
Susan sedang bersiap-siap saat sore tadi menerima kabar dari Elang untuk membawa Putri ke sebuah caffee Glass, tidak salah pilihan Elang memilih caffee romantis di tengah perkotaan. Setelah memilih alasan tepat untuk mengajak Putri sekedar menghabiskan akhir pekan bersama sambil menyaksikan penyanyi kesukaannya.
"Yang bener ada Samsons San?."Tanya Putri saat mereka tiba di depan caffee Glass.
"Seriusan katanya ada Samsons, aku dapat kabar dari temen. Kamu suka kan sama mereka?."
"Suka banget!."Ungkapnya antusias sekali sambil membenarkan dress yang ia kenakan sore hari ini. Tadinya Putri berencana untuk menemui Elang selepas mengetahui kebenarannya dari mulut Sonya sendiri. Tapi karena mama Rita bilang Elang sedang keluar rumah akhirnya Putri mengurungkan niatnya.
Suasana di dalam Caffee cukup ramai, Putri dan Susan baru pertama kalinya ke sana. Suasananya memang terasa nyaman dan romantis bagi pasangan. Walaupun banyak sekumpulan-sekumpulan anak muda lainnya.
Susan memilihkan tempat di paling depan berkilah agar bisa melihat jelas penyanyi kesukaan Putri.
Seorang waiters membawakan menu dan mereka berdua segera memilih makanan yang tertera di sana.
"Aku pilih cheesecake sama latte aja ya, kamu pilih apa san?."
"Aku Red velvet sama latte."Ujar Susan ramah kemudian kembali menyerahkan buku menu pada waiters tadi.
Putri berbincang sesekali diiringi tawa seperti kesedihan sudah hilang dari wajahnya.
"Kamu terlihat senang sekarang. Apa masalahnya sudah selesai?."
"Iya, aku senang karena masalahnya selesai. Tapi aku belum bertemu suamiku, aku merasa sangat bersalah padanya."Sesalnya dengan mengedarkan tatapan kosong.
Makanan yang dipesan datang dan mereka mencicipinya perlahan. Mulai terlihat persiapan di atas panggung kecil di dalam caffee ini, kursi dan juga microphone sudah dipersiapkan.
__ADS_1
"Tuh kan apa kataku Put, Samsonsnya ada kan. Tadi aku lihat loh penyinya lewat." Ucap Susan.
"Siapa penyanyinya lupa lagi?."Imbuh Susan lagi hanya ingin tahu seberapa besar pengetahuan Putri tentang band kesukaannya.
Putri menggeleng
"Yah masa gak tahu sama penyanyinya."Ledek Susan menyeringai.
"Emang kamu tahu?."Tanya Putri balik.
"Gak tahu."Polos Susan yang akhirnya mendapatkan cubitan bertubi-tubi dari Putri.
Saat riuh suasana dalam caffee, lampu dalam caffee ini dimatikan sebentar. Mulai terdengar petikan gitar mengalun indah dan suara merdu mulai terdengar menyanyikan lagu Samsons, di Ujung Jalan.
🎤🎵"Di ujung jalan ini aku menunggumu, aku menantimu,
Alunan denting suara hati mengulas kembali jejak yang telah lalu."
Seketika Putri terhenyak saat mendengar suara yang tidak asing lagi di telinganya. Wajahnya merah merona saat lampu kembali dinyalakan.
"Ini lagu untukmu yang memakai dress putih duduk paling depan.. Nyonya Elang Wira Adipati."
Elang menatapnya sambil memainkan gitar dan bernyanyi indah. Penampilannya sangat cool, gayanya khas seperti anak band. Dulu saat kuliah S1 Elang pernah grup band sendiri jadi wajar saja kalau dia terlihat sangat mahir dan tidak gugup.
Putri mulai salah tingkah saat lagu selesai dinyanyikan. Elang menghampiri mejanya dan menggiring Putri untuk naik dengannya ke atas panggung.
__ADS_1
Gaya opa-opa korea di serial drama korea sangat terasa sampai ada beberapa pengunjung wanita dan beberapa remaja melihat mereka berdua dengan antusias ingin melihat apa yang selanjutnya terjadi.
"Apa yang kamu lakukan Lang? Aku malu."Bisik Putri dengan tangan berkeringat dingin.
"Pertama aku ingin mengucapkan rasa terimakasih pada manager caffee karena sudah memberikan waktu dan panggung ini pada ku. Dan untukmu istriku, ini persembahan laguku untukmu. Aku tahu kamu sangat suka sekali dengan lagu ini apalagi bandnya dan apa kamu ingat tentang lagu ini dulu sebelum kita menikah?."Ucap Elang dengan tangan kirinya memegang mic dan satunya lagi memegang tangan Putri.
Putri menggeleng tidak mengingat sama sekali tentang lagu ini.
"Biar aku ingatkan kembali, lagu ini adalah lagu dimana kita pernah berpisah karena kesalahanku hingga membuat hatimu terluka dan lagu ini yang membuat suasana hati kita benar-benar hanyut di dalamnya. Dan aku ingin lagu ini juga yang menyatukan cinta kita di saat badai datang menerjang. Put, aku sudah tahu semuanya dari Mike dan aku ingin pernikahan kita tetap baik-baik saja. Apa kamu mau tetap bersamaku selamanya hingga maut memisahkan?."
"Waaahhh.. "Semua pengunjung sontak bersorak saat melihat Elang bersimpuh mempersembahkan sebuah cincin berlian indah untuk istrinya.
"Terima.. Terima..." sorak para pengunjung sangat riuh ramai.
"Apa ini Lang? Kamu membuatku tidak bisa berkata-kata.
"Terima atau kamu ingin pernikahan kita selesai?." Putri menggeleng cepat.
"Aku terima dan ingin pernikahan kita baik-baik saja."
"Aku tidak mendengarnya karena berisik katakan dengan keras!."
"Aku menerimanya!!!!."Teriak Putri membuat Elang tersenyum lebar dan menghambur memeluk istrinya.
"Kamu konyol sangat konyol sekali Lang!."
__ADS_1
"Pasangan romantis, aku ingin punya pasangan seperti itu mengungkapkan perasaannya dihadapan orang banyak." Seru salah satu pengunjung di caffee ini.