
**Haii readers kita ketemu lagi.. Semoga kalian semua dalam keadaan sehat ya..
Selamat membaca 😘😘😘**
*****
" Udah cuma gitu aja?."Wajah Putri menampakan keanehan saat Elang keluar dari kantor proyek pembangunan sebuah apartemen elite di kawasan kota Bogor. Kurang lebih 30 menit Elang dan Putri berada di dalam kantor hanya untuk sebuah penandatangan proyek.
" Iya.. Kenapa? Kaya yang baru pertama kali aja.." Ujarnya saat mereka akan kembali pulang.
" Kalo cuma itu doang kan biasanya nyuruh Romi ato Bima.."
" Kali ini beda.."
" Bedanya?."
" Bedanya kali ini sambil jalan sama Lo.." Elang masih bersikap terlihat cuek dengan beberapa pertanyaan yang Putri lontarkan padanya. Tanpa sadar Putri senyum-senyum sendiri mendengar perkataan Elang.
" Kita udah aja langsung pulang?." Tanya Putri seakan ia tergoda untuk turun dari mobil melihat banyak pedagang makanan di sepanjang jalan Pajajaran Bogor.
" Lo mau makan dimana?." Elang tahu kalau Putri adalah seorang yang hobi makan, melihat ekspresi wajahnya yang tanpa henti memandangi berbagai makanan yang melambai-lambai.
"Mampir dulu yah..." Pinta Putri manja melingkarkan tangannya di lengan Elang.
" Boleh.. Nanti nyari tempat parkir dulu.."
*****
Elang menatap layar ponselnya dengan malas, sedari tadi ponselnya terus berdering saat Elang kembali mengaktifkannya. Nama Gadis tertera di sana, dia sudah menghubunginya sebanyak lebih dari sepuluh kali lebih sejak mereka tiba di sebuah kedai sop duren.
"Siapa, Ko gak di jawab?."
Putri tampak sangat lahap memakan sop duren original dan sop duren avocado yang ia pilih.
"Gadis." Elang membiarkan panggilan yang masuk ke ponselnya.
" Kenapa gak di jawab aja?."
" Lagi sama Lo.. Gak mau ngerusak suasana.."
" Alesan doang.. kalo lagi sendiri aja pasti di jawab.."
" Seriusan.. Ya udah gue jawab ya.."
"Jangan...."
Lelaki itu menahan tawa dengan tingkah laku Putri yang menggemaskan..
" Lo tuh ya.. So jual mahal tapi tetep aja gak rela.."
" Biasa aja kata siapa gak rela.. "
" Ckck.." Elang berdecak dengan watak keras kepala Putri, hampir mirip dengan dirinya.
" Mau?."
" Gak..."
" Ko lo liatin terus.."
" Cuma aneh aja.. Cewek kaya Lo hobi makan banyak tapi gak gemuk-gemuk ya.."
__ADS_1
"Idiiih.. Gue kan rajin olah raga.. Jadi badan gue tetep oke.."
" Niih cobain pasti Lo suka..."Satu sendok penuh di suapi Putri ke dalam mulut Elang secara paksa, otomatis mulut Elang mau tak mau membuka mulutnya dengan lebar.
Awalnya menunjukan rasa tak suka tapi perlahan Elang mulai merasakan sensasi yang beda dari yang dimakannya.
"Kenapa ko kaya yang aneh gitu.. Jangan bilang Lo gak pernah makan duren?." Putri mengerutkan keningnya.
" Belom.. Ini baru pertama kali. Tapi ko enak ya..."
" Hah... Udah segede gini baru pertama kali.. Kemana aja bos.."
" Lo bilang apa?."
" Bos..."
"Dasar Lo.. "Elang mengacak-acak rambut Putri bagian atas sehingga tampak sedikit berantakan..
Hampir 3 jam lebih Elang dan Putri menghabiskan waktu dalam perjalanan pulang ke jakarta, banyak sekali yang ingin Putri beli di sepanjang jalan.. Bukan norak ya.. namanya juga cewek apa-apa yang menarik hati dikit aja langsung gak bisa nahan buat beli..
*****
"Ini cek buat kamu...!!." Seorang perempuan paruh baya yang masih terlihat cantik dengan dandanannya yang elegan melemparkan secarik cek yang berisi nominal uang yang jumlahnya tak sedikit.
" Cek apa ini maksudnya tante..?." Gadis masih tidak mengerti kenapa ia di berikan cek oleh mamanya Elang.
Pagi-pagi sekali mamanya Elang menghubungi Gadis untuk menemuinya di sebuah lobby hotel.
