
" Lang.. Aku cape sekali.. Aku ingin istirahat sejenak." Putri memohon pada suaminya agar dapat segera beristirahat dengan tenang tanpa ada lagi gangguan tangan-tangan nakal menggerayangi tubuhnya.
" Tidak.... Aku minta sekali lagi!. " Tolak Elang tanpa ampun lalu membalikan tubuh istrinya secara paksa agar berhadapan dengannya. kali ini Elang berada diatas tubuh istrinya.
" Aku cape sayang.. Kamu sudah minta jatah sebanyak 3 kali saat kita sampai tadi. Aku perlu istirahat badanku terasa rontok semua." Tingkah lucu Putri selalu saja membuat Elang tersenyum. Andaikan dulu Elang tidak bertemu dengan Putri pasti hidupnya tidak akan berubah, Elang masih seorang playboy. Elang menggeleng, belum sampai 5 menit Putri sudah mendengkur halus. Putri tidak diberikan kesempatan sedikitpun untuk menolak ajakan suaminya berolahraga dimalam hari.
Keesokan harinya Putri mengeluhkan badannya terasa sakit semua, bahkan ia malas harus pergi ke tempat yang sudah direncanakan sebelumnya. Putri meminta untuk tinggal saja di Villa dan dipanggilkan tukang pijat untuk memijat seluruh badannya.
" Apa kamu yakin tidak akan ikut denganku berjalan-jalan sayang?."
Putri menggeleng, saat ini ia hanya ingin menikmati setiap pijatan yang diberikan tukang pijat perempuan di sekujur tubuhnya.
" Sepertinya istri bapak kecapean pak.. Pengantin baru ya pak?." Tukang pijat perempuan itu terkekeh.
__ADS_1
" Iya bu.. Kami pengantin baru. Baru lusa kemari kita menikah.."
" Oh pantas saja.." Kekehnya lagi.
" Ya udah aku mau keluar tidak akan lama, soalnya tidak enak sudah janjian sama Gio. Gio kan sekarang tinggal dan buka usaha di Bali. Barusan Gio chat lagi suruh aku datang ke restorannya. Lagi pula pemandu yang kemaren jemput kita di bandara sudah ada di depan." Jelas Elang meminta izin pada istrinya untuk keluar sendiri.
" Ya udah keluar aja.. Aku gak masalah ko. Asal pulangnya jangan malem aja, aku kan sendirian."
" Tenang saja pak.. Dijamin abis dipijit badanya enakan."
Elang menemui Gio sahabat dekatnya dulu saat masih kuliah sarjana di Jakarta. Gio asli anak Jakarta yang memilih tinggal di Bali bersama keluarganya. Gio membuka usaha restoran dimana menu di restoran Gio kebanyakan menu makanan mancanegara. Tahu sendiri kan kalau Bali menjadi incaran para wisatawan asing. Berawal dari keisengan, restoran yang hanya berupa kedai kecil kini berubah menjadi sebuah restoran besar dan mewah.
Elang terkagum-kagum dengan kegigihan Gio berhasil membangun usahanya sendiri tanpa bantuan orang tuanya.
__ADS_1
" Gue salut sama lo Gi.." Elang menepuk-nepuk pundak Gio saat berkeliling melihat suasana Restoran milik sahabatnya itu.
" Lo bisa aja Lang.. Lo juga hebat masih muda udah jadi CEO peusahaan bonafit lagi."
" Gue kan penerus keluarga gue Gi.. Gue dulu cita-cita pengen merintis usaha dengan tangan gue sendiri tanpa campur tangan orang lain. Tapi tetep aja di panggil bokap buat balik ke Jakarta."
" Itu udah takdir lo Lang..."
" Ngomong-ngomong lo kan lagi bulan madu, mana bini lo?."
" Putri gak enak badan, tadi pas gue tinggal lagi di pijit badannya.."
" Ampun Lang.. Makanya kalo ngerjain bini lo jangan digempur habis-habisan kasih jeda dong, ya gempor bini lo.." Gio dan Elang terbahak bersama-sama. Gio masih tidak banyak berubah, sejak kuliah dulu Gio terkenal dengan perkataannya yang ceplas-ceplos.
__ADS_1