
"Pa.. Ini ada undangan buat jamuan makan malam.. Peresmian kantor baru dari rekanan bisnis kita.." Mona menyodorkan 1 undangan untuk CEO perusahaan SG.
Elang mengambilnya dan membaca isi undangannya itu.
"Malam ini?."
" Iya pa.. Malam ini."
"Ya udah makasih ya.."
Mona hanya terdiam melihat Elang melanjutkan pekerjaannya.
"Lang.. " Kali ini Mona berani hanya menyebut nama Elang karena Romi sudah kembali ke ruangannya.
" Hmm.. Kenapa?." Elang mendongakan kepalanya pada Mona yang sedang berdiri di hadapannya.
"Kamu nggak ngajakin aku pergi ke acara jamuan nanti malem?."
" Kan ada Putri.. Nanti kalau Putri marah gimana.." Jawab Elang santai.
" Putri lagi Putri lagi... Gimana sih. Bukannya kalian hanya sandiwara?."
Elang menghentikan pekerjaannya sejenak setelah mendengar penuturan Mona.
" Mon... Putri calon istri aku, kami sudah sepakat buat serius. Jadi gak ada alesan buat aku untuk nyakitin dia.. Aku sayang sama dia. Jadi aku harap kamu ngerti posisi kamu.."
Wajah Mona memerah seketika.. Malu campur marah ditahannya menjadi satu. Lalu Mona keluar dari ruangannya Elang dengan cepat.
Jam makan siang...
" Ini makanan segini banyaknya dari mana?." Tanya Elang tak kala Putri membuka beberapa tempat makanan.
" Mama kamu.. Tadi dibawain sama supir kamu. Katanya buat kita makan siang biar gak harus keluar." Putri tampak senang melihat beberapa macam makanan tersaji di ruangan Elang.
" Tuh kurang baik gimana coba calon mertua Lo, mau masakin segitu banyaknya.. "
Putri menoleh ke arah Elang yang duduk di sebelahnya..
" Maksudnya apa?."
" Iya maksudnya Lo harus baik juga sama gue,, jangan marah-marah terus.."
" Iiihh..."Putri mencubit perut Elang berkali-kali.
" Lo tuh yang harusnya baik ma gue, jangan mata keranjang.."
"Hahaha.. Sadis banget sih omongan Lo.."
" Biarin..."
" Udah ah... cepet makan ntar keburu dingin." Tambah Putri lagi.
Beberapa menit kemudian
Setelah makan siang..
"Lang.. Pa Bima kemana?."
" Dia lagi ke Jepang.. Gantiin gue."
" Buat?."
" Tanda tangan kontrak kerjasama sama klien.."
Elang seraya mengepulkan asap rokoknya.
" Ko bukan Lo yang berangkat?."
" Gak mau ninggalin Lo.."
__ADS_1
Putri tersenyum simpul..
" Sebegitu kangennya ya Lo ma gue..."
Elang mengangguk..
" Ya udah gue lanjut kerja lagi ya.."Ujar Putri sesaat kemudian.
"Eh Put.. Ntar malem kita ada jamuan makan malem.. Ikut ya.. "
" Kita nyari baju langsung pulang kantor.." Tambah Elang kemudian.
" Boleh..."
*****
" Eh.. Elang ya.." Seorang perempuan muda menghampiri Elang yang tengah berjalan di lorong hotel bersama Putri.
Elang tertegun sejenak.. Mencoba mengingat perempuan itu.
" Oh putri pa Willy ya?."
" Iya.. Apa kabarnya?." Tanya perempuan tadi dengan mencium pipi Elang.
Elang berusaha menghindar tapi tanggung. Putri seketika membuang muka.
"Kesini sama siapa?."
" Ini tunangan saya.."
" Oh ini tunangannya.. Maaf waktu itu gak dateng..."
"Maaf ya.. Kirain sekretarisnya."Ujar perempuan itu pada Putri.
"Ya udah lanjut aja ya ngobrolnya.. Saya duluan.. Mari mbak.." Putri melengos dengan kesal.
" Sorry ya duluan.." Elang pun berusaha menyusul Putri yang tengah marah.
" Jangan marah dong.. gue gak tau bakalan papasan sama dia.. Lagian gada hubungan papa."
" Ya udah kalo gada hubungan papa.. Napa mesti ngejelasin ke gue.."
" Ya Lo keliatan marah.."
"Gimana gak marah ada cewek nyium pipi cowok gue.. Di depan gue lagi."
" Ya udah gue minta maaf.. Udah ya.. Tuh liat banyak tamu gak enak.. Yang tadi tu anaknya yang punya acara ini.."
