
Pernikahan megah yang menyatukan dua kerajaan tidak akan pernah dilupakan oleh semua orang. Para rakyat bahkan mengikuti acara pernikahan dengan begitu meriahnya. Setelah pernikahan itu pun, Lucius diangkat menjadi raja karena raja James mendadak sakit keras yang membuatnya meninggalkan dunia.
Setelah berduka akan kematian raja James, Lucius pun dilantik sebagai raja berikutnya tentunya secara otomatis membuat Ernest menjadi ratu kerajaan Kenneth namun kebahagiaan mereka belum lengkap karena Lucius dan Ernest belum di karunia anak padahal mereka sudah menikah selama tiga tahun. Para rakyat sudah menantikan, tidak saja rakyat di istana Kenneth tapi juga di istana kerajaan Kent Arsia. Mereka menunggu kabar baik dari calon ratu mereka tapi sampai saat ini, belum ada tanda-tanda mereka akan mendapatkan kabar baik sehingga para rakyat berasumsi jika sang putri mandul seperti ratu Hana yang tidak bisa memberikan keturunan pada Raja Leon karena sampai sekarang tidak ada yang tahu kenapa ratu Hana tidak bisa memiliki keturunan.
Ernest pun tidak tahu kenapa sampai sekarang dia tidak bisa memiliki keturunan untuk Lucius namun dia teringat dengan kutukan yang dia dapat sebelum dia mati meledak selagi berada di abad dua puluh. Dia yang tidak mempercayai ilmu sihir juga kutukan mau tidak mau harus percaya dan dia pun jadi curiga jika kutukan itu telah membuatnya tidak bisa memiliki keturunan tapi apakah mungkin?
Ernest sedang berada di taman untuk menikmati indahnya bunga-bunga yang mekar serta angin sejuk yang berhembus dengan perlahan. Sekarang dia benar-benar sudah terbiasa dengan kehidupan di jaman kuno, dia pun sudah terbiasa dipanggil sebagai ratu Ernest karena dia sudah memutuskan untuk hidup sebagai Ernest.
Lucius melangkah mendekati ratunya yang sedang termenung, entah apa yang sedang dipikirkan oleh Ernest yang pasti dia sudah terlihat termenung beberapa hari belakangan tapi Ernest tidak pernah mau mengatakan apa yang sedang dia pikirkan.
Ernest terkejut saat Lucius memeluknya dari belakang. Senyuman tipis menghiasi wajah namun senyumannya sirna seketika.
"Apa yang kau pikirkan, Ratuku. Kenapa kau selalu termenung sepanjang hari?" tanya Lucius.
"Entahlah, sepertinya aku tidak bisa menjadi ratu yang sempurna untukmu, Lucius."
"Kenapa kau berkata demikian?"
"Seorang wanita tidak akan menjadi istri yang sempurna jika tidak bisa memberikan keturunan untuk suaminya, aku pernah mendengar ini."
"Bodoh, itu hanya omong kosong. Kau lihat ibumu, dia tetap menjadi ratu yang sempurna bagi raja Leon dan kau, kau adalah wanita yang sempurna untukku. Tidak perlu memikirkan hal ini, kita baru menikah beberapa tahun dan kita akan bekerja keras agar kita bisa mendapatkan keturunan yang akan menjadi pemimpin selanjutnya," ucap Lucius. Tangannya sudah berada di perut Ernest dan mengusapnya dengan perlahan.
"Aku hanya khawatir saja," ucap Ernest. Meski dia dari abad dua puluh dua tapi tubuh yang dia tempati bukanlah miliknya dan Ernest, sudah banyak terkena racun bahkan sebelum dia merasuki tubuh itu, Ernest sudah terkena racun begitu lama. Dia pun mengkhawatirkan hal itu, bisa saja racun membuatnya tidak bisa hamil.
"Jangan terlalu banyak berpikir, sebaiknya jaga kesehatanmu."
