
Elang dan Gio saling bertukar cerita sambil mengingat masa-masa remaja mereka saat di Jakarta. Seorang gadis datang menghampiri Elang dan Gio, rupanya gadis itu mengenal Elang dengan sangat baik.
" Elang Wira Adipati kan?." Gadis muda itu menyapa hangat Elang yang masih terdiam. Elang masih mengingat-ingat siapa gadis yang sedang berdiri disamping mejanya.
" Cluenya adalah pendamping kamu saat pertukaran pelajar.. "
" Ingat?."
" Ya ampun.. Agnes?." Elang seolah tidak percaya Agnes kini berdiri disamping mejanya dengan tampilan yang berbeda. Kalau dulu saat mereka SMA Agnes dikenal karena tomboy tapi kini dia berubah jadi gadis cantik dan feminim
Agnes tersipu malu, ia juga tidak mengira akan kembali bertemu dengan Elang.
" Kalian temenan juga?." Tanya Gio.
" Iya Gi.. Temen SMA dulu.."
" Waahh... jadi Agnes temennya temen saya.. hehe. Kebetulan Lang, Agnes ini langganan di restoran ini hampir tiap minggu bisa sampe tiga kali kesini.."
" Emang kamu tinggal di sini juga nes?."
__ADS_1
" Iya Lang.. Kami sekeluarga pindah lepas aku lulus SMA, ke Jakarta cuma sesekali saja kalo ada bisnis.."
" Bisnis apa Nes?."
" Properti kecil-kecilan sih.." Sahut Agnes sedikit salah tingkah.
" Kalo masalah properti Elang tempatnya Nes.. Elang kan CEO perusahaan properti juga." Timpal Gio.
" Seriusan kamu Lang?."
" Iya Nes.. Bisnis keluarga. Kalo kamu minat dan lagi berkunjung ke Jakarta mampir aja ke kantorku."
" Dengan senang hati.. Oh ya aku minta kontak kamu ya biar gampang nanti.." Agnes mencatatkan nomor ponsel Elang di ponselnya.
Saking asiknya mengobrol seakan sedang reuni, Elang melewatkan beberapa panggilan di ponselnya.
Putri kesal panggilan teleponnya terus saja diabaikan Elang, dari sejak pagi sampai sore suaminya belum juga menampakan batang hidungnya sedikitpun. Tanpa peduli Putri kesepian seorang diri di Villa.
Elang baru tersadar saat Agnes menanyakan perihal istri padanya, lantas Elang segera berpamitan untuk pulang terlebih dahulu karena Putri pasti akan marah padanya.
__ADS_1
Elang pikir Putri akan diam di kamarnya dan duduk menunggui kedatangan dirinya, tapi setelah dicari-cari Putri tidak juga menampakan diri. Bahkan Putri tak meninggalkan pesan apapu, Elang sampai harus bertanya pada reseptionis Villa mengenai keberadaan istrinya.
" Oh istri bapak, nyonya Putri tadi berpesan akan kembali malam. Hanya itu saja pak pesannya.."
" Oke makasih ya.."
" Sama-sama pak.."
Elang kesal kali ini ponsel Putri malah tidak aktif sama sekali.
" Kemana Putri?." Elang melemparkan ponselnya ke tempat tidur. Pikirannya tertuju pada tempat makan yang ingin sekali dikunjungi Putri, tempat makan yang menyajikan hidangan seafood yang terkenal sampai mancanegara dan hanya ada satu-satunya di Bali, alias mereka belum membuka cabang. Bergegaslah Elang ke tempat itu, kebetulan tempatnya juga tidak terlalu jauh dari Villa.
Sampai disana Elang mencari keseluruh penjuru tempat itu, pengunjung diharuskan memberikan identitas diri dan diberikan tempat khusus. Kalau untuk keluarga dan pasangan tempat ini sangat cocok sekali, punya privacy sendiri.
Elang menanyakan apakah pengunjung yang beranama Putri Dwi Sasongko sedang memesan tempat disana dan memberitahukan bahwa ia adalah suaminya. Waitress kemudian mengantarkan Elang pada tempat yang dipesan Putri.
Elang melihat Putri sedang lahap menyantap makanannya sendiri tanpa memperdulikan jikalau suaminya sedang berdiri menatap tajam kearahnya.
*****
__ADS_1
Haii Ganks.. Maaf ya up nya lama, kalau di dunia nyata beginilah banyak kesibukannya. Semoga kedepannya bisa lancar kembali ya..
Jangan lupa berikan dukungan kalian dengan menambahkan komen, like dan votenya ya.. Thanks 😚