
Haii ganks.. Masih stay kan baca cerita aku... Moga tidak pernah bosan ya...😘😘😘
*****
Gadis terus-terusan membujuk Elang, supaya hari itu bisa menemaninya pergi ke acara ulang tahun sahabatnya.
" Gak bisa Dis.. Aku harus pergi ke Batam. Ada urusan di kantor cabang.. "
" Ya udah kalo gitu aku ikut ya... Tante Fina lagi ke luar kota. Aku gak ada temen.. Ya aku ikut.."
" Maaf Dis .. kali ini gak bisa... ini acara resmi kantor, bukan buat jalan-jalan."
" Putri ikut?."
" Ikut.. Romi juga ikut.."
Gadis berdecak kesal.. Wajahnya merengut. Ia memikirkan banyak cara untuk membuat Putri hancur.
" Sorry Lang.. kamu yang mulai.. Aku gak bisa tinggal diam liat kalian bersama lagi."
" Lang... Aku boleh pinjem hp kamu gak? Mau liat IG aku ko gak bisa di buka ya.."
" Oh boleh..."
Secepat kilat Gadis segera membuka kontak di ponsel Elang. Angka demi angka ia masukan ke dalam ponsel miliknya.
" Udah nih.. Tetep gak bisa dibuka.. Mungkin lagi gangguan kali ya.."
Elang masih tidak menyadari kalau Gadis sebenarnya mencatat nomor ponsel milik Gerry, mantan pacarnya Putri.
*****
" Gerry.. Ini Gadis. Aku tunggu kamu di caffee dekat apartemen ya.. aku catat alamatnya. Nanti dikirim ke nomor kamu.."
" Gadis?."
"Gadis mana?."
" Ya udah.. Nanti kita ngobrolnya kalo ketemu ya.."
2 jam kemudian Gadis dan Gerry bertemu di sebuah caffee tak jauh dari apartemen yang di tempati Gadis.
"Sorry nih.. Kita gak saling kenal.." Gerry menatap aneh Gadis yang duduk di depannya.
" Oke kita kenalan dulu.. Aku Gadis."
" Lebih tepatnya pacarnya Elang."
" Elang?."
" Iya Elang Wira Adipati."
" Sorry-sorry.. Apa aku gak salah, bukannya Elang tunangan sama Putri ya.."
" Tepat sekali.. Aku langsung ke intinya aja ya.."
__ADS_1
Gerry mengangguk.. Mendengar apa yang akan dibicarakan Gadis padanya.
" Elang udah mutusin Putri.. Dan aku pengen hubungan mereka beneran putus. Keluarga mereka belum tahu kebenaran hubungan mereka seperti apa.."
" Terus maksud aku, aku pengen kamu ngejar Putri balik.. " Gadis mencoba membuat kesepakatan antaranya dirinya dan Gerry.
" Tapi kamu tau kan alasan aku putus sama Putri apa?."
" Tau.. kamu selingkuh kan..!! Oke deh gini aja. Gak harus kamu rebut balik, bikin Elang sakit hati untuk gak terus sama Putri bisa kan?."
Gerry berpikir sejenak..
" Gampang.. Aku bisa bikin mereka putus selamanya.. Elang-Elang.. Gak ada bedanya ternyata, pengecut.."
Gadis tersenyum licik.. Rencananya untuk membuat Putri hancur akan terlaksana, setidaknya nama baiknnya akan tercemar sampai ia tidak bisa menampakan diri lagi di depan publik.
*****
Batam...
" Jadi hubungan kamu gimana sama Elang Put?." Romi membuka pembicaraan saat mereka berdua telah tiba di kantor cabang perusahaan SG. Sebenarnya Romi tahu sebagai sahabat dekatnya Elang, semua hal pribadi yang lelaki itu lakukan bahkan berapa banyak perempuan yang sudah pernah Elang tiduri pun Romi tahu betul.
" Yah.. Begitulah... Tau sendiri kan.."
" Kalo aku jadi kamu.. Aku bakalan pertahanin gak nyerah gitu aja yang Elang mau. Jangan nurutin kemauan orang lain sementara hati kita kesiksa loh.."
" Jadi gitu yah... Aku pikir-pikir dulu deh.."
" Loh ko kaya yang males-malesan gitu sih.."
" Aku udah kehabisan kata kalo harus bahas Elang."
*****
" Putri ..." Gerry menyapa Putri yang dilihatnya tengah berdiri di depan sebuah minimarket saat ia dan Romi hendak membeli beberapa botol minuman segar.
