ROMANSA Sang PLAYBOY

ROMANSA Sang PLAYBOY
R#Tarik Ulur


__ADS_3

Haii Ganks...


😘😘😘


*****


Putri menyenderkan tubuhnya pada sofa besar di ruangan tengah apartemen itu sembari memegang segelas mango kesukaannya, wajahnya datar tanpa senyuman sedikitpun.


Sementara di seberang depan sofa, Elang melemparkan senyumannya pada wanita yang ada di depannya..


Namun tak ada balasan sedikitpun.. Putri masih menyimpan kekecewaannya saat Elang menyetubuhinya dengan paksa..


Wanita butuh kelembutan dan belaian kasih sayang.. Bukan paksaan


Paksaan hanya akan menyakitkan bukan malah memberi kenikmatan..


Wahai para lelaki ingat itu..!!


" Lo masih marah?." Elang menunjukan rasa bersalahnya dengan beringsut duduk di sebelah Putri.


" Put.. Jangan diem aja dong!."


" lagi gak pengen ngomong.. Males." Akhirnya Putri mau mengeluarkan suaranya.


" Iya gue ngaku salah.. Salah banget udah ngelakuin itu ma Lo.."


Putri menjauhkan tangan Elang saat lelaki itu menyentuh wajah halusnya.


" Lo tarik ulur hati gue Lang..."


Seketika wajah Elang menatap Putri dengan perasaan bersalah.


" Kemarin Lo ngakhirin hubungan kita, sekarang Lo baik-baikin gue tanpa ada rasa salah.. Besok apa lagi.. ?." Ditaruhnya gelas yang berada di genggaman Putri ke atas meja.


" Gue tau ko Put, apa yang gue lakuin salah. Yang tau hati gue ya cuma gue, gue cuma minta waktu.. Buat selesein semua kegilaan ini.. Percaya hati gue cuma buat Lo.." Elang menarik tangan Putri untuk ia genggam kemudian diciumnya berkali-kali.


GILLAA!! Emang ini gila... Baru pertama kali Elang bisa tunduk pada seorang wanita bernama Putri. Hatinya bisa luluh lantah.. Dimana gunung es yang dulu tak kan mencair sedikitpun karena wanita??


Cinta emang bisa segila ini!!.


Putri mengempaskan tangannya dari genggaman Elang.


" Gue gak percaya lagi.."


" Kasih gue waktu Put.. Demi kita demi semua."


"Lo gak tau cerita sebenarnya gimana.. Ada satu hal tentang Gadis, dan itu yang bikin gue belum bisa lepas dari dia.. Bukan karena perasaan gue tapi ada hal lain.."


Putri membuang wajahnya ke samping.. Pertanda ia tak ingin membicarakan sosok wanita yang membuatnya di posisi sekarang.


" Put.. Please percaya ma gue.." Elang menarik paksa tangan Putri dan menyimpan di dadanya..


" Gue gak berniat nyakitin hati Lo.. Tapi emang karena gue bingung, gue kejepit di antara masalah yang gue hadepin.. "


" Kalo gue gada perasaan ma Lo.. Putus ya putus aja. Gue gak mungkin nyuru Lo masih ma gue.. Dengan alesan orang tua kita.. Kalo gue udah gada rasa ma Lo, udah aja gue gak bakalan peduliin siapapun. "


Elang masih berusaha terus meyakinkan hati Putri dan merebutnya kembali..

__ADS_1


Apa yang ia katakan memang jujur dari hati yang paling dalam.. Setidaknya Putri memberi peran penting bagi perubahan watak Elang.


Elang mengambil satu batang rokok dari bungkusnya dan menyalakannya dengan korek.


"Udah.. Jangan ngerokok!!."


Elang tersenyum kecil.. Ia tahu Putri masih perhatian denganya.. Buktinya ngapain Putri melarangnya merokok..


Kalian berdua itu ya.. Emang pasangan membingungkan.. ckck.


" Lo perhatian ya ma gue?."


"Iiidiih.. Siapa yang perhatian ma Lo.."Putri dengan matanya yang melotot.. Ekspresinya sangat lucu saat tertangkap basah menunjukan rasa pedulinya pada seorang Elang.


"Itu.. Lo nyuruh gue jangan ngerokok.. Apa hayo kalo bukan perhatian.."


" Itu mah karena asepnya aja nanti bikin polusi.. Bukan karena gue perhatian ma Lo."


" Sama aja..."


"Beda...!!."


" Sama..."


" Ting tong...."Suara bel apartemen menghentikan perselisihan di antara mereka.


