mata yang selalu mengintai Ernest tahu akan kepergian sang putri oleh sebab itulah Alena diserang saat di jalan dan dia mendapatkan panah beracun bahkan sang pemanah sudah di perjalanan kembali untuk memberi laporan pada ratu kegelapan yang dia puja.
__ADS_1