Pekerjaan dari sore sampai malam itu membuat mereka sedikit kelelahan.
" Eh.. Ko ada kamu Gerr..." Putri setengah terkejut, lelaki yang sudah lama tak ia jumpai semenjak mereka putus tiba-tiba muncul dihadapannya.
" Iya.. Aku ada urusan kerjaan aku disini. "
" Oh gitu ya.. Sama aku juga."
" Put.. Boleh gak aku ngobrol bentar aja sama kamu.. Bentar aja!."
"Aduh gimana ya.. Aku gak bisa lama soalnya lagi sama pak Romi beresin kerjaan aku. "
" Janji deh gak bakalan lama... Gimana kalo kita ngobrol disana, bentar aja.." Gerry menunjuk sebuah bar dekat dengan kantor cabang perusahaan SG.
Ada raut kecemasan terlihat di wajah Putri, ingin menolak tapi ia tak mampu untuk mengatakannya.
"Janji sebentar ko Put..."
" Ya udah... ayo.."
__ADS_1
*****
" Ini kan Bar.. Gerr..."
" Iya Bar.. Gak apa-apa ko santai aja.. Kita gak bakalan minum alkohol. Minum juice juga ada.. Kamu gak usah khawatir."
Gerry berpura-pura memesan juice kepada waiters, padahal sebelumnya ia sudah mencampur minuman Putri dengan obat.
" Kenapa ragu? Takut aku masukin obat ya Put.. Ko Curigaan gitu sih.."
" Nggak.. Bukan curiga. Tapi aku gak sreg aja sama tempat kaya gini.." Putri menengok ke kanan dan kirinya, banyak wanita dan laki-laki yang sedang duduk-duduk berduaan dengan mesra ditemani minuman-minuman beralkohol di atas meja. Lalu Putri meneguk segelas juice yang sudah Gerry campur dengan obat.
Tidak butuh lama obat itu bereaksi terhadap pikiran dan tubuh Putri.
" Gerr.. Ko kepalaku tiba-tiba pusing ya.." Ujar Putri sembari memegang kepalanya.
" Kenapa Put.. Kamu gak kenapa-napa?." Gerry berakting seolah ia tidak tahu menahu apa yang sudah diperbuatnya pada Putri.
" Pusing sekali Gerr.. Aku gak bisa jalan."
" Sini.. Biar aku bantu kamu jalan ya. Kita pergi dari sini ya.."
Ketika akan pergi dari Bar dengan merangkul bahu Putri, Elang muncul dari arah pintu masuk bersama Romi.
" Lo mau bawa kemana Putri?."
" Weiii.. Lo ada di sini juga ngapain?."
" Lo lupa kalo Putri tunangan gue.. Berani Lo pegang-pegang dia."
" Heeii.. Sabar dong.. Lo juga lupa ya kalo Lo udah putus dari Putri. Jadi gue juga berhak dong bawa Putri.. Gada hubungan apa-apa tapi bebas ngapa-ngapain.."
" Lang..." Putri setengah tersadar menyebut nama Elang yang dilihatnya samar.
" Sini Put... "Elang merebut paksa Putri dari cengkeraman tangan Gerry lalu
mendudukannya di kursi.
" Gue aneh sama Lo.. Bukannya Lo udah putus lama, nyelingkuhin Putri. Terus ngapain Lo bikin Putri gak sadar gitu.. mau gue tampol muka Lo hah.." Elang sebisa mungkin menahan emosinya.. Tak ingin membuat keributan di depan umum.
" Terserah gue dong.. Mau ngapain tu cewek.. Asal Lo tau ya.. Lo itu dapet bekas gue, bekas pake Lo mau? Jadi rencananya gue mau ajak Putri senang-senang menikmati malam kita berdua."
" ******* LO.... !!!."
Elang sudah tidak bisa menahan diri lagi, ia meninju wajah Gerry berkali-kali sampai wajahnya babak belur.. Gerry pun tak ayal melayangkan beberapa kali pukulan ke wajah Elang sebagai langkah perlawanan diri.
" Selamet Lo kali ini.. Kalo gada orang yang misahin Lo udah mati *******!!." Elang tak henti-hentinya mengumpat tak terima dengan semua perkataan yang ditujukan pada Putri.
" Udah Lang.. Kita bawa Putri dari sini.."Romi berusaha melerai kedua lelaki yang sedang berkelahi itu.
*****
Terimakasih ...
Cukup dukung author cukup dengan memberikan komen, like dan votenya ya..
__ADS_1
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