
Keesokan harinya...
" Beneran kamu mau pindah ke apartemennya Elang?." Mamanya Putri seakan tak percaya kalau putrinya itu sedang mengemas pakaian ke dalam koper.
"Ma.. Kerjaan Putri sekarang banyak banget, kadang pulang lembur, kadang dinas luar.. Besok nya ngantor lagi. Kebetulan Elang ada tempat kosong deket kantor, jadi bisa ngehemat waktu buat berangkat. Dari sini kan lumayan ma.. hampir sejam.. Belom macet.."
Mamanya terdiam sejenak..
" Iya deh mama ngizinin kamu buat pindah, mama percaya sama Elang.."
Putri tersenyum manis..
" Untung aja alesan gue bener.. Jadi gue gak bohong.. Kenyataannya gitu.."
Hari itu juga Putri langsung pindah dan menempati apartemen mewah milik Elang.
Sudah dua hari Putri bolos bekerja, Elang masih belum mengizinkannya untuk masuk kantor kalau pikirannya sudah bisa 100% fokus pada pekerjaan. Elang hanya khawatir keadaan Putri pasca putus dari Gerry.
"Tet.. Tet..."
Suara bel apartemen Elang berbunyi.
Putri melihat dari lubang intip pintu apartemen ada seorang wanita berambut panjang sedang berdiri membelakangi pintu.
Membuka pintu..
" Lo siapa ko ada di apartemennya Elang..?."
Tanya wanita itu seraya menerobos masuk, tatapannya sangat kurang bersahabat pada Putri.
"Aku Putri.. Sekarang tinggal di sini.." Timpal Putri dengan santai.
"Oh jadi Lo yang namanya Putri. Ngapain tinggal di sini... Bukannya hubungan kalian hanya sandiwara aja.."
" Maaf kamu siapa?."
" Aku Marsha, pacarnya Elang.."
" Oh ini Marsha yang model itu ya.. Parah banget sih.."
"Elangnya lagi gada.. Lagi ke kantor. Lagian Elang gak tinggal di sini.."
"Lo coba bohongin gue, jelas-jelas Elang bilang kemaren nginep di sini.."
"Gue bakalan nungguin Elang sampe dia dateng.." Marsha kemudian duduk di sebuah sofa panjang berwarna marron. Putri menggelengka kepalanya melihat tingkah Marsha yang seenak jidatnya itu.
__ADS_1
Selang satu jam lebih Elang tiba di apartemennya. Elang heran melihat Marsha yang sedang selonjoran santai ada di apartemenya.
"Sha.. Ngapain di sini?.
" Loh ko ngapain sih... Kan mau ketemu kamu."
Marsha bermanja-manja di bahu Elang yang duduk disampingnya
" Iya tau.. Tapi gak harus dateng kesini. Kalo ada yang liat gimana?."
"Kamu kenapa sih.. Ko kesannya aku tuh gak boleh nyamperin kamu. Apa karena wanita itu ya.." Marsha mulai kesal dengan menunjuk ke arah Putri yang sedang berada di kamar.
"Ko bawa-bawa dia.. Maksud aku gini.. Biar aku yang dateng ke tempat kamu, soalnya keluargaku tau kalo dia sekarang tinggal di apartemen ini." Elang mulai meninggikan suaranya.
" Katanya hubungan kalian cuma sandiwara.. Tapi ko kamu malah nyamperin dia di sini. Trus napa juga dia tinggal di sini.." Marsha tersulut emosi.
Sadar namanya terseret pada pertengkaran sepasang kekasih itu, Putri memilih untuk pergi keluar sekedar mencari udara segar.
"Lang.. Gue keluar dulu ya..." Putri menyela perdebatan Elang dan Marsha.
" Baguslah kalo Lo nyadar diri.. Sekalian angkat tuh bawa koper Lo dari sini.."
Sadar perkataan Marsha sudah kelewat batas, Elang menyuruh Putri untuk tetap diam.
" Put.. Jangan pergi!." Perintah Elang.
" Dan kamu Sha.. Aku kan udah bilang, aku gak mau ribet kalo hubungan.. Seadanya aja. Lagian kamu udah janji gak bakalan keberatan dengan kehadiran Putri sebagai tunanganku.. Putri juga berhak Sha.. dia calon istri aku sekarang. Lebih baik hubungan kita selesai sampe sini.. Aku udah gak tahan dengan semua sikapmu yang terlalu over.."