Ernest mengangguk, mereka berdua berdiri cukup lama di sana untuk menikmati keindahan bunga-bunga yang bermekaran namun Amy yang datang secara tiba-tiba mengalihkan perhatian mereka berdua.
__ADS_1
"Yang Mulia, ada pesan dari raja Leon. Beliau memintamu untuk segera kembali," ucap Amy seraya memberikan kertas pesan yang dia dapatkan.
Ernest mengambilnya dan membaca pesan itu. Yang Amy katakan sangat benar, raja Leon memintanya untuk segera kembali karena ada hal penting yang hendak raja Leon bahas.
"Jika begitu bersiaplah, kita akan segera berangkat!" perintah Ernest.
"Apa yang terjadi?" tanya Lucius.
"Aku tidak tahu, tapi sepertinya begitu mendesak!"
"Jika begitu kita akan segera kembali. Kemarilah, jangan terlalu lama termenung di tempat ini," Lucius memberikan lengannya agar Ernest menggandeng lengannya. Ernest tersenyum karena pria yang menggunakan celana ketat itu begitu mencintai dirinya. Setidaknya dia pria yang setia dan mencintainya dengan tulus oleh sebab itu dia sangat mensyukuri kehidupan kedua yang dia peroleh.
Lucius memberi perintah, untuk segera bersiap-siap karena mereka akan kembali ke kerajaan Kent Arsia. Perjalanan yang mereka tempuh tidak lama apalagi mereka tidak beristirahat selama di jalan. Saat tiba, Ernest harus mendapati ibunya yang sedang sakit. Ternyata itulah yang membuat raja Leon meminta mereka untuk segera kembali.
"Bunda, apa yang terjadi denganmu?" Ernest mendekati ibunya.
"Bunda merasa jika waktu Bunda sudah tidak lama lagi, Ernest," ucap ratu Hana.
"Aku sangat berharap demikian, tapi aku merasa sudah tidak bisa hidup lebih lama oleh sebab itu, Bunda ingin melihat kau dilantik menjadi ratu negeri ini."
"Apa yang Bunda katakan? Bunda dan Ayahanda masih hidup dan aku, tidak bisa menjadi ratu karena aku bisa dianggap telah melengserkan jabatan kalian!" ucap Ernest.
"Kami sudah tua, Ernest. Memang sudah saatnya kami melantik dirimu menjadi ratu," ucap Raja Leon.
"Tidak, Ayahanda. Semua orang akan menganggap aku sebagai putri yang serakah. Lagi pula aku adalah ratu kerajaan Kenneth, bagaimana aku bisa menjadi ratu kerajaan Kent Arsia di waktu yang bersamaan?"
"Tidak perlu mengkhawatirkan hal itu, kau akan menjadi ratu dan kami akan membantumu memimpin istana ini."
__ADS_1
"Tapi Ayahanda?" Ernest sangat tidak menyetujui keputusan raja Leon.
"Semua keputusan ini sudah disetujui oleh para menteri dan pejabat. Para rakyat pun sudah tidak sabar kau menjadi ratu mereka oleh sebab itu, lakukanlah untuk kami dan setelah kau memiliki seorang putra yang bisa kau berikan pada kami, kau bisa mengangkat putramu sebagai putra mahkota untuk kerajaan Kent Arsia."
"Tapi hal ini tidak dilakukan oleh kerajaan mana pun," ucap Ernest.
"Benar, tapi kau adalah satu-satunya putri kami dan kau adalah calon ratu Kent Arsia oleh sebab itu, tidak ada lagi yang bisa meneruskan takhta kerajaan ini selain dirimu saja," ucap raja Leon.
Ernest memandangi Lucius, jika dia dilantik menjadi ratu maka secara otomatis mereka harus memimpin dua negeri sekaligus karena dia dan Lucius akan menjadi raja dan ratu Kenneth dan Kent Arsia.
