ROMANSA Sang PLAYBOY

ROMANSA Sang PLAYBOY
R#Janji


__ADS_3

Haii ganks... Selamat membaca..😘😘😘


*****


"Anjing.. *******!! Berani ya tu cowok gangguin Putri lagi." Elang tak henti-henti mengumpat, amarahnya kali ini tidak dapat terbendung lagi, dirinya benar-benar tersulut emosi.


" Jadi itu yang namanya Gerry Lang?."


Mendengar Romi menyebut nama Gerry membuat dada Elang kembali berdesir panas. Kepalanya kembali pusing setelah ia meminum brandy yang tadi di pesannya.


" Untung aja tadi cepet dateng kalo gak gimana nasib Putri.. "


Sebelum datang ke bar, Elang terlebih dahulu mencari Putri dan Romi disekitaran kantor cabang.. Kemudian pergi ke minimarket yang masih dalam satu kawasan, saat Elang menelepon Romi tentang keberadaannya. Romi kaget karena Putri tidak ada di tempat awal saat dia menunggu Romi. Untung ada tukang parkir yang menunjukan Putri pergi bersama seorang lelaki ke sebuah Bar.


" Felling gue bener.. Makanya gue nyusul Lo pada.."


"Udah jangan kebanyakan minum... Mabok Lo lama-lama."


Elang memejamkan matanya sejenak. Pikirannya melayang saat berada di Bar tadi. Bagaimana semua pengunjung berteriak histeris melihat dirinya dan Gerry berkelahi.


" Lo mau tidur disini apa mau nemenin Putri di sebelah?."


" Nemenin Putri lah.. najis gue sama Lo.. Tau-tau jebol gue.." Elang melangkahkan kakinya dengan terkekeh geli menuju kamar di sebelah Romi. Dua kamar hotel yang tadinya buat Romi dan Putri.


" Anjrit Lo.. Seneng-seneng.. Sementara gue di sini melongo doang. Padahal Lo ajak Bima tadi.."


*****


Elang menatap wajah Putri yang sedang tertidur, efek obat yang diberikan Gerry cukup kuat..


"******* si Gerry, bilang Putri cewek bekas.. Padahal gue sendiri yang merawanin dia.."


Elang terduduk membelakangi Putri.. Ia menjambak rambutnya sendiri.. Memejamkan matanya.


" Lang..."


Elang menoleh.. Putri menyebut nama Elang berkali-kali, sampai Elang harus mendekatkan dirinya pada wanita yang terbaring lemah tak berdaya itu.


Tangan Putri menarik kepala Elang lalu diciumnya bibir Elang dengan rakus sampai terasa tak bersisa..


" Put.. Gue gak bisa nahan diri lagi.. " Elang memberikan ciuman balasan yang membuat Putri seakan susah untuk bergerak sama sekali.


Mereka berdua terbawa suasana sampai keadaan keduanya tak berpenghalang sama sekali..


*****


Putri menggeliatkan tubuhnya saat cahaya matahari mulai masuk melalui celah-celah tirai yang sedikit terbuka.. Sakit di sekujur tubuhnya mulai terasa, bahkan terlihat bekas ciuman memerah di beberapa titik tubuh putih mulus itu. Melihat Elang sudah berada di samping tempat tidurnya, masih mendengkur halus.. Bernafas dengan sangat teratur.. Hanya ditutupi selimut sama dengan dirinya..


" Oh.. Ya ampun apa yang terjadi. Ko dia ada di sini.. Kapan dia datang?."


Elang terbangun dengan suara racauan dari bibir Putri.


" Udah bangun?."


" Napa ada disini.. Terus kita semalem....?."

__ADS_1


Putri tak menghiraukan pertanyaan yang Elang tanyakan di awal. Ia hanya fokus pada keadaan dirinya saat itu.


" Lo gak inget? Tau gak sih Lo ada dimana semalem?."


" Di Bar..." Jawab Putri dengan polosnya.


"Tuh.. Lo gak **** kan.. Terus kenapa Lo bisa pergi ke Bar?."


" Gerry ngajak Gue.. Katanya mau ngomong. Tapi pas gue minum gue gak inget apa-apa lagi.."


" Nah itu.. Untung gue nyusul Lo.. Kalo gue gak nemuin Lo malem tadi. Pasti yang seranjang sama Lo sekarang bukan gue.. Tapi Gerry.."


Putri menekuk wajahnya..


" Lo ko marahin gue.. Gue kan gak tau.. "


"Ya makanya lain kali hati-hati. "


Kali ini Putri terlihat menyesal..


" Ya udah maaf..."Putri menunjukan ekspresi rasa bersalahnya.. Ia memilin-milin ujung selimut yang menutupi tubuhnya.