" Saya tidak suka kamu deketin anak saya.. Anak saya sudah bertunangan dengan Putri."
Gadis tertawa sarkas...
"Tante.. Saya tidak mengerti kenapa tante dari dylu tidak suka saya mendekati Elang..." Sorot mata Gadis menyiratkan rasa tidak suka.
" Saya tau apa saja yang anak saya lakukan.. Tindak tanduknya juga. Kalau Putri hanya diam saja, maka saya yang akan bertindak.."
"Oke kita lihat saja.. Siapa yang akan Elang pilih.. Saya atau Putri.. Saya akan berusaha dengan cara apapun. Jadi tante siap-siap saja untuk menerima saya jadi menantu tante.." Gadis beranjak dari tempat duduknya dan segera pergi meninggalkan mamanya Elang tanpa secarik cek yang ditinggalkannya di meja.
" Kurang ajar sekali perempuan licik itu.. !!." Mamanya Elang tidak bisa menahan dirinya untuk terus menggerutu..
*****
" Lang.. Ehmm."
" Gimana ya gue bingung ngomongnya.. "
" Hmm.. Kenapa?." Elang masih terfokus pada jalanan yang ia lalui saat akan berangkat menuju kantor... Jalanan padat merayap.
" Gue ikutan komunitas fotografi di kampus.."
" Hah.. Komunitas fotografi? Kampus? Sejak kapan Lo jadi anak kuliahan lagi.."
" Tuh kan belum apa-apa dia udah tengil kek gitu.. Nyebelin."
" Maksud gue.. gue ikutan komunitas.. Jadi anggotanya bukan cuma cuma anak kuliahan doang, bisa dari luar juga.."
" Ooh.. Kapan mulainya?."
" Hari Sabtu.. Minggu ini.."
Tidak ada respon lanjutan sama sekali dari pembicaraan mereka berdua.. Mustahil bagi Putri untuk membicarakannya lagi dengan seorang lelaki yang kurang peka terhadap keinginannya.
__ADS_1
*****
Elang menyenderkan tubuhnya di kursi kepemimpinannya.. Kepalanya sedikit pusing mengingat beberapa permintaan izin Putri padanya, saat diperjalanan tadi Putri sempat bilang kalau dia akan ikut acara reunian di Puncak Bogor hari kamis besok. Kebetulan hari Jumat ini bertepatan dengan tanggal merah setelah itu dia akan langsung mengikuti komunitas fotografi di kampus..
Kenapa Elang merasa keberatan toh hanya reuni dan ikut komunitas dimana salahnya..
Elang hanya takut kalau Putri bertemu lagi dengan mantan pacarnya sewaktu kuliah sebelum dia berpacaran dengan Gerry. Apa sih yang Elang tidak tahu semua hal tentang Putri.
Kekanak-kanakan? Bukan!!
Cemburu berlebihan?
Atau..
Takut kehilangan dan berpaling ke hati yang lain..
Pikirannya saat itu benar-benar kalut sampai Elang belum memulai sedikitpun pekerjaan yang menumpuk di mejanya untuk ia periksa.
" SIAL...."
"Ko gue bisa kaya gini siih.. Cemburu gak mutu..!!."
"Tok.. Tok.."
" Ya...."
"Pak..."
Mona dengan gayanya yang centil melenggok masuk ke dalam ruangan Elang membuyarkan semua yang ada dipikirannya saat itu.
" Ini ada beberapa usulan buat acara di Batam.. Bapak bisa liat dulu.."
" Oke.. Yang berangkat siapa?."
" Pak Romi.."
" Oh.. Ini draft keuangan? Romi?."
Seketika wajahnya berbinar tidak jelas.. Ada seraut harapan yang tertangkap di wajah tampan itu..
" Oke.. Gada masalah.. Eh bilangin ke Romi, dia dan Putri yang akan ikut.. Acaranya kamis sore kan?."
" Iya pak.. Kamis sore kan. Baik saya akan bilang ke Pak Romi."
*****
" Loh ko gue Lang.. Lo kan tau gue ada acara hari kamis buat reunian."
" Ya gimana perusahaan yang minta Lo berangkat.. "
" Tapi kan izin Lo juga.."
" Ih... Kata siapa gue mah cuma tanda tangan doang.."
Wajah Putri merengut seketika.. Rencana buyar untuk pergi reuni dengan teman-teman kampusnya ke Puncak.
"Hebat kan gue Put.. Akal bulus gue berhasil buat Lo gak jadi berangkat ke acara Lo.."
*****
**Terimakasih buat para pembaca setia..
__ADS_1
Tolong author ya.. Cukup kasih dukungan dengan memberikan komen, like dan vote nya..
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤**