
Jam 8 malam Putri baru kembali ke kamar hotelnya. Perkataan Sonya masih saja terus terngiang di telinganya membuat pikirannya semakin kacau. Tadi siang entah dari mana ia mendapatkan kekuatan untuk mengatakan pisah pada Elang. Hal yang paling terlarang untuk diucapkan. Tapi ketika sebuah penghianatan dilakukan maka tidak ada lagi yang harus dipertahankan.
Dalam hatinya Elang sudah membuat hidupnya berantakan dan sekarang bagaimana caranya untuk keluar dari bayang-bayang lelaki itu.
Semua kebaikan akan terhapus karena sebuah kesalahan.
" Aarrgghh..." Erang Putri melihat dirinya sendiri di depan cermin.
Wajahnya semraut dan rambutnya berantakan, menggambarkan hubungannya kini. Ia menangis pilu, dadanya sesak. Apa harus ia mempertahankan rumah tangganya setelah ada orang ke tiga.
" *Haruskah aku percaya padanya?."
" Haruskah aku tidak mendengarkan perkataan orang tentangnya?."
" Yang ku tahu adalah yang aku lihat*." Gumamnya lirih.
Di waktu yang sama Elang juga meratapi kesalahan dan kebodohannya. Mengingat apa yang dikatakan Putri untuk berpisah dengannya.
__ADS_1
Mengambil ponselnya dan melihat-lihat foto mereka berdua, Elang tersenyum-senyum sendiri. Ia melihat ada satu foto saat Putri tertidur pulas bersama dirinya hanya dibalut selimut saat sudah mereguk kenikmatan bersama. Dalam foto itu Putri tampak polos, tidur dengan kepala di atas dada Elang.
Putri juga belum tahu kalau Elang diam-diam memgambil foto itu, Terpikir olehnya untuk mengirimkannya pada Putri. Hanya mengingatkan bahwa untuk bersama dalam pernikahannya kini butuh perjuangan. Dulu kisah percintaan mereka tidak semulus yang dibayangkan.
Bibirnya tersenyum tak kala menerima gambar foto yang dikirimkan Elang padanya, wajahnya memerah merasa seperti Elang sedang berada di dekatnya saat ini. Tapi melihat gambar itu membuat pikirannya melayang pada sosok Sonya, memikirkan saat melihat suaminya hanya ditutupi selimut saja seperti dirinya dalam gambar foto itu. Putri terkulai lemas, kedua tangannya memeluk kakinya dan membenamkan wajahnya di sana. Berharap gelap segera terang seperti hatinya.
***
Tanpa sadar Mike terjebak dalam permainan Sonya, ia tidak punya pilihan lain untuk menyelamatkan rumah tangga Putri dengan kembali pada Sonya. Tapi mengingat sosok licik Sonya membuatnya kembali ragu. Sonya bukan wanita baik-baik, dia bisa menghalalkan segala cara untuk mewujudkan semua keinginannya.
Apa harus ia masuk ke dalam suatu hubungan yang bermasalah? Menjadi orang ketiga. Apa bedanya ia dengan Sonya. Menghalalkan segala cara!
Mike pun dilema di sisi lain ia tidak bisa membohongi perasaannya tapi di sisi lain hatinya tidak tahan melihat wanita pujaannya tersakiti. Walaupun kembali dengan Sonya bukan jalan yang bagus tapi apa boleh buat...
Mike mendengar di kamar Putri persis di depan kamarnya berada terdengar jeritan tambah keras, Mike segera berlari menuju kamar Putri saat ini juga, mengetuk kamar Putri tiada henti berharap ada yang membukakan pintu itu dengan segera.
Putri bangkit meraih handle pintu dan membukanya, di sana sudah ada Mike berdiri sangat cemas melihat kondisinya. Refleks Mike menarik tubuh Putri dan memeluknya erat.
__ADS_1
" Kamu tidak kenapa-napa kan?."
Putri hanya diam menyaksikan perubahan sikap Mike yang tidak biasa padanya. Baru kali ini Mike memeluknya seperti itu.
" Aku baik-baik saja Mike, jangan khawatir." Ucap Putri melepaskan dirinya dari pelukan Mike.
" Syukurlah... Aku takut kamu tidak kembali. Kamu menangis lagi?." Imbuh Mike melihat mata Putri sembab.
Kini giliran Putri yang menghambur dalam pelukan Mike dan menangis sejadi-jadinya.
" Aku ingin berpisah Mike.. Aku ingin berpisah mengakhiri rumah tangga kami, Mungkin cinta kami hanya cukup sampai di sini." Mike terperanjat mendengar pengakuan Putri.
Apa Mike harus senang atau ia ikut bersedih?
***
Jangan bosan-bosan ya dukung author 🙏
__ADS_1