ROMANSA Sang PLAYBOY

ROMANSA Sang PLAYBOY
R# Meeting Audit Keuangan


__ADS_3

"Kenapa Elang peduli ma gue,, padahal dia gak perlu serepot ini.."


Putri memperhatikan Elang yang duduk di sampingnya, sedang tampak fokus menyetir.


" Lang.. "


"Hmm..."


" Lo ga papa nganterin gue malem-malem gini?."


" Santai aja Put.. Lo ngelakuin hal besar buat gue, kenapa gue gak bisa ngelakuin hal kecil buat Lo.."


" Put.. Semua yang gue lakuin buat Lo semata-mata karna gue setidaknya tanggungjawab ma Lo.. Dan gue minta Lo jangan salah paham ma gue, jangan jatuh cinta ma gue..!"


" Jatuh cinta ma Lo?."


" Iyaa.. Kalo perhatian gue berlebih buat Lo.. Lo jangan salah ngertiin."


" Pede banget Lo..."


" Hahahaha....." Elang tertawa keras melihat ekspresi wajah Putri.


" Ngomong-ngomong gimana Gerry?."


" Marah..." Jawab Putri singkat.


" Normal sih..."


Malam itu Elang mengantarkan Putri hanya sampai gerbang pintu rumahnya. Orang-orang rumah semuanya sudah beristirahat, jadi Putri bisa dengan santai istirahat tanpa ada pertanyaan dari mamanya yang super bawel itu.


*****


Jam 7.00


Sarapan Bersama...


" Malem pulang larut udah dari mana?." Papanya Putri bertanya pada Putri yang sedang menikmati sarapan nasi gorengnya..


" Mm.. Itu nonton sama Elang Pa.. Kebagian tiketnya malem.." Jawab Putri sekenanya.


" Ooh.. Abis nonton. Pantesan aja mama nelponin nggak di jawab terus.. Takut keganggu dia Pa..."


" Anak muda.. zaman sekarang emang gitu Ma.. "Timpal papanya..


" Elang enggak jemput kamu Put?." Tanya mamanya lagi.


"Nggak.. kata Elang tadi malem, dia pagi ini harus ke Bandung, ketemu kline sekalian ngontrol tempat baru di sana."


" Oh.. Ya udah kalo gitu kamu di anter Mang Diman aja ya berangkatnya..?."


"Putri udah pesen taksi kok.. Bentar lagi juga nyampe.


" Kamu berangkat sendiri aja, mobil kamu kan ada nganggur tuh.."


" Males Pa.. "


"Tin...Tin.."

__ADS_1


" Tuh Taksinya udah dateng, Putri berangkat dulu ya..." Putri mencium pipi Papa dan Mamanya itu secara bergantian...


Ketika diperjalanan Putri mendapat pesan chat dari Elang. Putri harus ikut rapat direksi membahas tentang rencana pengembangan sektor baru dan juga tentang audit keuangan perusahaan bulan itu.


Sesampainya di kantor Putri segera menyiapkan beberapa dokumen untuk rapat yang akan di adakan 1 jam lagi.


" Put.. Dipanggil pak Romi.."


Susan menyampaikan pesan dari Romi, manager keuangan di perusahaan G.


"Pak Romi?."


" Iya.. pak Romi, manager keuangan kita. Ruangannya tuh.. Di depan ruangan bu Dina."


" Oh.. iya deh aku sekarang kesana..."


Tak lama Putri segera menemui Romi di ruangannya.


"Pak..."


"Eh Put.. Masuk.."


" Pak Romi manggil saya?."


" Iya.. Romi nyuruh aku buat ngasih ini.. Ini draft audit keuangan kita bulan ini. Romi minta audit di adaian satu bulan sekali itu untuk meminimalisir kesalahan yang ada.


Putri ragu-ragu untuk menerima draft yang disodorkan Romi.


" Ko saya yang terima ini ya pak..."


" Kan kamu yang presentasi hari ini..."


"Ini perintah Elang.. Masa kamu mau nolak perintah calon suamimu sendiri.."


Putri cengo...


" Aku tau ko Put.. Elang itu sahabatku. Jadi kamu gak usah khawatir.. Aman.."


Romi seperti tahu ekspresi wajah yang ditunjukan Putri, jangan sampai ada yang tahu dirinya akan bertunangan dengan CEO perusahaan itu.


"Ya udah pak.. Saya pelajari dulu ya draft ini...


" Oke.. Nanti ditunggu di ruang meeting ya..."