" Put.."


" Apa.."


" Lo bisa liar juga ya semalem di ranjang..."


Wajah Putri seketika memerah..


" Beneran sumpahnya.. Gue suka liat gaya Lo tadi malem.. Liar.. Gue sampe kewalahan.. Lo kalo lagi gak sadar gitu ya.."


" Iiih apaan sih Lang.. Gue tadi malem gak ngelakuin apa-apa ko.."


" Ngeles lagi.. Kalo gak ngelakuin apa-apa mana bisa bekas ciuman gue sampe merah-merah gitu di badan Lo..."


Dan akhirnya sebuah bantal melayang pas mendarat di wajah Elang.


*****


" Lang.. Gue tidur dulu ya.. Pokonya jangan bangunin dan jangan ganggu gue!."


Itulah kata-kata yang Putri lontarkan sebelum ia tertidur di kamarnya setelah sampai kembali ke apartemen. Putri merengek untuk meminta kembali secepatnya ke Jakarta saat pekerjaan mereka telah selesai.


"Tidur aja.. Gak bakalan ganggu ko.." Elang merasa kasihan dan membiarakan Putri tertidur tanpa mengganggunya sedikitpun.


Elang berpikir keras bagaimana caranya berpisah dengan Gadis dan memulai hubungan yang baik kembali seperti dulu dengan Putri..


" Kring.. Kring.."


Ponsel Elang berdering, dilihat dari layar ponsel mamanya menelepon..


" Ma...."


" Lang.. Kamu udah kembali dari Batam?."

__ADS_1


" Udah.. Baru aja.. Kenapa ma?."


"Mama bentar lagi nyampe ke apartemen kamu. Ada sesuatu yang mau mama bicarin sama kamu.. Penting..."


Tak berselang lama 20 menit kemudian sampailah mamanya Elang di apartemen. Seperti biasa tidak dengan tangan kosong, akan ada dua atau tiga jinjing tas yang dibawa hanya sekedar berisi makanan saja.


" Putri mana?." Mata mamanya sibuk mencari ke arah pintu kamar tunangan putranya itu.


" Putri tidur.. dia minta gak dibangunin.. Kecapean kali kerjaan di Batam numpuk, untung aja Romi bawa Putri kalo gak kapan kerjaannya kelar." Elang berseloroh tentang keadaan kantor perusahaan yang berada di Batam.


"Syukur deh kalo kalian udah bisa bertanggung jawab.. Minimal sama apa yang udah di amanatin sama kalian. Itu udah cukup buat mama papa."


" Mama kesini katanya mau ada yang dibicarain kayanya penting."


"Oh itu.. Iyalah penting." Mamanya Elang kembali melirik lagi ke arah pintu kamar Putri untuk memastikan Putri tidak sedang berdiri di sana.


" Ada apa sih ma?."


" Kamu ya.. Mama udah mendem ini dari sebelum kamu ke Batam.. Kesel banget hati mama ini."


Kening Elang mengerut..


"Ada apa sih ma.. Gak ngerti ah.."


" Kamu mau pertunanganmu sama Putri bener-bener dibatalin?."


Elang cengo dengan penuturan mamanya..


" Ya makanya kamu segera selesein hubungan kamu sama cewek matre itu!!." Suara mamanya terdengar meninggi.


Elang menghela nafasnya dengan berat.. Apa yang dikatakan mamanya memang benar, sudah seharusnya ia melakukan itu. Tagi bagaimana caranya, Elang sampai harus memutar otaknya mencari cara.


" Mama tau?."


" Apa yang mama tidak tau!."


" Kamu tidur sama Putri juga mama tau!."


Elang terhenyak.. Mamanya memang sangat tahu betul tabiat anak kesayangannya.


" Mama ini ngaco ah..."


" Ngaco gimana.. Lang .. Anak orang itu. Masa kamu rusak gitu aja. Dibiarin bersama taunya di makan juga.. Kamu harus segera tanggung jawab, mama takut papanya Putri tau semua yang kamu lakuin, gimana nanti kalo pak Sasongko sakit lagi."


" Pokonya mama nggak sudi kamu pacaran sama cewek itu.. Putusin segera atau pertunangan kamu dibatali!!."


" Dulu aja minta cepet-cepet tunangan sama Putri, sekarang malah di sia-siain. Lang.. Mama nggak pernah ngajarin anak mama kaya gitu ah.."


" Iya ma.. Elang salah.. Elang tau, Elang bakalan nebus kesalahan Elang yang udah terjadi.. Janji."


*****


Boleh minta tolong dukung author ya.. Cukup dengan memberikan komen, like dan votenya ya..


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2