" Apaa.. Kamu bilang kita putus?."
Elang mengangguk..
"Gak Lang.. Aku gak mau.. Ini hanya salah paham aja.. Aku janji gak bakalan lakuin hal kaya tadi lagi.." Marsha sampai memohon-mohon agar Elang dapat menarik lagi ucapannya barusan.
" Udah lah Sha.. Aku udah gak sanggup lagi. Kamu terlalu banyak ngatur.. aku gak suka. Perjanjian awal kita gimana.."
" Gak mau..."
" Sha.. Kamu keluar sendiri ato aku panggil security?."
" Lang.. Ko kamu jadi berubah sih, semenjak dia ada kamu nyebelin...!!!"Marsha berteriak-teriak seraya pergi meninggalkan Elang da Putri berdua penuh dengan amarah.
Putri yang melihat Elang diam terduduk tak banyak bicara selepas kepergian Marsha, mereka sama-sama gelisah, sama-sama tidak nyaman dengan kebersamaan mereka. Putri sengaja meninggalkan Elang dalam kesendiriannya, Elang pun tak berusaha untuk menghentikan langkah Putri saat itu.
Putri kembali ketika hari sudah mulai gelap..
__ADS_1
Dikiranya Elang sudah pulang kerumahnya, tak tahunya Elang tengah tertidur di sofa. Dengan pakaian yang lengkap berikut sepatu masih menempel. Baru pertama kali ini Putri melihat Elang tertidur, ia mulai menyukai melihat lelaki itu, meski tidak mau tapi hatinya berkata ingin. Dan Putri terpesona melihatnya. Wajahnya yang putih bersih, membuatnya tampak semakin menawan.
Putri memperhatikan lelaki itu dari sofa kecil di sebelahnya. Tiba-tiba saja Elang membuka matanya dan menoleh ke arah Putri. Putri terperangah terjebak dalam dalamnya tatapan mata Elang yang tajam.
Rona wajah Putri memerah, malu sekali karena tertangkap basah sedang memandangi Elang.
Buru-buru Putri mengalihkan pandangannya pada pembicaraan.
"Ketiduran?."
"Hmm..." Elang membetulkan posisi duduknya.
"Keliatanya cape banget ya.. Lanjutin aja tidurnya di dalem!!."
" Udah .. Tadi udah cukup lama tidur. Put.. Gue laper...."
Mereka tergelak berbarengan. Putri merasa lucu mendengar Elang mengatakan dirinya lapar.. Seorang CEO juga bisa lapar.. Pikirnya..
" Napa? Gue juga kan manusia Put.. Pasti laper kalo belum makan..."
" Ya udah-udah.. Gue masakin ya.. Ada persediaan tuh di kulkas.. Kalo keluar nyari makan sekarang lagi ujan deres banget."
"Terserah deh..." Sahut Elang.
Mereka berjalan beriringan menuju dapur.. Putri menyiapkan beberapa bahan makanan yang akan di masaknya.. Beberapa sayuran , daging ayam dan juga beberapa bumbu dapur..
Seperti chef handal tangan ramping Putri dengan lincah memotong-motong beberapa sayuran mentah dan juga mengiris-iris 2 bawang beradik, bawang putih dan bawang merah.. Mencuci sampai bersih sayuran yang sudah dipotong tadi sampai tidak ada kotoran yang menempel.
Tak lupa membersihkan beberapa potong daging ayam mentah biar sisa-sisa darah yang menempel terbawa air yang mengalir.
Mulai mempersiapkan wajan untuk menumis bahan-bahan tadi sampai memasukan sayuran mentah ke dalamnya. Tak lupa Putri juga menyiapkan panci kecil untuk merebus daging ayam tadi dengan menambahkan bumbu racik sebelum digoreng.
Kurang dari setengah jam Putri berhasil menghidangkan masakan yang dibuatnya tadi,, Mencium aromanya saja membuat perut Elang keroncongan.
Putri menghidangkan tumis capcay dan juga ayam goreng serta nasi hangat untuk makan malam mereka..
Seperti sudah tak sabar Elang memanggil Putri yang masih mengambilkan piring di rak.
"Put.. Cepet dong.."Teriaknya..
" Ni.. Gak sabaran banget sih..."
" Keliatannya enak ..."
" Coba dulu.. "
__ADS_1
Dengan lahap Elang menyantap masakan hasil karya tangan Putri sendiri.