Rise Of The Queen Ernest

Rise Of The Queen Ernest
Membangkitkan Orang Mati


__ADS_3

Alena masih mengintai karena kedua orang berjubah hitam yang masuk ke dalam penjara belum juga keluar. Dia menebak mereka pasti hendak mengambil jasad mata-mata yang sudah mereka bunuh. Di siang hari seperti itu, mereka begitu berani menampakkan diri. Jika ada ponsel, sudah dia rekam lalu dijadikan barang bukti tapi sayang, kini dia hanya bisa mengintai.


Mereka menunggu cukup lama dan sesuai dengan dugaan, kedua orang itu mengambil mayat sang mata-mata lalu dibawa pergi. Alena dan Lucius mengikuti, mereka meminta Bastian dan Amy untuk tidak mengikuti agar tidak terlalu ramai karena mereka akan ketahuan jika terlalu banyak orang. Alena sungguh penasaran, apa benar pria itu bisa hidup kambali seperti yang dia katakan?


Mayat pria itu dibawa ke tempat yang sudah tidak didatangi oleh siapa pun lagi. Ternyata di sana beberapa orang sudah menunggu kedatangan mayat pria itu.


"Apa kau percaya dia akan bengkit lagi, Pangeran?" tanya Alena.


"Itu bisa saja terjadi, Ernest. Sebaiknya kita melihatnya."


Alena mengangguk, mereka mengintip dan melihat apa yang hendak dilakukan oleh pengikut sekte sesat itu dengan serius. Mayat pria itu dibaringkan di atas lempengan batu, pada saat itu muncul dua orang lainnya menggunakan jubah hitam. Salah satu dari mereka membawa sesuatu di tangan, dan orang-orang yang ada di sana menyembah kedua orang itu.


"Apa mereka berdua adalah pemimpinnya?" tanya Lucius.


"Apa seorang pemimpin akan menampakkan diri begitu saja, Pangeran? Aku yakin mereka adalah utusan saja!"


Lucius tidak menjawab, apa yang dikatakan oleh Alena sangatlah benar. Tidak mungkin penyihir yang mereka cari menampakkan diri begitu saja. Mereka masih mengawasi karena orang-orang itu sedang membaca mantera namun seseorang yang dibawa kemudian membuat Alena dan Lucius terkejut karena yang dibawa kemudian adalah Agnes. Alena dan Lucius saling pandang, apa yang hendak dilakukan? Tidak ada yang berkata-kata di antara mereka, mereka berdua kembali melihat apa yang sedang dilakukan.


"Tuangkan ramuan ini ke dalam mulutnya dan kau akan menyaksikan kebangkitan yang akan terjadi!" seseorang berkata demikian dan memberikan mangkok yang terbuat dari tengkorak manusia kepada Agnes.


Agnes mengambilnya dengan tangan gemetar, dia tidak menduga akan dibawa ke tempat itu untuk melakukan ritual dan menyaksikan kebangkitan orang mati.


"Sekarang, jangan berlama-lama. Kau akan mennyaksikan kehebatan ratu dalam membangkitkan orang mati!" perintah itu Agnes dapat sehingga mau tidak mau, Agnes memegang erat mangkuk yang terbuat dari tengkorak itu meski dengan tangan yang gemetar.

__ADS_1


"Tuangkan ke dalam mulutnya, Agnes!" dengan perlahan, Agnes melangkah mendekati mayat pria itu. Pengikut sekte sesat membacakan mantera secara bersama-sama. Agnes sangat takut tapi dia harus mendapatkan kepercayaan dari sekte itu agar dia bisa tahu apa yang hendak dilakukan oleh mereka dengan mudah.


Mulut mayat pria yang sudah membiru dibuka. Mantera masih tidak henti dibacakan sampai akhirnya Agnes menuangkan cairan berwarna merah yang menyerupai darah ke dalam mulut mayat pria itu.


"Bangkitlah, banngkitlah dan nikmatilah kehidupan kedua yang diberikan oleh sang ratu!" teriak salah seorang pengikut sekte sesat itu.


Alena memandangi tanpa berkedip, begiitu juga dengan Lucius. Pasti lelucon, apa yang dilakukan oleh sekelompok orang gila itu pasti hanya lelucon belaka. Mereka berdua berpikir demikian tapi siapa yang menduga ternyata pria itu benar-benar hidup kembali sehingga membuat Alena dan Lucius terkejut begitu juga dengan Agnes yang seperti tidak mempercayai apa yang dia lihat.


"Bagaimana mungkin?" Alena benar-benar tak menyangka hal itu bisa terjadi pada jaman kuno seperti itu.


Para pengikut sekte sesat itu masih saja membaca mantera, pria itu tidak saja hidup tapi dia juga berbicara dan berjalan layaknya tidak terjadi apa pun. Pria itu bersorak dan berterima kasih pada sang ratu yang dia anggap telah menghidupkannya kembali.