"Gue gak peduli.. "Timpal Putri masih dengan nada marahnya.
" Pa Elang.. Saya kira nggak dateng.." Sapa Pa Willy dari arah belakang.
" Pa Willly.. Pa kabaranya.. Senang bertemu anda."
" Baik.. Baik.. " Mereka berdua berjabat tangan dengan erat.
"Ini calon istrinya pa Elang ya.. Putrinya pa Sasongko?." Tanya pa Willy pada Putri.
Putri tersenyum ramah dan menundukan kepalanya sedikit.
" Wah.. Kalo ini baru kerajaan bisnis keluarga.. Wira Adipati sama Sasongko.. "
Mereka tergelak bersama-sama...
" Kalau begitu nikmati ya acaranya.. Saya menyambut tamu yang lain.."
" Oh Silahkan.. Silahkan.." Timpal Elang dan Putri.
*****
__ADS_1
Seorang perempuan tengah berdiri menghadap ke luar jendela ruangan CEO.. Jarinya menyentuh kaca jendela, bibirnya tersenyum penuh dengan kebahagiaan.
Pakaiannya modis dengan heels yang dipakainya mampu membuat perempuan itu terlihat cantik.
"Siapa?." Tanya Elang pada perempuan asing di ruangannya itu.
Perempuan itu seketika berbalik.. Tahu bahwa Elang akan datang pagi hari itu..
" Gadis...." Elang tak percaya bahwa perempuan yang bernama Gadis berada tepat dihadapannya. Menyambutnya dengan pelukan hangat.
" Elang.. Aku kangen banget.."
" Sama... Kapan kamu tiba??"
" Baru aja.. Langsung dateng kesini.." Gadis menempelkan tubuhnya di dada Elang.
" Ayo duduk... Sini.." Elang menyuruh Gadis untuk duduk di sofanya.
Gadis sahabat dekat Elang ketika mereka sama-sama kuliah di Luar negeri. Kedatangannya kali ini hanya untuk bertemu dengan Elang. Meminta sebuah janji untuk Elang tepati.
" Pagi-pagi banget nyampenya?."
" Iya sengaja ...Keberangkatan malem dari sana."
" Kamu hari ini sibuk?."Tanya Gadis kemudian.
"Hari ini..."Elang mencoba mengingat agendanya hari itu.
"Kayaknya gak deh.. Kenapa?."
" Mau minta kamu nemenin aku.. Ya bisa ya.."Rengek Gadis.
"Iya boleh aja.."Elang tak sampai hati untuk menolak keinginan Gadis.
"Ya udah aku beresin kerjaan kemaren dikit.. Abis itu kita berangkat ya.."
" Oke.. Aku tunggu disini aja ya.."
Elang mengangguk...
Elang tidak menyadari kalau kedatangan Gadis saat itu adalah awal permasalahannya dengan Putri..
Satu jam kemudian..
" Udah selesai.. ?." Tanya Gadis melihat Elang memakai jas nya kembali.
" Udah.. Ayo.."
Gadis merasa senang mendapat perlakuan yang sama saat mereka kuliah dulu. Perlakuan Elang padanya tidak berubah sedikitpun..
Mona tersenyum sinis melihat Elang dan Gadis berjalan beriringan.. Pikirannya hal itu akan menjadi kejutan untuk Putri, Mona memanfaatkan kesempatan itu untuk merusak hubungan Elang dan Putri.
Kesibukan Putri hari itu membuatnya sedikit lupa pada Elang.. Sampai-sampai Putri tidak menyadari kalau Elang telah pergi dengan Gadis.
Mengambil Ponselnya kemudian menghubungi Elang.
" Ko gak di jawab-jawab tumben.."Gumam Putri.
Putri berinisiatif untuk mendatangi ruangan Elang.. Mona dengan gerak cepat menjalankan akal bulusnya untuk membuat hubungan mereka bermasalah.
"Lo nyari Elang?."
" Iya.. Ponselnya ketinggalan."Putri mengambil Ponsel Elang dan memasukan ke dalam saku blezernya.
" Iyalah.. Pasti sengaja di tinggal.. Gak mau diganggu kali.." Mona mulai melancarkan aksinya..
" Maksud Lo?."
"Tadi Elang pergi sama cewek.. pagi-pagi.. Baru juga dateng langsung pergi lagi.."
__ADS_1
Putri menarik nafas panjang. Walaupun kesal mendengar perkataan Mona, tapi Putri tidak menunjukannya secara langsung. Putri memilih untuk menunggu Elang kembali.. Pikirnya pasti saat makan siang Elang sudah akan datang.