"Lakukanlah untuk Bunda, Ernest. Bunda takut tidak memiliki waktu yang cukup sehingga tidak bisa melihat dirimu duduk di singgasana," ucap ratu Hana.
"Jangan berkata seperti itu, Bunda. Aku akan melakukannya tapi Bunda harus berjanji jika Bunda akan tetap hidup sampai aku memberikan keturunan untuk Bunda."
"Baiklah, bunda berjanji," ucap Ratu Hana meski dia tidak yakin.
Ernest memegangi tangan ibunya yang terbaring lemah, dia sangat berharap ibunya diberi umur yang panjang. Keputusan sudah diambil oleh sebab itu, raja Leon memberi titah untuk segera mengadakan pelantikan dan seluruh rakyat diberi tahu akan hal itu. Lagi pula raja Leon dan ratu Hana sudah tua, mereka sudah ingin beristirahat dan menikmati masa tua mereka.
Kabar akan pelantikan itu pun disambut dengan suka cita oleh para rakyat bahkan rakyat dari kerajaan Kenneth telah mendengar kabar itu. Isu yang menyebar begitu cepat, membuat kabar akan pelantikan Ernest sebagai ratu kerajaan Kent Arsia tersebar begitu cepatnya.
Gerbang istana dibuka saat pelantikan dilakukan. Rakyat berkumpul untuk melihat ratu baru mereka tentunya Lucius mendampingi istrinya. Ratu Hana dibawa keluar meski dalam keadaan lemah, dia ingin melihat putrinya dilantik menjadi ratu kerajaan Kent Arsia.
Pelantikan pun berjalan dengan cukup meriah, sorak sorai para rakyat yang hadir menggema di istana saat Ernest sudah dinyatakan sebagai ratu kerajaan Kent Arsia. Sebuah jubah indah panjang sudah dikenakan di bahu, mahkota indah pun sudah berada di atas kepalanya.
Ernest berdiri di hadapan para rakyat yang menyambutnya dengan meriah, senyuman mekar di wajahnya. Alena Herbert, yang melakukan perjalanan waktu tanpa terduga dan mendiami tubuh seorang putri yang lemah kini merubah segalanya bahkan, agen dari abad dua puluh dua itu telah mengalahkan musuh, membongkar kebusukan yang ada di istana Kent Arsia dan kini Alena mengantar Ernest, yaitu dirinya sendiri yang telah memutuskan untuk menjadi Ernest sebagai ratu dari dua kerajaan sekaligus.
Raja Leon dan Ratu Hana menyaksikan putri yang mereka temukan menjadi penguasa dua kerajaan. Mereka sangat bahagia, ratu Hana mengira dia akan mati setelah itu karena penyakitnya tapi ternyata dia diberikan umur yang panjang bahkan dia tidak menduga dapat menyaksikan putrinya melahirkan dua orang putra karena setahun setelah pelantikan Ernest sebagai ratu kerajaan Kent Arsia, dia melahirkan dua anak laki-laki kembar yang diberi nama Caisar William dan Calius William dan mereka berdua akan menjadi penerus kerajaan Kenneth serta kerajaan Kent Arsia.
__ADS_1
End
Thanks ya guys sudah mengikuti kisah ini, tidak terasa sudah selesai. Jujur sedih berpisah dengan Alena dan Lucius apalagi nama Alena sudah jarang disebut beberapa bab akhir karena Alena sudah menjadi Ernest dan sesuai judul, rise of the queen Ernest yang berarti pemeran Alena harus menjadi Ernest karena tugas akhirnya menjadikan Ernest sebagai ratu. Ini kisah kerajaan pertama yang aku tulis, semoga porsinya pada dan terhibur. Maafkan jika ada kesalahan dan kekurangan. Sekali lagi terima kasih ya all, jangan lupa mampir di kisah Norman, Beauty Thife and the king. Di tunggu