" Gue aja yang buka.." Elang segera berdiri dari sofa dan membuka pintu apartemennya.


" Ma...." Mamanya Elang berdiri di depan pintu dengan memasang senyuman manisnya lalu dengan santainya masuk ke dalam.


" Tante..." Pekik Putri saat melihat calon mertuanya itu masuk.


" Elang.. Nih taro." Bingkisan besar yang dibawa mamanya Elang.


" Aduh.. Pinggang mama kerasa lagi nih.." Mamanya Elang mendudukan dirinya di sofa sebelah Putri.


"Mama sih padahal bilang kalo mau kesini.. Elang bisa bawain bingkisan yang segitu banyaknya.."


"Itu apa aja sih ma?."


" Itu banyak makanan yang mama bawa, sengaja mama bikin sendiri di rumah, buat kalian berdua.."


Putri tersenyum kecil lantas ia segera membuatkan minuman untuk sang calon mertua.


"Tante.. Ini di minum dulu.." Ujarnya kemudian menyodorkan segelas teh hangat manis.


" Makasih.. Gak usah repot-repot. Lagian mama kesini cuma pengen ketemu kalian aja.. Apalagi anak tante itu tuh.. Udah jarang banget pulang ke rumah.. "


" Lagi sibuk banget ma di kantor.." Tukas Elang menimpali cuapan mamanya itu.


"Eh.. Gimana kabar pak Sasongko sekarang?


Kemarin lusa tante udah jenguk di Rumah Sakit... "


"Papa sekarang udah mendingan.. Tadi siang udah pulang ke rumah. Putri enggak ikutan jemput.. Tadi siang di kantor ada sesuatu yang mendadak."Matanya ia arahkan pada Elang..


Elang tahu Putri tengah memberinya kode saat tadi siang dengan kedatangan Gadis ke kantornya.

__ADS_1


" Put.. Kalian lebih baik nih dari sekarang segera siapin persiapannya?."


" Persiapan apa ma?." Elang menyela.


" Pernikahan kalian..."


Mata Elang dan Putri saling bertautan..


*****


Satu jam setelah kepulangan mamanya Elang.


"Denger sendiri kan mama Lo bilang apa?."


" Makanya Lo bilang aja hubungan kita sekarang gimana Lang..!!."


"GAK...!!."


Putri mendelik..


" Gue punya rencana sendiri.. Biarin aja dulu seperti ini. Gue minta ma Lo.. Apa Lo juga gak mau pertahanin hubungan kita?."


Putri tersenyum sinis..


" Pertahanin? Mertahanin saat Lo menyudahi.. Apa gak kedengeran lucu?."


" Put.. Udah dong. Dengerin gue!!." Elang mengapit wajah Putri dengan kedua tangannya.


"Asal Lo tau.. Gue gak cinta sama Gadis. Dia sakit, dia menderita leukimia.. Walaupun belum ke stadium lanjut tapi kalo dia drop akan membuat penyakitnya berkembang ganas. Dan Lo tau saat minggu kemarin gue lari ninggalin Lo cepet-cepet ke Rumah Sakit? Gadis nyoba bunuh diri.."


Putri menghela nafasnya.. Satu dua tiga kali.. Berpikir sejenak.


" Jadi itu yang membuat Lo gak bisa lepasin dia?."


"Untuk sekarang ini iya.."


" Kasian dia Lang.. Lo gak boleh lepasin dia. Gue yang ngalah buat hubungan kalian."


Akhirnya kata-kata itu meluncur tepat sesuai dugaan Elang.. Putri bukan seorang yang tega, ia akan mengalah demi perasaan orang lain. Ia akan melepaskan sesuatunya yang berharga demi orang lain bahagia.. Itu alasan Elang tidak memberitahu sedikit pun tentang Gadis.


" Gue gak bisa ngejalin hubungan tanpa cinta..."


Putri mengangkat wajahnya pada lelaki yang ada di hadapannya..


"Dulu aja kita dijodohin tanpa ada rasa cinta.."


" Kata siapa?."


" Kata gue.."


Putri beranjak ke dapur.. Mengambil segelas air lalu diteguknya habis.. Tenggorokannya serasa kering. Dari tadi perselisihan dengan Elang belum menemukan titik temu.


Setidaknya salah satu dari mereka ada yang mengalah.. Mengalah untuk CINTA.


*****


**Makasih yang sudah setia membaca ceritanya..

__ADS_1


Tetap berikan dukunga kalian cukup dengan memberikan komen, like dan votenya ya..


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤**


__ADS_2