Putri membuka-buka draft audit keuangan bulan itu, mempelajarinya dan merevisi bagian yang dirasa ada kejanggalannya.


" Perusahaan segede gini.. Gimana bisa ada salah sih.. Banyak lagi.. Siapa sih ini yang bikinnya."


Putri tampak mencoret-coret bagian yang salah di draft itu.


Meeting akhirnya di mulai dengan beberapa hal yang disampaikan perwakilan dewan direksi, kemudian giliran bagian keuangan untuk menyampaikan hasil auditnya saat itu.


"Put, silahkan..."Romi menyuruh Putri untuk segera maju mempresentasikan audit keuangan bulan itu.


" Pak.. ko staff baru yang maju.." Dina tampak keberatan.


"Pengen liat aja kinerja nya bagus apa nggak.."

__ADS_1


Dina diam tak banyak bicara.


Ketika Putri menyampaikan hasil auditnya, Putri menjelaskan dia mendapati beberapa kejanggalan bulan itu, dan juga Putri membandingkan audit dari bulan kemarin tidak jauh berbeda.


"Disini terdapat kesalahan yang sangat banyak dan perlu direvisi ..."


Dewan direksi berbisik-bisik dengan apa yang disampaikan Putri saat itu. Termasuk Romi, Romi tahu kalau dalam draft itu banyak kesalahan, disisi lain ingin menguji kemampuan Putri dan disisi lain ingin membuat jera kepala divisi keuangan yang setidaknya bertanggung jawab dalam menyusun draft audit itu.


Dina merasa tersudutkan dengan beberapa pernyataan Putri saat itu. Wajahnya semakin memerah tak kala Putri menyatakan ada kejanggalan dalam keuangan perusahaan.


Dina semakin membenci Putri yang sedikit-demi sedikit mendapat perhatian dari orang-orang diperusahaan.


Meeting selesai.. Putri dipanggil secara pribadi keruangan Romi.


Putri duduk berhadapan dengan Romi.


" Put, Aku sengaja kamu nyampein beberapa kesalahan dari audit itu. Dan dugannmu tepat, ada orang yang ingin berbuat culas di perusahaan kita. Gak salah Elang menyuruhmu untuk ikut terlibat dalam rapat."


" Saya menjalankan kewajiban saya aja pak.. Tapi ko banyak banget ya kesalahannya. Kenapa perusahaan tidak gerak cepat."


" Perusahaan udah tahu ko.. Elang itu orangnya perfectionis.. Kesalahan kecil aja dia tahu. Lagi pula sebagai manager keuangan aku juga gak bakalan tinggal diam. "


" Dan kamu bisa kan merevisi yang salahnya.."Tambah Romi lagi.


" Oh iya pak.. Baik saya kerjakan sekarang ya .."


" Okee.. Silahkan.."


Hari itu Putri mendapatkan pangakuan dan pencapaian yang bagus dalam kariernya, jadi staff baru tak menyurutkan Putri untuk diam ditempat. Hal-hal yang menurutnya salah akan di kritiknya sampai benar. Itu menjadi nilai plus bagi seorang Putri. Gadis manja tapi profesional dalam bekerja.


"Put, katanya kamu tadi presentasi ya di depan direksi??" Tanya Susan di sela-sela makan siangnya.


" Hmm.."


"Iih hebat, biasanya pak Romi atau pak Elang gak bakalan ngajakin orang sembarangan untuk perwakilan presentasi tiap divisi..


"Berarti kamu hebat Put.."


"Biasanya aja San..."


" Gimana rencana pertunanganmu..."


"Uhuuk..." Putri tiba-tiba keselek makanan yang dimakannya. Putri hampir lupa kalau besok malam adalah acara pertunangannya dengan Elang.


"Gimana besok malem aja.. hehe."


" Iih ini mah gimana sih, yang punya hajat tapi kaya yang ogah-ogahan gitu."


" Aku nurutin Elang aja.. "


" Oh gitu... "


" Drtt.. drtt.." Ponsel Putri bergetar menerima panggilan dari Elang.


" Put, hari ini gue pulang malem. Lo langsung pulang aja ya. Gue udah nyuruh orang ko ke darmawangsa buat ngecek gedung dan lain-lain."


" Bagus deh kalo gitu.. "

__ADS_1


" Oh ya gue udah nyuruh Astrid buat nyebar undangan pertunangan kita..Ya udah gue tutup ya telponnya. ."


"Hah... Undangan ... Di sebar...??"


__ADS_2