"Bagaimana, Agnes? Kau sudah melihatnya jadi ikutlah dengan kami maka kau akan mendapatkan kehidupan yang kekal. Layanilah ratu dan bekerja samalah dengan kami untuk menyingkirkan Ernest, dengan begitu kau akan mendapatkan kehidupan yang jauh lebih baik. Pilihanmu hanya ada dua, mati bersama dengan Ernest atau hidup kekal bersama dengan ratu?"


"Aku akan mengikuti ratu untuk mendapatkan kehidupan kekal!" ucap Agnes.


"Baik,"Jawab Agnes. Semoga tidak ada yang curiga dengannya. Hari ini dia benar-benar melihat sebuah keajaiban di mana orang yang sudah mati bisa dihidupkan kembali.


Para pengikut sekte sesat itu pun pergi, begitu juga dengan Agnes yang harus segera bergegas kembali agar Alena tidak tahu lalu curiga dengan apa yang dia lakukan. Alena dan Lucius keluar dari persembunyian, mereka melangkah mendekati lempengan batu di mana mayat pria yang sudah mati dibaringkan. Padahal pria itu sudah jelas-jelas mati, dia pun melihatnya dengan mata kepala sendiri tapi bagaimana mungkin?


"Sungguh aku tidak bisa mempercayai hal ini!" ucap Alena.


"Aku yakin semua ini rekayasa, Ernest!" ucap Lucius.

__ADS_1


"Rekayasa sepert apa, pangeran?Aku melihatnya jika pria itu benar-benar sudah mati!"


"Apa yang menyebabkan dia mati dan bagaimana dia mati?"


"Sebuah jarum beracun, kedua matanya melotot dan napasnya sudah tidak ada!" jawab Alena.


"Baiklah, aku pernah mendengar gejala seperti ini sebelumnnya," ucap Lucius.


"Apa maksudmu, Pangeran?" Alena berpaling lalu menatap Pangeran dengan tatapan ingin tahu.


"Kita pergi dari sini, jangan sampai ada yang melihat kita lalu salah paham!"


Alena mengangguk setuju, mereka pun segera pergi dari tempat itu dan mencari tempat aman untuk berbicara. Alena benar-benar penasaran dan sangat ingin tahu kebangkitan yang tidak mungkin terjadi itu tampak begitu nyata.


"Sekarang katakan padaku, apa yang kau maksudkan?" tanya Alena tanpa basa basi.


"Dengar, dulu ada seorang tabib yang menunjukkan kehebatannya membangkitkan orang mati. Hal ini memang terjadi di luar istana tapi aku pernah mendengarnya. Gejala orang yang mati sama dengan yang kau katakan, jarum beracun tapi sesungguhnya di jarum itu sudah diolesi dengan ramuan yang terbuat dari sebuah bunga langka dan orang-orang menyebutnya sebagai bunga pencuri nyawa karena bunga itu mengandung racun namun tidak mematikan. Racun di dalam bunga akan membuat orang yang terkena racun itu mati suri sesaat. Kedua mata melotot dan tidak bernapas, wajahnya pun akan membiru tapi akan kembali hidup setelah diberi sebuah ramuan khusus. Apa yang kita lihat adalah kebangkitan palsu karena sejak awal, pria itu tidaklah mati!"


"Bagus, sungguh tipuan yang sangat sempurna dan aku yakin mereka melakukannya demi suatu tujuan!" dia sungguh tidak menduga ada bunga seperti itu dan dia pun tidak menduga jika musuh sudah memperhitungkan semuannya.


"Apa kau tidak sadar, Ernest? Mereka memanfaatkan keadaan dan melakukan hal itu untuk menipu pelayanmu agar mereka mendapatkan Agnes sepenuhnya. Sekarang berhati-hatilah karena bisa saja Agnes mempercayai tipuan itu lalu memilih menjadi pengikut sekte sesat itu karena dia sudah menyaksikan orang mati yang bisa dihidupkan kembali!"


"Kau benar, pangeran. Semua sandiwara sempurna ini hanya untuk mendapatkan Agnes untuk menjadi sekutu mereka. Sejak awal mereka sudah merencanakannya dan memanfaatkan pengikut mereka yang aku sekap!"

__ADS_1


"Oleh sebab itu, mulai sekarang berhati-hatilah pada Agnes. Sekarang sebaiknya kita pergi!"


Lagi-Lagi Alena mengangguk, apa Agnes benar-benar akan menjadi pengikut sekte sesat setelah melihat tipuan itu? Dia harap Agnes tidaklah bodoh tapi dia harus tetap mewaspadai Agnes karena bisa saja, apa yang dia lihat sudah membutakan mata hatinya sehingga dia memilih untuk berkhianat.


__ADS_2